Ilustrasi foto Tabayuna.com
Jakarta, TABAYUNA.com - Link live streaming quick count Pilpres 2019 atau hasil hitung cepat Pemilu 2019 dapat diakses di HP di berbagai stasiun TV swasta hari ini Rabu (17/4/2019).

Baca: Hasil Quick Count Pilpres 2019 Hanya Dapat Dilihat Pada 40 Lembaga Ini!

Hasil Quick count Pilpres 2019 akan disiarkan langsung live streaming di HP melalui Kompas TV, iNews TV, hingga TV One seperti dinukil dari Tribunnews.com.

Adapun Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 dalam Pemilu 2019 akan dimulai besok Rabu pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.

(Link live streaming quick count Pilpres 2019 di HP Kompas TV, iNews TV, hingga TV One)

Tak hanya stasiun TV swasta, hasil hitung cepat Pilpres 2019 juga akan dilakukan oleh 40 lembaga survei.

Lembaga-lembaga survei tersebut baru diperbolehkan melakukan publikasi hasil hitung cepat dua jam setelah pemungutan suara di zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berakhir.

Pemilihan di wilayah Indonesia bagian barat akan berakhir pada pukul 13.00 WIB.

Sehingga publikasi quick count baru boleh dipublikasikakan mulai pukul 15.00 WIB.

Hal ini sesuai dengan sidang putusan MK hari ini Selasa (16/4/2019).

Mahkamah Konstitusi menolak gugatan uji materi terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat pada Pemilu 2019.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim MK Anwar Usman dalam sidang putusan di MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019) dikutip dari Kompas.com.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, memberikan imbauan kepada 40 lembaga survei untuk mentaati putusan tersebut.

Apabila melanggar, maka lembaga survei tersebut akan mendapat sanksi pidana.

"Kita ingatkan sebab sanksi jika melanggar adalah sanksi pidana. Sehingga kami juga tidak berharap lembaga survei tidak mematuhi aturan hukum dengan menayangkan lebih awal," kata Wahyu di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Sementara itu, sejumlah stasiun televisi swasta juga akan menayangkan hasil quick count baik pilpres 2019 maupun pileg 2019.

Sebagian besar stasiun televisi tersebut bekerja sama dengan beberapa lembaga survei yang telah terdaftar di KPU.

Quick Count tvONE
Stasiun televisi tvOne akan menayangkan quick count dari sejumlah lembaga survei yakni Indikator Politik Indonesia, Media Survei Nasional, Poltracking Indonesia.

Dikutip Tribunnews.com dari Twitter resmi tvONE, tayangan hitung cepat akan disiarkan secara live pada Rabu (17/4/2019) pukul 12.00 WIB dan pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, tvONE juga akan kembali melakukan siaran langsung quick count pada Kamis (18/4/2019) pukul 08.00 WIB, pukul 13.00 WIB, dan pukul 20.00 WIB.


Quick Count KOMPASTV
KOMPASTV juga akan menyiarkan secara langsung selama 48 jam pesta demokrasi.

Dikutip dari Twitter @KompasTV, quick count akan ditayangkan dari sejumlah lembaga survei yakni Litbang Kompas, Poltracking Indonesia, SMRC, Indobarometer, Indikator Politik, Charta Politika.

Quick Count METRO TV
Stasiun televisi METRO TV juga akan menayangkan hasil quick count pemilu 2019.

"Penghitungan cepat dan tepat #Pemilu2019 beserta analisis spesifik dari berbagai perspektif dalam QUICK COUNT "Memilih Pemimpin Negeri", Rabu 17 April 2019 LIVE hanya di #MetroTV. #knowledgetoelevate #metrotvindonesiamemilih #quickcount #pilpres2019"

Quick Count TRANS TV & TRANS7
Grup TRANSVISION juga mengadakan program spesial bertajuk "Jelang Hitung Cepat dan Quick Count Pemilu 2019".

Program ini akan ditayangkan secara langsung pada Rabu (17/4/2019) pukul 12.00 WIB.

Quick Count Indosiar
Stasiun televisi Indosiar bekerja sama dengan lembaga survei SMRC dan LSI Denny JA.

Quick count akan ditayangkan mulai pukul 12.30 WIB pada Rabu (17/4/2019) besok.

Quick Count iNews TV
Selain stasiun televisi swasta di atas, iNews TV juga akan menyiarakna hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 besok Rabu.

iNews TV bekerja sama dengan sejumlah  lembaga survei.
Yakni LSI, Voxpol Center, dan Indikator Politik Indonesia.

*Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Tabayuna.com tidak bertanggung jawab atas adanya perubahan waktu.

Berikut ini daftar 40 lembaga survei yang melakukan quick count pilpres 2019 serta pileg 2019 dikutip dari Kompas.com.

1. Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI)

2. Poltraking Indonesia

3. Indonesia Research And Survei (IRES)

4. Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Radio Republik Indonesia

5. Charta Politika Indonesia

6. Indo Barometer

7. Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KOMPAS

8. Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)

9. Indikator Politik Indonesia

10. Indekstat Konsultan Indonesia

11. Jaringan Suara Indonesia

12. Populi Center

13. Lingkaran Survey Kebijakan Publik

14. Citra Publik Indonesia

15. Survey Strategi Indonesia

16. Jaringan Isu Publik

17. Lingkaran Survey Indonesia

18. Citra Komunikasi LSI

19. Konsultan Citra Indonesia

20. Citra Publik

21. Cyrus Network

22. Rataka Institute

23. Lembaga Survei Kuadran

24. Media Survey Nasional

25. Indodata

26. Celebes Research Center

27. Roda Tiga Konsultan

28. Indomatrik

29. Puskaptis

30. Pusat Riset Indonesia (PRI)

31. PT. Data LSI (Lembaga Survei Indonesia)

32. Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

33. Voxpol Center Research & Consultan

34. FIXPOLL Media Polling Indonesia

35. Cirus Curveyors Group

36. Arus Survei Indonesia

37. Konsepindo Research and Consulting

38. PolMark Indonesia

39. PT. Parameter Konsultindo

40. Lembaga Real Count Nusantara


Jakarta Selatan, TABAYUNA.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang memilih Presiden-Wakil Presiden, Calon DPD, DPR RI, DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun ini diwarnai aksi yang menyimpang.

Baca: Mulai Pukul 15.00 WIB, Lihat Hasil Quick Count Pilpres 2019 Di Sini Lewat HP-mu!

Salah satunya di TPS 117 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yang ditemukan bendera organisasi terlarang HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

"Ada bendera HTI di TPS 117 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan," kata Rosid dalam keterangannya yang diterima Tabayuna.com, Rabu (17/4/2019) siang sekira pukul 11.36 WIB.

Belum diketahui siapa yang memasang bendera HTI tersebut. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut tentang siapa pemasang bendera itu.

Namun dari keterangan yang diterima Tabayuna.com, foto itu beredar viral di media sosial dan layanan pesan. (Tb33).

Jakarta, TABAYUNA.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan hak pilihnya di TPS 41, Bojongkoneng, Babakan Madang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (17/4/2019).

Prabowo mengenakan pakai safari putih lengan panjang lengkap dengan peci hitamnya saat datang ke TPSyang berada di tengah lapangan itu.

Pantauan di lapangan, mantan Danjen Kopassus itu cukup lama berada di dalam bilik suara. Hampir lima menit Prabowo mencoblos lima surat suara, mulai dari Calon Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Caleg DPRD Jawa Barat, Caleg DPR RI, Calon Anggota DPD, serta Capres-Cawapres.

Usai mencoblos Prabowo langsung menunjukkan lima surat suara yang telah dilipat tersebut kepada awak media. Usai surat suara tersebut dimasukan ke dalam kotak suara, Prabowo langsung mencelupkan jempol dan telunjuknya ke dalam tinta. Bahkan sambil berjalan, Prabowo menunjukan dua jarinya tersebut.

Sebelumnya, begitu tiba di TPS, Prabowo sempat menyapa awak media. Prabowo kaget karena banyaknya wartawan di TPS nya tersebut.

"Wah Ko di sini banyak wartawan? kalian gak nyoblos?" kata Prabowo seperti dinukil dari Tribunnews pada Rabu 17 April 2019.

Prabowo mengaku optimis menghadapi Pemilu Presiden 2019. Ia yakin akan memenangkan pesta demokrasi kali ini. "Tentunya optimis," pungkasnya. (Tb33).

Foto: Ketua DPD PKS Lombok Timur, Murnan (Dok PKS)
Mataram, TABAYUNA.com - Caleg DPRD di Lombok Timur (Lotim), NTB, berinisial MAA yang ditangkap warga karena diduga money politics mengaku dari PKS.

Baca: Tertangkap Bagikan Uang, Caleg PKS Lombok Timur Ini Masih Ngeyel Tak Mau Ngaku

Seperti dinukil dari detikcom, pihak PKS pun menegaskan, kadernya itu tidak pernah melakukan transaksi politik uang.

"Tidak ada transaksi money politics, memang benar ada pertemuan dengan ibu-ibu, yang bersangkutan hanya mengganti biaya konsumsinya dan itu bukan money politics apalagi sampai keluar istilah OTT, padahal Bawaslu sendiri tidak pernah mengeluarkan statement tersebut," kata Ketua DPD PKS Lombok Timur Murnan dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (16/04/2019).

Murnan juga meminta Bawaslu untuk segera bertindak dan melihat apakah ada aturan Pemilu yang dilanggar atau tidak atas isu politik uang yang bisa menimbulkan citra negatif kepada partai nomor urut 8 ini.

Baca: Waduh, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi di Pulau Nias Terjaring OTT

"Jika Bawaslu telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan ternyata memang tidak ada aturan Pemilu yang dilanggar, kami meminta kepada Bawaslu untuk memberikan klarifikasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Harapan kami dilakukan secepat-cepatnya agar tidak menjadi isu yang negatif untuk PKS," terangnya.

Menurut Murnan, PKS akan tetap berkomitmen untuk menjaga pesta demokrasi dengan sikap yang jujur dan tindakan berpolitik yang bersih.

"Saya tegaskan kembali, bagi kami, PKS tetap berkomitmen untuk mengikuti Pemilu dengan jujur dan bersih. Mudah-mudahan Lombok Timur menjadi contoh yang baik dalam kita berdemokrasi," katanya.

Diketahui sebelumnya, MAA merupakan caleg DPRD Kabupaten Lombok Timur yang tertangkap tangan oleh warga dan dilaporkan ke Panwas di Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong. Dia diduga telah membagikan amplop berisi stiker gambar dirinya dan sejumlah uang. (tb33/dtk).