Oleh Ahmad Fauzi

Waylul likulli humazatillumazah
Alladzii jama’a maalaw wa’addadah
Yahsabu anna maalahuu akhladah
Kallaa, layumbadzanna fil huthomah
Wamaa adrooka malhuthomah
Naarullaah ilmuuqodah
Allatiy taththoli’u ‘alal af’idah
Innahaa ‘alaihum mu’sodah
Fii ‘amadim mumaddadah

Adanya persaingan ideologis antara puisi
dukun penyair dan majnun dengan
mukjizat ayat-ayat suci, menjadikan Sang
Nabi melabeli puisi sebagai kegiatan
menjijikkan dan terlarang. Puisi adalah hasil
kegiatan setan yang dikutuk dan dilaknat
tuhan, meskipun banyak ayat-ayat suci sendiri
berbentuk puisi. Ada kesan hal tersebut untuk
menyembunyikan kepentingan dan agenda
tertentu agar asal-usul wahyu kenabian yang
berakar pada tradisi kesurupan dan
perdukunan tidak lagi dapat ditelusuri.
Temanggung, TABAYUNA.com - Menjadi guru harus menjadi pembelajar. Maknanya bahwa setiap guru jangan pernah berhenti belajar walaupun dia sebagai pengajar. Dengan semakin banyak belajar, maka akan semakin meningkatkan pengalaman dan kepercayaan diri guru dalam melaksanakan tugasnya.


Demikian disampaikan Ketua YPMNU Kabupaten Temanggung Hj Chosijah dalam membuka Work Shop Menggambar untuk Kepala RA Se Kabupaten Temanggung Senin, 15 oktober 2018  yang berlangsung di kampus STAINU  Temanggung.

Kegiatan yang diikuti oleh 156 peserta menghadirkan  nara sumber Bapak Widodo, S.Pd. guru seni rupa dari Kecamatan Kedu, Temanggung.

Menurut Sulastri Sekretaris YPMNU Temanggung menyampaikan  bahwa kegiatan workshop tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi profesional para guru, Raudlatul Atfal dalam bidang melukis dan mewarnai.


"Karena selama ini guru RA sangat terbatas ketrampilan dalam hal tersebut, akibatnya belum bisa maksimal dalam mengembangkan kemampuan motorik anak dalam melukis dan mewarnai," ujarnya dalam kegiatan yang bekerjasama dengan Prodi PIAUD STAINU Temanggung itu.

Acara yang berlangsung sehari tersebut diikuti dengan antusias tinggi oleh para peserta. Mereka senang karena bisa praktik menulis secara langsung dan dipandu pakarnya. (tb48/h,s)
Semarang, TABAYUNA.com - Keluarga Mahasiswa Rembang Unwahas Semarang (KUMBANG) melakukan penggalangan dana ke jalan-jalan atas dasar kemanusiaan terhadap sesama. Acara digelar pada Senin (15/10/2018) yang dimulai pukul 17.00 WIB sampai adzan Maghrib,  jamaah dulu sehabis jamaah dilanjutkan lagi sampai jam 20.00 WIB.

Dengan puluhan keluarga KUMBANG  yang menyebar di beberapa titik lampu rambu-rambu lalulintas Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng Kulon Semarang Jawa Tengah, Indonesia lebih tepatnya di daerah Museum Ranggawarsita.Kebetulan waktu penggalangan dana  bareng sama UNWAHAS,UIN,UNNES, dan UNISSULA jadi bisa bersama-sama bergantian.

Penggalangan dana Kumbang untuk korban bencana lanjut pada hari Minggu Tanggal 14 Oktober 2018 penggalangan dana di Rembang, yaitu di Karang Jahe Beach (KJB) dan di lampu rambu-rambu lalulintas taman Dampo Awang Beach.

Penggalangan dana ini bertujuan untuk meringankan saudara-saudara yang terkena musibah disana..semoga saudara kami di beri ketabahan, kesabaran dan kesehatan

"Manusia adalah makhluk sosial seharusnya mahasiswa bisa menjadi garda terdepan untuk peduli terhadap sesama manusia lain, untuk itu kami peduli palu karena itu tanggung jawab bersama" ujar Safrudin Achmad Z Ketua KUMBANG.

"Alhamdulillah hasil dari penggalangan dana oleh mahasiswa Rembang Semarang ini mendapat kurang lebih 6 juta rupiah. Harapannya supaya bermanfaat bagi korban bencana alam di Donggala," beber dia. (TB44/hms).
Temanggung, TABAYUNA.com - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Ahad (14/10/2018) menggelar pentas drama dalam acara rutinan selapanan.

Selapanan IPNU-IPPNU Tawangsari itu terlaksana di aula MI Nurul Ummah Tawangsari yang dihadiri puluhan kader.

Drama tersebut bercerita tentang seorang pengembara yang mencari jati dirinya
dan dalam ceritanya dia dihasut oleh setan dan malaikat dan berahir pada ikutnya kepada malaikat.

Pentas tersebut dimainkan oleh kader IPNU-IPPNU Tawangsari yang bersekolah di SMA Islam Sudirman. Di antaranya rekanita Ismi Arifatun dan rekanita Reni
serta rekan dari pengurus harian yaitu Ahmad Najibudin.

Agus Setiawan Ketua IPNU Ranting Tawangsari kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi-potensi kreativitas dari para kader IPNU-IPPNU Tawangsari, Tembarak, Temanggung.

"Saya merasa puas dengan penampilan drama tersebut. Bahkan saya berharap nantinya IPNU-IPPNU Tawangsari bisa membuat sebuah film sendiri," harap dia. (tb44/Hi).