Temanggung, 24 Mei 2026
– Talkshow “Tepa Selira” hadir sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya kesadaran terhadap pelecehan seksual yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar, baik di ruang publik, lingkungan pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang edukatif dan inklusif, kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih peka, berani bersuara, dan saling menjaga satu sama lain.

Kasus pelecehan seksual masih menjadi isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, namun sering kali tidak disadari atau dianggap sepele. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, batasan pribadi, hingga cara merespons situasi yang tidak aman menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi yang berkelanjutan. Melalui Talkshow “Tepa Selira”, masyarakat diajak memahami bahwa pelecehan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk tindakan verbal maupun non-verbal yang kerap dinormalisasi.

Mengangkat nilai “tepa selira” yang berarti tenggang rasa dan kemampuan memahami perasaan orang lain, acara ini menjadi pengingat bahwa menciptakan ruang yang aman membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Tidak hanya sebagai forum diskusi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun keberanian untuk saling mendengarkan, menghargai batasan, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

Talkshow ini menghadirkan Rusti Dian yang merupakan pendiri dari Her Vooce Tmg sebagai narasumber utama yang membahas mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampak psikologis bagi korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di masyarakat. Peserta juga diajak berdialog secara terbuka mengenai pengalaman, perspektif, dan langkah preventif yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua pelaksana acara, Veren Fiorenta, menyampaikan bahwa “Tepa Selira” diharapkan menjadi langkah kecil untuk membuka ruang percakapan yang lebih sehat mengenai isu pelecehan seksual. “Sering kali pelecehan seksual terjadi di sekitar kita tanpa disadari. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan memahami bahwa rasa aman adalah hak setiap orang,” ujarnya.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan kampanye edukasi melalui media sosial dan penyebaran informasi interaktif untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Tepa Selira” diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama yang relevan dan berdampak.

Melalui Talkshow “Tepa Selira”, penyelenggara berharap masyarakat dapat memahami bahwa pencegahan pelecehan seksual bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, tetapi tanggung jawab bersama. Kesadaran, empati, dan keberanian untuk peduli menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan saling menghargai.

Tentang Tepa Selira

“Tepa Selira” merupakan program talkshow edukatif yang mengangkat isu kesadaran sosial dan pentingnya menciptakan ruang aman di masyarakat. Dengan pendekatan diskusi yang terbuka dan inklusif, program ini bertujuan membangun budaya saling menghargai, memahami batasan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya di kalangan generasi muda.


Temanggung, Tabayuna.com
- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi anak dilakukan melalui kegiatan edukatif bertajuk “Ibu Pintar Pilih Jajanan Anak” yang diselenggarakan di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow edukasi kesehatan serta workshop pembuatan es tusuk buah sebagai alternatif jajanan sehat bagi anak-anak.


Sebagai penyelenggara, Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Jessie Kuntoro, mengatakan bahwa program ini merupakan Social Impact Initiative Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara. Dikatakannya, bahwa program tersebut  dilaksanakan berdasarkan hasil observasi lapangan di Temanggung, Dusun Ngadiprono yang menunjukkan masih adanya permasalahan kesehatan pada anak, seperti gigi rusak dan kondisi tubuh kurus akibat kurangnya asupan gizi seimbang. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi jajanan dan minuman tinggi gula juga masih cukup sering ditemukan dalam keseharian anak-anak di desa.


Melalui kegiatan ini, para orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak usia 3–10 tahun, diberikan edukasi mengenai pentingnya membangun pola makan sehat sejak dini. Talkshow menghadirkan narasumber ahli gizi yaitu Novitasari Tribuana Tungga Dewi, S.Gz yang membahas berbagai topik, mulai dari dampak konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, peran orang tua agar anak tidak jajan sembarangan, hingga pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak.



Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga menonton workshop tutorial pembuatan es tusuk buah berbahan dasar buah asli dengan tambahan gula yang minim serta tanpa pewarna buatan. Jajanan sehat ini dibuat dengan tampilan dan bentuk yang menarik agar lebih disukai anak-anak, sekaligus menjadi alternatif camilan sehat pengganti jajanan tinggi gula yang banyak dijual di warung.


Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat desa. Melalui workshop tersebut, warga, khususnya ibu-ibu pemilik warung, diperkenalkan pada peluang pembuatan dan penjualan jajanan sehat yang dapat dikembangkan menjadi usaha sederhana dengan nilai ekonomi.


Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi talkshow maupun praktik pembuatan es tusuk buah. Para peserta aktif berdiskusi mengenai kebiasaan konsumsi anak serta berbagai tantangan yang dihadapi orang tua dalam membiasakan pola makan sehat di rumah.


Melalui kegiatan “Ibu Pintar Pilih Jajanan Anak”, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya sekadar membuat anak kenyang, tetapi juga memastikan anak mendapatkan asupan yang sehat dan bergizi. Dengan meningkatnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola konsumsi sehat, diharapkan anak-anak di Desa Ngadiprono dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang. ().


Semarang, Tabayuna.com
– Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus yang digagas LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi objek penelitian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam kegiatan riset yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 di Kampus I UIN Walisongo Semarang. Penelitian itu mengkaji strategi media relations LP Ma’arif NU Jawa Tengah dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan di tengah perkembangan media digital berjudul “Strategi Media Relations LP Ma'arif NU Jawa Tengah dalam Meningkatkan Citra Sebagai Lembaga Pendidikan.”

Mahasiswa peneliti, Kholisatun Nafiah dari Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, melakukan penggalian data terkait program-program literasi, publikasi, serta penguatan citra kelembagaan yang dijalankan LP Ma’arif NU Jawa Tengah melalui GLM Plus. Dalam sesi wawancara, Dr. Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa GLM Plus tidak hanya bergerak pada pengembangan budaya literasi, tetapi juga transformasi komunikasi pendidikan berbasis media digital melalui pelibatan media massa di Jawa Tengah dan nasional.

“GLM Plus hadir sebagai gerakan strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus membangun citra pendidikan Ma’arif yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Ibda mengatakan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggandeng 14 media mitra, yaitu Babad.id, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Infojateng.id, Jalanpantura.com, Kabartemanggung.com, Pcnupati.or.id, Suaranahdliyin.com, Soearamoeria.com, dan Tabayuna.com.

Sedangkan di tahun 2026, ditingkatkan menjadi 19 media mitra dari berbagai platform online, elektronik, dan radio. Media yang terlibat antara lain Bestarinesia.com, Digtara.com, Distingsi.com, Edukasia.id, G-News.id, Hariannu.com, Harianjateng.com, Hariantemanggung.com, Hariansemarang.id, Infojateng.id, Jalapantura.com, Kabartemanggung.com, PCNUPATI.or.id, Soearamoeria.com, Suaranahdliyin.com, Tabayuna.com, Temanggungnews.com, PT Radio Rasika Dananda Utama (Rasika), serta NU Online Jateng (jateng.nu.or.id).

Ia menambahkan, penguatan media relations menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi program pendidikan Ma’arif kepada masyarakat. Melalui publikasi yang terstruktur dan kolaboratif, LP Ma’arif NU Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan strategi komunikasi lembaga pendidikan Islam, sekaligus menjadi dokumentasi ilmiah atas praktik baik gerakan literasi di lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah. (*)

 


Wuhan, Tabayuna.com
– Upaya peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia terus diperkuat melalui kerja sama internasional. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersama Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah menginisiasi kegiatan Training Program for Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Teachers yang diselenggarakan di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, Tiongkok.


Program pelatihan ini diikuti oleh para guru dan dosen dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang memiliki latar belakang bidang sains dan teknologi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam proses pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi.


Ketua PWNU Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. “Penguasaan pendekatan STEM menjadi sangat penting untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dan dosen mampu mentransformasikan pembelajaran di kelas menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.


Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain pemanfaatan AI, pengembangan kurikulum berbasis STEM dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, peserta juga berkesempatan melakukan observasi langsung terhadap sistem pendidikan dan fasilitas pembelajaran di Central China Normal University yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di bidang pendidikan guru di Wuhan, China.


Sekertaris dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah, Muhammad Ahsanul Husna menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring global lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama. “Kolaborasi internasional seperti ini penting untuk membuka wawasan dan memperkaya praktik pendidikan kita di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi Ma’arif,” jelasnya.


Salah satu peserta mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis proyek. “Kami mendapatkan banyak insight terkait bagaimana mengintegrasikan sains, teknologi, engineering, dan matematika dalam satu kesatuan pembelajaran yang aplikatif,” tuturnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam pengembangan pendidikan STEM di Jawa Tengah. Transfer pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di Wuhan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong lahirnya inovasi di bidang pendidikan sains dan teknologi di Indonesia.


Program ini sekaligus menegaskan komitmen PWNU dan Ma’arif Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang unggul, berdaya saing global, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.