Oleh Lia Pusparini

Mahasiswi INISNU Temanggung

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, namun manusia merupakan makhluk paling sempurna diantara makhluk lain ciptaan Allah SWT. Namun, tak jarang dari sahabat-sahabat kita diluar sana yang diberikan kekurangan, atau sering kita sebut dengan Anak Berkebutuhan Khusus. Lalu apakah dengan adanya kekurangan dalam diri mereka lantas membuat kita merasa malu dekat dengan mereka? Tentu saja tidak, terutama sebagai seorang pendidik pastilah harus mampu memahami dan tetap menghargai seorang ABK.

Seperti kita ketahui, bahwasanya anak ABK juga memiliki hak yang sama dalam mengenyam Pendidikan di sekolah formal, bahkan hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang. Namun nyatanya di Indonesia sendiri masih sangat minim terhadap pemaham Pendidikan Inklusi. Apalagi dalam tingkatan Pendidikan sekolah Dasar. Maka sudah menjadi kewajiban seorang guru tetap selalu mendidik siswa-siswinya walaupun jika ada di dalam suatu Lembaga Pendidikan terdapat siswa yang tergolong anak ABK. Dan tentunya sebagai guru jika dihadapkan dengan hal yang demikian maka akan menjadi suatu yang wajib diperhatikan yaitu dengan merubah pola piker, strategi, dan model dalam mengajar. Serta harus lebih membutuhkan tenaga yang ekstra dengan kesabaran yang tinggi.

Hadirnya anak ABK terkadang masih menjadi sebuah penolakan dalam lingkuan keluarga ataupun masyarakat dan sekolah. Dan menganggap negative terhadap anak ABK. Padahal di lingkungan dekat anak ABK haruslah menjadi ramah serta dapat mengarahkan dan mendidik anak ABK sehingga anak ABK tersebut dapat memiliki perkembangan yang baik. Begitupun juga di lingkungan sekolah, agar sebisa mungkin diharapkan tidak ada diskriminasi terhadap anak ABK apalagi kasus bullying. Sehingga guru dan pihak sekolah harus menerapkan peraturan yang tegas dan memberikan pengertian kepada siswa-siswa yang non ABK agar dapat memahami dan menerima kehadiran anak ABK. Karena dalam lingkungan sekolah dasar masihlah sangat sulit mengingat usia-usia anak di SD yang masih dikategorikan sulit untuk diberikan perngertian. Namun hal tersebut harus diterapkan agar tercipta keselarasan dan keharmonisan dalam lingkungan sekolah sehingga dengan adanya hal tersebut barulah dapat dikatakan sebagai sekolah ramah anak ABK.

Dalam sekolah inklusi tentunya  terdapat beberapa guru GPK yang bertugas melayani kebutuhan siswa berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan belajar baik karena kekurangan fisik, mental, emosi maupun kemampuan intelektual di sekolah inklusi sehingga potensi yang dimiliki mampu terlayani dengan maksimal. Namun bagaimanakah jika di sekolah regular tidak terdapat guru GPK?,

Tentunya guru kelas akan kewalahan saat dihadapkan dengan anak ABK, namun untuk mengatasinya terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam menghadapi anak ABK itu sendiri

Mampu mengenalkan situasi dan kondisi

Setiap guru dituntut untuk mengetahui kondisi dan situasi yang terjadi, seperti saat dihadapkan dengan anak ABK yang kemungkinan akan sulit untuk fokus terhadap pembelajaran, tetapi lebih asik dengan dunianya sendiri seperti contoh bermain atau menggambar. Namun guru janganlah langsung menegurnya, guru harus memberikan kebebasan sejenak kepada anak agar anak tidak tersinggung dan menjadi pendiam atau bahkan mengamuk. Dan setelah mereka sudah puas dengan dunianya, barulah guru memberikan masukan, saran dan arahan kepada siswa secara halus dan baik agar mudah diterima oleh siswa.

Awasi aktivitas siswa secara berkala

Sebagai guru tentunya, akan selalu mengawasi setiap peserta didiknya. Namun, saat dihadapkan dengan anak ABK tentunya guru harus lebih ekstra dalam mengawasi anak ABK karena di khawatirkan anak ABK akan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya ataupun orang disekitarnya.

