Ilustrasi

Oleh Zakiyatul

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh


Tips kecil supaya saat baca alquran gak cepet ngantuk dan lelah

1.       Ikhlaskan niat

2.       Ambil air wudhu

3.       Konsentrasi bacaan

4.       Tempat yang nyaman

5.       Keadaan badan yang sehat

6.       Jerak mata dan mushaf tidak terlalu dekat ataupun tidak terlalu jauh

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Ilustrasi merdeka.com

Oleh Afi Meidina

Assalamualaikum wr.wb

Saya di sini akan menyampaikan sedikit tentang keutamaan dan keistimewaan puasa  ramadhan, bulan puasa sering dinanti-nantikan oleh umat muslim karena bulan ramadhan adalah bulan yang penuh kebaikan sejak hari pertama sampai hari terakhir ramadhan. Dan kebaikan yang dilakukan pada bulan puasa akan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ramadhan dibagi menjadi 3 fase, yaitu 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir bulan ramadhan yang masing-masing memiliki keutamaan sendiri-sendiri.

Pada 10 hari pertama merupakan fase terberat dan tersulit karena dibutuhkan dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian diri yang baik. Keutamaan yang didapat pada 10 hari pertama adalah Allah SWT akan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba yang sabar dan ikhlas, untuk mendapatkan keutamaan tersebut maka umat muslim dianjurkan untuk beribadah baik itu ibadah wajib ataupun sunah.

Keutamaan 10 hari kedua adalah wujud istiqomah karena ibadah yang dijlankannya semata-mata karena Allah SWT, jauh dari godaan duniawi, dikabulkan doa-doa, sukses di ibadah ramadhan, mendapatkan kemudahan selama ramadhan.

Kemudian 10 hari terakhir memiliki keutamaan yang luar biasa karena 10 hari terakhir ini merupakan penutupan bulan ramadhan sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya, seperti doa Nabi Muhammad SAW:
اَلَّهٌمَ اجْعَلِ خَيْرِ عُمُرِيْ اَخِرَهَ وَ خَيْرِ عَمَلِيْ خَوْاتَمْهُوْخَيْرَ اَيَلِ مِيْ يَوْمِ اَ لْفَا كَ                                                   
‘’ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya   berjumpa dengan-Mu kelak’’

Dan pada 10 hari terakhir bulan ramadhan ini turunnya lailatul qadar.
Demikian yang dapat saya sampaikan, jika banyak kesalahan saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum wr.wb
Temanggung, TABAYUNA.com - Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda merillis dua buku bersamaan. Buku pertama berjudul Stop Nikah, Ayo Pacaran! Yang diterbitkan Formaci dan kedua buku Konsep dan Aplikasi Literasi Baru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara.

Menurut Pengurus Bidang Litbang dan Diklat LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah ini, buku Stop Nikah, Ayo Pacaran! Berisi tentang ajakan untuk tidak poligami. "Memang boleh, bahkan dalam Alquran disebut boleh empat istri tapi itu kalau berlaku adil. Saya beristri satu saja sudah ngelu kok mau empat," kata Pimred Majalah MOPDIK Ma'arif tersebut, Selasa (21/5/2019).

Menurut pria kelahiran Pati ini, buku Stop Nikah, Ayo Pacaran! Merupakan buku berseri setelah buku Stop Pacaran, Ayo Nikah! Yang terbit tahun 2013. "Kalau mau baca buku Stop Nikah, Ayo Pacaran! Harusnya baca buku Stop Pacaran, Ayo Nikah! Dulu biar tidak gagal paham. Pacaran dalam buku kedua ini maksudnya pacaran dalam bingkai rumah tangga setelah nikah. Maka stop nikah itu artinya menghentikan pernikahan berkali-kali alias satu kali," tegas peraih Juara 1 Lomba Artikel Nasional Kemdikbud 2018 tersebut.

Sedangkan buku Konsep dan Aplikasi Baru berisi tentang literasi baru, yaitu literasi data, teknologi, dan manusia atau SDM sebagai pengganti literasi lama, yaitu membaca, menulis, dan berhitung. Buku ini ditulis bersama Sekretaris Jurusan PGSD FIP UNNES Farid Ahmadi, Ph.D. "Buku Konsep dan Aplikasi Literasi Baru ini tidak hanya implementatif di perguruan tinggi dan sekolah, namun juga di dalam keluarga. Sejak di keluarga, harusnya sudah diajarkan melek data, teknologi, dan humanisme karena fenomena sekarang ini kita sarat akan disrupsi," kata dia.

Buku tersebut, dalam waktu dekat juga akan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). "Kemarin sudah diajukan dan semua syarat sudah memenuhi, jadi tinggal menunggu HKI turun," kata dia.

Sebelumnya, Ibda telah produktif menulis dan mengedit buku lintas tema. Mulai dari Demokrasi Setengah Hati (2013), Stop Pacaran, Ayo Nikah! (2013), Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner (2014), Media Pembelajaran Berbasiswa Wayang: Konsep dan Aplikasi (2017), Sing Penting NUlis Terus: Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran (2017), Senandung Keluarga Sastra: Serpihan Cinta dan Enigma Rasa (2018), Media Literasi Sekolah: Teori dan Praktik (2018), Teacherpreneurship: Konsep dan Aplikasi (2018), Filsafat Umum Zaman Now (2018), Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk Mahasiswa: Dilengkapi Caturtunggal Keterampilan Berbahasa (2019), dan lainnya dalam bentuk bunga rampai.

Kemudian yang terbaru adalah Stop Nikah, Ayo Pacaran! serta Konsep dan Aplikasi Literasi Baru di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. "Semoga istikamah dan dapat menulis meski karya saya masih banyak kekeliruan," beber dia. (tb55).

Pati, TABAYUNA.com – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU KecamatanTayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar acara peringatan Nuzulul Qur'an dan Istighosah untuk Bangsa Pasca Pemilu 2019. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Tayu ini dan diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari semua Banom NU se Kecamatan Tayu.

Panitia menegaskan, dalam majelis yang diselenggarakan di Masjid  Jami' Riyadhus Sholihin Kec. Tayu, 16 Ramadhan 1440 H merupakan kegiatan rutin tahunan dari PAC Fatayat NU, yang bertujuan untuk memperingati hari Turunnya Al-Qur'an, kitab yang menjadi tuntunan bagi Muslimin sedunia.

Acara ini dimulai dengan pembacaan asmaul husna 7 kali, kemudian pembukaan dilanjutkan khatmil qur'an dan juga diisi mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Bp. KH. Ahmad Nadzif, Lc. Dalam taushiahnya Gus Nadzif menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan awwaluhu rahmah, wa ausatuhu maghfirah, wa akhiruhu itqun minannar.

“Alquran diawali ayat pertama bismillahirrahmanirrahim, yaitu menggunakan salah satu asmaul husna al-rahman yang artinya kasih sayang. Jangan sampai karena beda pilihan antarsesama tidak ada kasih sayang lagi. Muhammad diutus juga sebagai rahmat bagi semesta alam. Oleh karena itu mari kita jaga NKRI, bersatu dan menjaga kasih sayang,” kata dia. (tb55/Ibda).