Demak, TABAYUNA.com - Pada Jumat (21/02/2020), dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dan bimbingan Penyuluh diberi arahan oleh Kepala Kemenag Kab.Demak, H. Muhaimin, SPdI,MH untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada para mualaf untuk memelihara keimanan serta menambah pengetahuan ilmu agamanya.

Dari pendataan mualaf oleh Penyuluh Agama Islam bersama tokoh agama setempat K. Musalimin desa Kedondong Kec. Demak kemudian dibentuklah Majlis Dzikir Mualaf agar para mualaf mendapat sentuhan bimbingan penyuluhan dan pembangunan.

Berdasar kesepakatan bersama tokoh agama, penyuluh dan mualaf pada setiap selapan jumat pahing diadakan pengajian rutin bulanan dan setiap dua minggu sekali pembinaan bimluh kepada para mualaf.

Penyuluh Agama Islam Kec. Demak Sukron, S.Ag mengatakan misi utama Majlis Dzikir Mualaf adalah memberikan pelayanan informasi, konsultasi, edukasi dan advokasi keimanan kepada masyarakat yang baru saja memeluk agama Islam.

Pada pertemuan perdana yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah dihadiri oleh tokoh agama, para mualaf, Penyuluh Agama Fungsional dan Penyuluh Agama Non PNS pengajian rutin bulanan berjalan sukses dengan penceramah dari Penyuluh KH. Hasyim Asy'ari.

Kami sangat bersemangat dengan adanya kegiatan pengajian rutin slapanan dan pembinaan penyuluhan agama Islam yang dilakukan dua minggu sekali kami sangat berterima kasih atas perhatian Kementerian Agama kepada warga kami khususnya kepada para mualaf, jelas K. Musalimin. (Tb55/Za-q).
Semarang, TABAYUNA.com - Pada Jumat (21/2/2020), yang bertempat di Wisma Perdamaian Semarang, Aliansi Dosen Nahada (ADN) wilayah Jawa Tengah dan Jogja resmi dikukuhkan. Tak kurang dari 300 orang hadir menambah ramainya acara. Menurut Dr. Muh Baehaqi, MM salah satu pengurus, munculnya ADN diharapkan semakin meningkatkan kualitas dosen yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama.

"Ternyata SDM dosen NU tidak kalah dengan yang lain baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya personal yang teridentifikasi masuk dalam jajaran anggota dan memiliki prestasi yang baik", tutur ketua STAINU Temanggung ini.

Lebih lanjut dia berharap keberadaan ADN ini bisa bermanfaat untuk peningkatan kualitas generasi bangsa ke depan.

"Ternyata dosen NU tersebar di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta (baca : dikti maupun diktis), maka dari itu sudah menjadi bukti konkrit bahwa peran dosen NU memiliki andil besar mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya di Jateng dan DIY", paparnya.

Hal senada juga disampaikan KH Taj Yasin wakil gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya, bahwa dosen NU di Jawa Tengah dan DIY khususnya perlu menjadi pelopor terciptanya iklim kondusif di masing-masing wilayah kerjanya. Hal tersebut merupakan kewajiban akademisi terhadap bangsa dan negara.

"Hakekat penciptaan manusia adalah untuk selalu belajar, maka jangan pernah merasa cukup dalam masalah keilmuan", jelasnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa ADN perlu memberikan perhatian khusus di beberapa prodi umum jika tidak ingin kecolongan dalam pembinaan kader NU. Beberapa kasus radikalisme telah menjadi hal yang penting untuk ditangani secara serius karena dari survey menunjukkan bahwa 30% mahasiswa menginginkan penerapan pancasila bersyariah/sistem pemerintahan khilafah.

Tidak hanya itu, ditingkatan SMA/MA/SMK juga telah terpapar dengan paham radikal melalui rohis-rohisnya. Maka sinergi atas bawah menjadi penting untuk selalu dibangun dengan baik. Kaum agamawan perlu untuk selalu menggandeng kaum nasionalis dalam upaya deradikalisasi dan kontraradikalisme di tengah masyarakat.