Tempatkan mereka dibarisan depan

Anak ABK sebaiknya duduk di barisan depan agar guru dapat dengan mudah mengawasi dan memperhatikan setiap perkembangan anak ABK, selain itu anak ABK juga dapat lebih fokus dalam memperhatikan pembelajaran.

Jangan terlalu memaksa mereka

Anak ABK mungkin akan terbiasa dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka akan melakukan pekerjaan atau hobi yang disukainya, sehingga guru janganlah memaksa keinginan anak. Dan juga jangan menyamakan standar nilai setiap anak. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda.

Setiap anak itu terlahir dengan fitrah pembelajaran dalam diri mereka dan setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing yang akan menemukan dimana minat dan bakat anak. Sehingga menjadi tugas guru untuk menemukan dimana minat dan bakat  anak ABK dan mengembangkannya. Selain itu guru juga tentunya harus lebih bersabar dan menurunkan standar ekspektasi pada anak agar tidak menuntut pada anak terkait apa yang tidak mereka kuasai. Selain itu juga jangan membanding-bandingkan kecerdasan setiap anak. Percaya bahwa setiap anak itu cerdas. Serta menerima anak ABK dengan tulus sehingga hal tersebuat akan menjadikan siswa Bahagia dan akan memudahkan siswa mencintai proses pembelajarannya dan memaksimalkan potensiny dengan rasa yang nyaman

Bantu mereka memperbaiki kesalahan

Jangan biarkan anak ABK menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa adanya arahan dan bimbingannya. Dan guru sebaiknya juga memberikan pengertian alasan mengapa hal yang dilakukan merupakan hal yang salah, dan harus diperbaiki, sehingga tidak boleh diulang Kembali.

Ajarkan siswa cara untuk bertanggung jawab

Ajarkanlah siswa untuk bertanggung jawab terutama saat melakukan kesalahan, lebih baik anak ABK diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan kita hanya memberikan arahan, yang mana hal ini dilakukan agar siswa tidak manja dan mampu untuk mandiri dalam menyelesaikan masalahnya. Sebaiknya ajarkan mereka cara meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulainya lagi.

Catat perkembangan anak setiap hari

Guru sebaiknya mencatat perkembangan siswa agar dapat mengetahui perkembangannya dan dapat dijadikan evaluasi untuk menemukan strategi dalam mengajar yang dirasa sangat membantu.sehingga guru dapat memberikan catatan kepada orang tua sehingga orang tua juga dapat menerapkan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di rumah. Sehingga hasilnya akan lebih optimal.

Bersyukurlah

Dalam mengajar anak ABK memanglah membutuhkan tenaga yang ekstra dan waktu yang cukup lama, maka guru harus lebih telaten dan banyak bersyukur karena telah dipercaya untuk mengajar mereka disekolah. Karena tidah semua guru mendapatkan kesempatan yang sama dan juga tidak semua guru mau. Dengan mengajar anak ABK maka akan menambah tingkat kesabaran kita dan juga kita akan merasa lebih dekat dan peka terhadap kebutuhan mereka. Sehingga kita akan lebih merasa bersyukur karena telah dilahirkan dengan sempurna, hal itulah yang membuat kita bersyukur.

 

Sinergikan kerja dengan orang tua anak

Dalam perkembangannya tidak hanya dilakukan di sekolah saja, karenanya guru juga harus bekerjasama dengan orang tua anak agar dirumah mereka tetap mendapatkan perlakuan yang sama sehingga antara guru dan orang dapat mensinergikan pembelajaran agar mampu meningkatkan daya eksplorasi, percaya diri dan karakter anak.

Nah,, itulah tadi cara yang dapat dilakukan guru kelas dalam menangani anak ABK, Selain itu, guru juga harus menemukan bakat dan minat dari anak ABK agar dapat dikembangakan secara optimal sehingga dengan begitu akan menjadi kekuatan tersendiri untuk anak ABK dalam menghadapi lingkungan yang keras ini. Dan tigas guru harus bersabar.

Bersabar itu memang tidaklah mudah, namun dengan bersabar maka akan indah.!!

 

 

 


Oleh Dian Pratista Febriyani

Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah INISNU Temanggung

Dengan adanya pandemi ini menyebabkan masyarakat diseluruh dunia harus berusaha beradaptasi dengan keadaan ini. Sehingga muncul perilaku konsumen yang berbeda disaat keadaan sebelum pandemi.

