Oleh Asma’ul Khusnah

Mahasiswi Inisnu Temanggung Jawa Tengah

Bimbingan konseling merupakan salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang keberadaannya sangat dibutuhkan, Kehadiran guru BK dalam dunia pendidikan masih terbilang sangat baru. Pada awal 1970-an, profesi ini baru diperkenalkan di Indonesia, dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (6) disebut istilah “konselor” untuk profesi pendidik ini. Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling disekolah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidaknya landasan hukum atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseling, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelekstual, sosial, dan moral-spriritual).

Tujuan pemberian bimbingan konseling yaitu :

Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.

Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan lingkungaan masyarakat.

Menyediakan fasilitas utuk perubahan perilaku.

Meningkatkan keterampilan untuk menghadapi sesuatu.

Meningkatkan kemampuan dan menentukan keputusan.

Meningkatkan dalam hubungan antara perorangan.

Menyediakan fasilitas untuk pengembangan kemampuan.

Adapun fungsi Bimbingan Konseling di PAUD yaitu :

Fungsi Pencegahan

Sebagai fungsi pencegahan artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah, masalah yang dapat menghambat perkembangannya.  

Fungsi Penyaluran

Dalam fungsi ini layanan yang dapat diberikan, misalnya memperoleh jurusan/program yang tepat, menyusun program belajar, pengembangan bakat dan minat, serta perencanaan karirnya, agar para siswa yang dibimbing dapat berkembang secara optimal.

Fungsi Penyesuaian

Dalam fungsi ini membantu membantu terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. Dengan demikian timbulnya kesesuaian antar pribadi siswa dan sekolahan.

Fungsi Perbaikan

Kemungkinan siswa masih menghadapi masalah-masalah walaupun fungsi pencegahan, penyaluran dan penyesuaian telah dilakukan, untuk itu fungsi dari bimbingan konseling selanjutnya yaitu sebagai fungsi perbaikan.

Fungsi Pengembangan  

Fungsi pengembangan ini berarti bahwa layanan bimbingan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan pribadinya. secara terarah, , hal-hal yang dipandang positif dijaga agar tetap baik dengan demikian dapat mecapai perkembangan kepribadian secara optimal.

Bimbingan dan konseling sebagai profesi merupakan suatu hubungan yang saling berkaitan, dimana  proses membantu orang lain atau biasa dikatakan membimbing orang lain agar orang tersebut memiliki pribadi yang lebih baik dalam memahami dirinya yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu pekerjaan (profesi).

Bila tujuan pendidikan pada akhirnya pembentukan manusia yang utuh, maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial. Maka disinilah bimbingan dan konseling menangani masalah-masalah atau hal-hal diluar bidang garapan pengajaran di sekolah. Bimbingan dan konseling membantu guru dan orang tua agar anak mampu :

Mengenal kemampuan diri, sifat, kebiasaan, dan kesenangannya.

Mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ki Hajar Dewantara mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini  Taman Indria (sebutan lain dari Taman Kanak-kanak) di Yogyakarta sebagai langkah awal dalam perjuangannya menciptakan bangsa yang merdeka setelah lama berkecimpung melalui dunia jurnalistik. Hal ini menunjukkan bahwa betapa sangat pentingnya Pendidikan Anak dimulai sedini mungkin. Ki Hajar Dewantara memberi perhatian penuh terhadap permainan anak dalam hubungannya dengan pendidikan Nasional. Beliau berpendapat bahwa permainan amat sesuai dengan jiwa anak guna memenuhi daya khayal dan dorongan bergerak, maka permainan merupakan hal yang sangat penting untuk pendidikan. Bermain dan permainan yang di pakai adalah permainan nasional yang terdiri atas berbagai permainan tradisional agar anak tetap dalam lingkungan kebudayaan bangsanya. Permainan bangsa asing memberi kemungkinan akan terpisahnya anak dari adat istiadat dan kesenian bahasanya sendiri.

 

 

 

 

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar