Temanggung, TABAYUNA.com - Rabu, 21 Agustus 2019 adalah hari ketiga pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK) mahasiswa baru STAINU Temanggung. Salah satu kegiatan hari ini adalah pengenalan unit kegiatan mahasiswa (UKM), organisasi intra maupun ekstra kampus. Di antaranya adalah Unit Kajian Islam (UKI), UKM Olahraga, Racana, PMII, dan juga Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) GRIP.

Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun bertepatan dengan hari OSPEK. Selain mengenalkan organisasi masing-masing, juga bertujuan sebagai ajang perekrutan anggota baru. Setiap UKM ataupun organisasi lain memberikan pemaparan yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Kegiatan ini dimulai pukul 11.40-13.30 WIB, dan bertempat di Aula lat.3 STAINU Temanggung. Dalam kesempatan kali ini, Lembaga Pers Mahasiswa mempercayakan pengenalan organisasi kepada pimpinan umum, sekertaris umum, pimpinan redaksi, dan layouter.

Pengenalan organisasi ini mereka isi dengan pemaparan secara singkat tentang historis LPM, program kerja, gambaran tugas redaksi juga layouter, bahkan pemberian motivasi kepada mahasiswa baru untuk terus menulis.
"Teruslah membaca dan menulis agar kita terus belajar dan tak mudah membantah tanpa landasan. Dan terus bergandeng tangan agar kita mampu mewujudkan rencana-rencana kita menjadi kenyataan," kata Hidayatul Pimpinan Umum LPM Grip.

Acara berlangsung dengan lancar, bahkan mahasiswa baru sangat antusias ketika LPM membagikan buletin terbaru yang terbit bulan Agustus ini. "Semoga nantinya akan tumbuh generasi-generasi yang cinta akan dunia tulis menulis," tandas Arfan, layouter LPM Grip.

Sebagai penutup, sekertaris umum LPM memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru akan pentingnya membaca dan menulis, "Membacalah agar kau tau masa lalu, menulislah agar orang di masa depan tau, dan menulislah agar kau abadi," Imbuhnya.

Selanjutnya para mahasiswa baru dibagikan formulir pendaftaran bagi siapa yang berminat. (Tb55/Nurjanah/LPM GRIP)
Temanggung, TABAYUNA.com - peserta sudah menunjukkan kemajuan dalam kedisiplinan dibuktikan dengan hanya beberapa mahasiswa baru yang terlambat mengikuti apel pagi pada Selasa (20/08/2019).

Ospek hari kedua ini panitia lebih menekankan pada mahasiswa baru untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang akan diadakan oleh panitia OSPEK dengan mengumpulkan uang 3 keping logam bergambar angklung yang dimainkan Mohammad Hoesni Thamrin.

Penyampaian materi berlangsung di Aula lantai 3 STAINU Temanggung dengan suasana tenang dimulai  pemaparan pertama oleh bapak Muhammad Mastur selaku ketua KNPI Temanggung yang menjelaskan tentang kepemudaan.

"Pemuda saat ini tidak boleh tidur terhadap realita hidup, apalagi sebagai mahasiswa tidak hanya belajar dan patuh pada dosen" tegas dia.

"Mahasiswa dibentuk untuk berani menegakkan keadilan,  saat ada kesalahan wajib disalahkan tidak hanya terdiam agar ada pembenahan, kemudian mahasiswa diharapkan menjadi penerus pengabdi negara bukan hanya berharap menjadi PNS" tambah dia.

Dilanjutkan dengan pemateri kedua dari KOMINFO Temanggung menguraikan betapa pentingnya mahasiswa menguasai teknologi di era milenial sekarang ini, karena semakin bertambahnya waktu akan semakin berkembang dunia IT.

Diakhir materi ada penyampaian tentang sosialisasi Hukum Keluarga Islam (HKI) yang disampaikan oleh direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Temanggung yaitu Bapak Muhammad Jamal, S.H.I.S.H.M.H. "Seorang mahasiswa harus bijak dalam penggunaan teknologi informatika dan bijak dalam menggunakan penegakan hukum" pesan dia.

Mahasiswa baru dapat meninggalkan kampus STAINU setelah pembekalan pembawaan perlengkapan untuk hari berikutnya selesai yaitu pukul 17.00 WIB.
(Tb44/Hidayatul Latifah/LPMGRIP).
Pemalang, TABAYUNA.com -  Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Desa Cangak, Pemalang membuat Ecobrick bersama ibu – ibu PKK Desa Cangak pada Selasa (6/8/2019) di Balai Desa Cangak dalam rangka menanggulangi permasalahan sampah yang selama ini masih banyak dan berserakan dimana – mana.

Para mahasiswa mengajari ibu – ibu PKK agar bisa memanfaatkan sampah plastik yang ada gar tidak menumpuk untuk dijadikan ecobricks dan hiasan.

Permasalahan sampah di Desa Cangak sudah cukup serius karena dimana – mana banyak warga yang membuang sampah sembarangan khususnya sampah plastik, untuk menanggulangi itu para mahasiswa membuat program berupa pelatihan pembuatan ecobrick bersama ibu – ibu PKK diharapkan dengan adanya program ini bisa sedikit mengurangi permasalahan sampah plastik di Cangak.

Program dimulai dengan pemaparan materi mengenai apa itu ecobrick dan bagaimana pembuatannya serta apa manfaatnya. Lalu, dilanjutkan dengan praktek langsung menggunting sampah plastik bersama ibu – ibu PKK untuk dimasukkan ke dalam botol lalu ada juga pemanfaatan sa pah plastik warna warni untuk membuat bunga bisa untuk hiasan rumah.

Para mahasiswa KKN berharap setelah adanya program ini ibu – ibu PKK bisa ikut andil dalam menangani permasalahan sampah di Desa Cangak. Pada akhir acara para mahasiswa berfoto bersama dengan ibu – ibu PKK sebagai bentuk dokumentasi acara. (Tb44).
Sekretaris PWNU Jateng (kiri) saat bersama warga NU dari Papua saat berkunjung di PWNU Jateng tak lama ini.

Semarang, TABAYUNA.com – Dalam menyikapi polemik kerusahan yang terjadi di Papua, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menghimbau pada para elit untuk merespon kasus itu dapat mengedepankan sikap arif dan bijaksana.

Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Hudallah Ridwan Naim, menegaskan bahwa apa yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merupakan langkah cepat yang perlu diapresiasi. Sebab, seperti diketahui bahwa komunikasi dengan cepat yang dilakukan Gubernur Jatim dengan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menenangkan warga di kedua wilayah tersebut patut diapresiasi dan diharapkan dipatuhi oleh warganya.

“Apa yang dilakukan Gubernur Jatim sudah bagus karena berkoordinasi dengan cepat dengan Gubernur Papua. Kami mengapresiasi langkah tersebut demi keamanan dan kondusivitas,” kata KH Hudallah Ridwan Naim pada Selasa (20/8/2019).

Kepada awak media, Gus Huda menyatakan bahwa situasi di Papua yang sedang memanas kini, jangan dikompori dengan pendapat atau opini yang dapat  memperkeruh suasana dan kondisi bangsa.

“Kita percayakan kepada petugas berwajib untuk menyelesaikan dengan baik dan bijak. Tujuannya agar masalah itu untuk segera dapat diatasi dan tidak melebar,” paparnya.

Gus Huda berharap agar warga NU di Jawa Tengah untuk tetap tenang, tidak terprovokasi. “Jangan terprovokasi informasi yang beredar di media massa, jangan percaya hoaks karena akan merusak suasana,” katanya.

Jangan share informasi dengan cepat, lanjut Gus Huda, apalagi hanya copas liar tentang kerusahan di Papua. “Tujuanya agar kita tetap tenang dan menjaga suasana untuk tetap kondusif,” tegasnya.

Sebagai informasi, menurut Gus Huda bahwa PWNU Jawa Tengah sudah melakukan komunikasi dengan beberapa warga NU di Papua Barat yang beberapa waktu lalu sudah  berkunjung di Jateng.

Menurut Gus Huda, informasi yang didapat bahwa warga NU di Papua Barat tetap tenang, dan tidak terprovokasi dengan isu-isu dan berita hoaks untuk menjaga keamanan.

Pihaknya mewakili PWNU Jawa Tengah juga berharap agar semua elemen untuk tetap mengutamakan tabayun dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar liar di media sosial. (tb44/Ibda).