Kondisi ini menyebabkan  perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Kebiasaan masyarakatpun ikut berubah, mereka akan lebih sering mengecek berita dan informasi terbaru mengenai kondisi yang sedang terjadi. Dengan kondisi ini masyarakat akan lebih banyak melakukan aktivitas didalam rumah mereka. Karena adanya pembatasan dalam berkegiatan, dan konsumen juga akan mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selama adanya pembatasan kegiatan diluar rumah. Dengan begini akan ada perubahan perilaku konsumen pada masa pandemi sebagai bentuk adaptasi dengan keadaan pademi.

Berdasarkan pengamatan mengenai perubahan perilaku konsumen di Era New Normal ini ditemukan fakta bahwa konsumen lebih sering berbelanja online dibandingkan berbelanja langsung. Konsumen lebih memilih berbelanja online sebagai pilihan yang paling aman untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik langsung dengan penjual. Dengan ini konsumen akan lebih merasa aman dan nyaman dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Bisa dilihat bahwa masyarakat mulai terbiasa melakukan belanja online untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Dengan meningkatnya antusias masyarakat dalam belanja online banyak sekalih toko online yang menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh konsumen. Selain toko online sekarang juga banyak masyarakat yang membuka usaha sendiri dirumah untuk menambah penghasilan dan mengisi waktu luang. Dan ini juga menjadi salah satu pilihan para konsumen untuk mereka berbelanja karena jarak tempat yang lebih dekat dan waktu pengiriman lebih cepat.

Pada awalnya, konsumen online didominasi generasi- generasi millennial. Generasi millennial memang sudah sejak lama menggandalkan ecommerce sebagai salah satu sarana transaksi jual beli. Namun sekarang konsumen online bukan hanya generasi millennial tetapi juga generasi tua. Hal ini disebabkan karena mereka (generasi tua) juga memerlukan belanja online disaat kondisi seperti ini untuk mengurangi kontak fisik dengan penjual.

Dampak pandemi ini juga meyebabkan konsumen akan lebih berfokus pada produk- produk yang memiliki nilai bagi kehidupan. Produk- produk seperti kebutuhan sanitasi, seperti tisu, sabun, atau pencuci barang akan menjadi barang yang banyak disasar. Selain itu, produk kesehatan seperti makan sehat, vitamin, suplemen, atau hal lainnya yang menyehatkan tubuh. Nilai yang dianut konsumen juga bukan hanya nilai fisik namun juga nilai jual barang. Terlebih lagi pada kondisi pandemi ini banyak sekalih masyarakat yang kehilangan kerja mereka.

Selain perubahan dalam berbelanja konsumen juga mengalami perubahan perilaku aktifitas untuk mengibur diri. Dengan adanya pembatasan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah menyebabkan penurunan minat masyarakat untuk berlibur atau kegiatan outdoor lainnya yang menyebabkan perkumpulan. Dengan ini masyarakat mungkin akan bosan dan stress dirumah. Untuk menghilangkan rasa bosannya mereka akan mencari kegiatan baru yang bisa dilakukan dirumah, seperti berolahraga yang dapat dilakukan dirumah.

Selain itu, konsumen juga mencari video- video yang bisa memberikan ide- ide bermanfaat atau menghibur. Misalnya, video tentang resep makanan yang dapat dicoba dirumah, selain bisa mengisi waktu luang video memasak juga dapat memberikan ide untuk bisa membuka bisnis rumahan. Dalam pandemi ini juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan video- video yang menghibur. Dan sekarang ini banyak sekali teknologi yang menyediakan video- video menghibur, seperti video pada youtube, tiktok, snak video, dan masih banyak situs lainnya. Bukan hanya menghibur video seperti itu juga bisa memberi peluang kita untuk berkarya dan juga mecari penghasilan.

Perubahan perilaku konsumen saat ini tentu saja terjadi karena adanya dorongan dari perubahan kondisi yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun, ada kemungkinan perilaku konsumen saat ini bertahan hingga jangka waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena konsumen pun membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali pada kebiasaan dan perilaku lama mereka. Konsumen tentu saat ini sudah terbiasa untuk berbelanja atau melakukan aktivitas dengan kontak fisik yang minim dan melakukan protokol kesehatan kapan dan dimana saja karena masih belum merasa aman sejak hadirnya pandemi ini.

Dengan perubahan perilaku konsumen di era new normal ini juga memberi dampak positif untuk para produsen. Produsen bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan biaya yang minim. Seperti halnya produsen bisa membuat toko belanja online dan mereka juga memerlukan reseller untuk membantu mereka dalam pengoperasian toko online. Hal ini juga menguntungkan bagi para konsumen karena dengan begitu konsumen akan mudah untuk membeli barang yang mereka butuhkan. Dengan pamdemi ini,  barang yang dulu tidak banyak yang cari sekarang menjadi barang yang sangat dibutuhkan dalam kondisi ini, seperti masker, tisu, sabun cuci tangan dan masih banyak lagi. Dalam kondisi ini produsen dan konsumen harus saling membantu agar mereka saling memberi manfaat.


Oleh Ulya Minata Rusdiati

Mahasiswi Ekonomi Syariah INISNU Temanggung

Di dalam Agama Islam sudah mencakup system hidup yang meliputi ibadah, negara, sosial, politik, pemerintahan, dan ekonomi.  Kegiatan ekonomi merupakan aktivitas pokok atau terbesar yang dilakukan manusia. Karena kegiatan ekonomi bertujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Manusia menginginkan hidup yang sejahtera dan Bahagia. Hidup yang sejahtera dan bahagia mustahil tercapai tanpa ketercukupan secara finansial, dan pengalaman ajaran agama yang benar. Apalagi  yang dipikiran manusia  cenderung dengan  uang, kesenangan duniawi  dan mempunyai harta atau kekayaan yang cukup memadai. 

Pendekatan Islam terhadap pencapaian yang adil merupakan bagian komperehensif ajaran islam untuk mewujudkan tatanan sosio-ekonomi yang ail dalam rangka menjaga kehormatan manusia sebagai makhluk Allah SWT.  Agama Islam  memberikan kebebasan untuk umatnya  untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai kemampuannya dalam bentuk saling bekerjasama. 

Dengan kerja sama akan terjamin dan terciptanya kerja produktif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan sosial, dan terlindunginya ekonomi bagi ekonomi yang lemah, dan dapat juga mencegah terjadinya penimbunan harta dan penindasan ekonomi dalam bentuk pendistribusian pendapatan  yang tidak adil. Meskipun islam memberikan kebebasan namun dalam tanda kutip jangan sampai membuat atau merusak kesejahteraan milik orang lain.  Karena sesungguhnya semua kekayaan di muka bumi ini hanya milik Allah SWT. Oleh karena itu distribusi  kekayaan  menjadi pusat perhatian ekonomi islam untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Distribusi merupakan salah satu kegiatan perekonomian manusia selain produksi dan konsumsi. Distribusi  merupakan suatu kegiatan  menyalurkan barang hasil produksi dari produsen ke  konsumen,  distribusi pendapatan merupakan proses penyaluran harta dari yang punya atau mempunyai kepada pihak yang berhak menerimanya baik melalui proses distribusi secara komersial maupun melalui proses yang menekankan pada aspek keadilan sosial. 

Sedangkan dalam pandangan Islam distribusi merupakan penyaluran harta yang ada, baik dimiliki oleh individua tau public kepada pihak yang berhak menerima yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan syariat. Adapun prinsip utama dalam konsep distribusi menurut pandangan islam yaitu untuk peningkatan dan pembagian bagi hasil kekayaan agar sirkulasi kekayaan dapat ditingkatkan, sehingga kekayaan yang ada dapat melimpah dengan merata dan tidak hanya beredar diantara golongan tertentu saja.

Fokus dari distribusi  pendapatan dalam Islam adalah proses pendistribusiannya. Sederhananya bisa digambarkan  seperti kewajiban menyisihkan sebagian harta bagi pihak yang berkecukupan sebagai kompensasi atas kekayaannya diberikan kepada pihak yang kurang beruntung atau yang kurang berkecukupan. Distribusi dalam ekonomi ekonomi islam mempunyai makna yang luas, mencakup pengaturan kepemilikan, unsur-unsur produksi, dan sumber-sumber kekayaan. 