"Pemerintah provinsi sangat mendukung program-program ADN dalam upaya menanamkan konsep islam yang moderat dan rahmah bagi alam kepada semua civitas akademika khususnya mahasiswa dalam mengarungi kehidupan di era 4.0", pungkasnya. (Tb55/Khamim).
Temanggung, TABAYUNA.com - Mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) STAINU Temanggung di SMK Negeri Tembarak resmi ditarik pada Kamis pagi (20/2/2020). Penarikan itu dilakukan dosen pembimbing lapangan Hamidulloh Ibda. Hadir juga Kepala SMKN Tembarak Fahmi, S.TP., guru pamong Syaiful Anwar, S.Pd.I, dan Suryanto, S.Pd.I serta mahasiswa PPL.

Dalam sambutannya, Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa PPL selain menguatkan empat kompetensi guru dan delapan keterampilan mengajar, juga memberikan pengalaman di sekolah atau madrasah praktikan. "Tugas mahasiswa selain belajar di kampus juga belajar di lapangan. Selain PPL juga ada KKN yang dinaungi LP3M dalam mengembangkan kompetensi serta aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," beber Kaprodi PGMI STAINU Temanggung itu.

Sementara itu, Kepala SMKN Tembarak, Fahmi, mengatakan bahwa apa saja yang didapat mahasiswa harus diamalkan khususnya hal-hal baru dalam kegiatan belajar mengajar.

Pihaknya juga menceritakan kala PPL waktu kuliah dulu yang memang membutuhkan perjuangan. "Apa yang didapatkan selama praktik mengajar ini dapat diterapkan. Saya juga mengalami hal seperti itu pada tahun 1991," katanya.

Menjadi guru itu, kata dia, harus dijadikan cita-cita. "Kalau adik-adik saat masuk kelas pertama biasanya keluar keringat dulu. Begitu masuk kelas berikutnya pasti berbeda," kata dia.

Di akhir sambutan, ia mengapresiasi PPL STAINU Temanggung itu dengan harapan ke depan dapat sinergi lagi bahkan mengusulkan untuk menambahkan waktu PPL. (Tb55).
Brebes, TABAYUNA.com- Bertempat di Ruang Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Brebes, Kepala Kemenag Brebes melalui Kasi Penmad Imam Ghozali menyetujui agar saat Penerimaan untuk memberikan salah satu persyaratan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan pendidikan di bawah kementrian agama Brebes sebagai nilai point dan skala prioritas untuk diterima, bahkan mendapat dukungan dari semua Kepala MTs Negeri dan MTs Swasta se-Kabupaten Brebes pada saat rapat koordinasi bersama Kasi Penmad, Kasi PD Pontren, Kepala Sekolah MTsN dan KKMTs dan Pokjawas.

" Keberadaan Madrasah Diniyah sangatlah penting, sehingga mulai tahun ini, nanti pihak Kemenag Brebes akan menerbitkan surat edaran tentang persyaratan PPDB salah satunya adalah ijasah madin," kata Imam Gozali disela-sela rakor tersebut, Kamis (20/03/2020).

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FKDT Kab Brebes, Akhmad Sururi menyampaikan, bahwa Madin sebagai lembaga pendidikan non formal yangg dikelola oleh masyarakat sangat penting untuk dilestarikan. Kehadiran Madin berfungsi untuk merubah perilaku peserta didik untuk berakhlaqul karimah, mewujudkan pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, selain itu, secara yuridis keberadaan Madin dipayungi oleh UU SPN pasal 30, PP No 55 Th 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan dan PMA No 13 th 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam.

Tambah Sururi, perhatian pemerintah terhadap pendidikan diniyah masih perlu ditingkatkan, usulan kami adalah salah satu meminta ada bentuk perhatian pemerintah baik dari Kemenag maupun dari Bupati Brebes yang diharapkan saat PPDB tahun 2020 peserta yang mendaftar untuk melampirkan legalitas ijazah madin agar punya civil efect, dampaknya lembaga pendidikan diniyah semakin meningkat, tidak lagi dianggap sekolah tambahan (ziyadah) yang seakan-akan tidak punya fungsi.

Tercatat dalam dokumen FKDT untuk jumlah Madin di Kabupaten Brebes hingga tahun 2019 sebanyak 743 lembaga yang tersebar di 297 Desa/Kelurahan. (Yb55/Rur/BU)