Didalam AL-Qur’an terdapat ayat yang berhubungan dengan distribusi yaitu Qs. Al-Hasyr (59) : 7 “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah SWT, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, supaya harta itu janga beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maa tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kapada Allah SWT. Sesungguhnya  Allah amat keras hukumannya.”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa islam mengatur distribusi harta kekayaan termasuk pendapatan kepada semua masyarakat dan tidak terjadi hanya kepada orang kaya saja. Secara umum distribusi dalam islam mempunyai tujuan, yang pertama tujuan dakwah yaitu dakwah kepada islam untuk menyatukan hati sesame umat muslim. Yang kedua tujuan pendidikan yaitu pendidikan terhadap akhlak terpuji dan mensucikan akhlak tercela. Yang ketiga tujuan sosial yaitu memenuhi kebutuhan kelompok yang membutuhkan, dan menghidupkan prinsip solidaritas di dalam masyarakat muslim, mengikis kecemburuan sosial dalam masyarakat. Yang keempat tujuan ekonomi yaitu pengembangan dan pembersihan harta melalui sedekah, memberdayakan SDM  yang menganggur dengan terpenuhinya kebutuhan tentang harta, adil dalam merealisasikan  kesejahteraan ekonomi, dimana tingkat kesejahteraan ekonomi berkaitan dengan tingkat konsumsi, penggunaan secara baik sumber ekonomi.

Islam memberikan  batas-batas tertentu dalam berusaha, memiliki kekayaan dan mentransaksikannya. Dalam pendistribusian harta kekayaan. Al-Qur’an telah menetapkan langkah-langkah tertentu untuk mencpai pemerataan, pembagian kekayaan dalam masyarakat secara obyektif. Seperti memperkenalkan hokum mawaris, hokum zakat, hokum infaq, hokum sadaqah dan bentuk pemberian lainnya juga diatur untuk membagi kekayaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Distribusi kekayaan merupakan sebuah bentuk keadilan karena adanya beragam jenis masyarakat yang tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam menjalankan kehidupannya. 

Kedudukan negara didalam islam juga dapat membuat pengaruh yang besar, karena negara yang akan membantu menegakkan hokum islam  dalah kehidupan masyarakat. Peran pemerintah bisa terjadi karena kekuatannya yang memaksa, menentukan aturan-aturan, dan dapat mengarahkan proses distribusi. Pemerintah harus membantu masyarakat yang kurang beruntungdengan bantuan dari masyarakat yang lebih beruntung. Bantuan tersebut dapat dilakukan melalui pajak, sumbangan, zakat, hibah, infaq, dan lainnya. Selain untuk keperluan pribadi, pemerintah juga dapat mengalokasikan distribusi harta yang dapat digunakan sebagai kepemilikan umum.


Oleh Astri Yuliana Dewi

Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) INISNU Temanggung, Indonesia

Dunia pendidikan kali ini telah diwarnai oleh para generasi Z, dimana generasi Z ini sangat dikenal dengan generasi muda yang sudah mengenal teknologi sejak dini atau sering disebut juga sebagai i-gen. biasanya orang yang disebut dengan generasi Z ini lahir diantara tahun 1997 hingga 2000-an. Kebayakan dari anak generasi Z memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan sudah tidak diragukan lagi tentang hal-hal yang berbau digital. Bahkan mereka bukan hanya sebagai penikmat atau konsumen saja akan tetapi mereka bisa dibilang sebagai kreator yang ada didalamnya.

Namun berhati-hatilah dengan yang namanya digital karena digital ini memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Bahkan digital ini bisa menjadi bomerang bagi orang yang tidak pandai dalam penggunaannya,seperti halnya menggunakan tidak sesui dengan porsinya ataupun menggunakannya secara berlebihan. Sehingga, dalam hal ini generasi Z lebih rentan terkena depresi.

Kecanduan Gadget

Kebanyakan orang tidak sadar kalau dirinya sudah ketergantungan dengan gadget atau sering disebut dengan kecanduan gadget. Ini semua dikarenakan orang tersebut terlalu sering menggunakan gatget. Kecanduan gadget bisa dikatakan bahwa dimana seseoraang itu tidak dapat mengatur ataupun mengontrol juga tidak dapat membatasi dalam penggunaan gadget.

Taukah kalian bahwa kecanduan gadget juga memiliki dampak yang buruk bagi tubuh kita?

Dimana ada banyak sekali ciri-ciri orang yang kecanduan gadget, salah satunya yaitu seseorang akan merasa gelisah ketika dia tidak memegang handphond. Itu semua terjadi karena orang yang kecanduan gadget ini selalu membawa gadgetnya kemanapun dan dimanapun dia berada bahkan dia tidak mampu melihat situasi dan kondisi ketika menggunakan gadgednya, lebih-lebih orang yang sudah terlanjur kencanduan gatget tidak tertarik dengan hal-hal lainnya. Sehingga mengakitbatkan dia lebih suka berada didalam rumah daripada keluar rumah alhasil mereka sulit bersosialisasi.

bahkan dampak dari penggunaan gatget ini bukan hanya merusak fisik namun juga menyebabkan masalah psikoligis juga. Beberapa dampak negatif yang terjadi pada kesehatan fisik yang diakitbatkan seringnya menggunakan gadget yaitu masalah mata yang mana mata ini adalah hal yang paling rentan dalam penggunaan gatget karena mata yang terlalu lama dalam menatap layar gadget itu akan menyebabkan masalah. Baik itu mata menjadi lelah, mata kering bahkan mata menjadi minus atau bahkan bisa menjadi buta.

Kedua, yaitu nyeri dibagian tubuh tertentu, orang yang kecanduan maka biasanya tidak sadar bahwa tubuhnya mulai lemah salah satunya adalah nyeri pada leher, pundak bahkan nyeri pada jari atau pergelangan tangan karna seringnya menggunakan gadget.

Ketiga, sulit tidur, orang yang bermain gadget biasanya sering sekali lupa dengan waktu sehingga mereka lupa bahwa tubuh mereka juga butuh istirahat, dalam hal ini jika dilakukan secara terus menerus akan mengakitbatkan terjadinya masalah kesehatan sehingga mereka akan sulit dalam berkonsentrasi.

Dari beberapa efek fisik tersebut ada juga efek psikologisnya, dimana orang yang sering menggunakan gadget biasanya sulit dalam mengontrol emosi, mudah panik, cemas, sulit fokus bahkan mereka mudah stres. Sehingga jika dilihat dari dampak yang terjadi dalam kecanduan gadget tersebut disini peran dari layanan konseling sangatlah penting, apalagi dalam generasi Z ini.

Layanan Konseling

Konseling sendiri yaitu sebuah layanan dalam bentuk bantuan yang dilakukan baik secara perorangan maupun kelompok, hal ini dilakukan supaya konseli bisa memahami dan mencegah dirinya sendiri dan juga dapat belajar bagaimana cara memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.

Layanan konseling ini pada intinya digunakan untuk mengatasi berbagai bentuk masalah, layanan ini dapat dilakukan oleh keluarga maupun dari pihak sekolah. Apabila layanan ini dilakukan oleh pihak keluarga, maka bisa dilaksankan konseling secara individu terhadap si anak. Dimana nantinya orang tua diterapkan sebagai konselor, yang mana orang tua harus paham tentang konsep dasar dan juga tahapan yang ada dalam konseling individu. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya pendekatan, yang nantinya orang tua akan menggiring anak untuk sadar bahwa hidupnya tidak hanya berkaitan dengan gadget, hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak anak untuk melakukan permainan yang labih menarik dibandingkan dengan gadgetnya.

Selanjutnya dalam sekolah, dimana layanan yang diberikan disekolah bisa dilakukan menggunakan layanan konseling kelompok. Layanan ini dilakukan untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah yang dialami anak dengan dinamika kelompok. Bisa juga dengan konseling lapangan maupun pendekatan khusus.

Sehingga dalam hal ini kecanduan gadget ini dapat diatasi dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan layanan bimbingan konseling, yang mana nantinya pelan-pelan anak akan sadar bahwa dalam kehidupan itu bukan hanya ada dirinya dan gadgetnya saja namun dalam dunia itu terdiri dari berbagai jenis makhluk, dan semuanya tidak dapat hidup sendirian.

Jadi sudah sangat jelas dengan adanya layanan konseling itu dapat membuat pikiran seseorang lebih terbuka, sehingga orang dapat memahami dirinya dan lingkungannya, dan akan mulai berfikir dalam melakukan segala hal, bahkan mereka akan memelihara dan menumbuhkan segala potensinya.