Temanggung, TABAYUNA.com - Sebanyak tiga pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Temanggung melakukan janji kampanye damai, Kamis (15/2/2015). Mereka, akan melakukan kampanye di wilayah Kabupaten Temanggung sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan KPU Temanggung.

Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko, mengatakan tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung melalukan deklarasi kampanye damai dalam Pilkada Temanggung 2018, Paslon nomor 2 Haryo Dewandono dan Irawan Prasetyadi. Sementara nomor urut 3 M Hadziq dan R Ibnu Wibowo


Ketika mereka melakukan pelanggaran, termasuk tim sukses, maka akan dikenakan sanksi tegas dari KPU Temanggung. Pesan itu disampaikan Ketua KPU Temanggung dalam kegiatan yang digelar oleh KPU Temanggung, Kamis (15/2/2018).

Selain tiga paslon dan jajaran KPU Temanggung, partai pengusung dan tim sukses juga hadir, dan ratusan orang dari berbagai elemen tersebut juga ikut hadir. Kegiatan itu bertempat di depan Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB.

KPU Temanggung menggelar serangkaian acara kampanye damai untuk Pilkada Kabupaten Temanggung periode 2018-2023 kesemua paslon yang terdiri atas 3 paslon Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam acara ini dihadiri pula oleh selurug FKPD Kabupaten Temanggung dan seluruh tim sukses dari ke tiga paslon tersebut.


Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko dalam pidatonya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar seluruh prosesi kampanye dapat aman terkendali sampai selesai pilkada.

Pihaknya juga menuturkan jika ada salah satu pihak baik paslon, tim sukses paslon yang kedapatan melakukan pelanggaran, akan dikenakan sangsi sesuai dengan undang.

Dan dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan ikrar kampanye damai oleh ketiga paslon dan Ketua KPU Temanggung tersebut. (Tb33/hms).
Pembagian sembako oleh Yayasan dan SMK Jamaah Pasrah di wilayah Dukuhseti, Pati.
Pati, TABAYUNA.com - Banjir yang melanda sebagian desa di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah, menggugah Yayasan Jamaah Pasrah dan SMK Jamaah Pasrah (JAPA) Pati melakukan gerakan sosial dengan mengumpulkan bantuan untuk dibagikan pada warga yang terkena banjir.

Baca: Sesuaikan Zaman, SMK JAPA Pati Terapkan K13

Kegiatan itu, menurut Minannurrohman, Kepala SMK JAPA, dilakukan bersama-sama pelajar dan penguru yayasan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Sabtu 10 Februari 2018 kemarin sudah kita lakukan pembagian bantuan kepada korban banjir," kata Minan kepada media,

Kita, kata Minan, membagikan sembako untuk dhuafa yang tertimpa musibah banjir. "Tema kegiatan sosial ini 'Indahnya berbagai Bersama' di beberapa lokasi banjir," lanjut dia.

Baca juga: Lewat Lomba Unik, SMK JAPA Meriahkan HUT RI ke 72

Atas kegiatan itu, menurut Minan, banyak sekali lembaga dan sekolah mengikuti langkah sosial itu.
"SMK JAPA menjadi pelopor kegiatan korban banjir. Karena kami pertama kali melakukan gerak cepat membagikan sembako. Kemudian diikuti sekolah di Selempung, Kembang, Ngagel dan Karang Taruna setempat," kata dia.

Menurut dia, pengurus yayasan dan pelajar SMK JAPA membagikan sembako itu ke sejumlah titik. "Kita membagikan di wilayah Desa Dukuhseti, Kembang, Alasdowo dan Banyutowo," lanjut dia.

Ia berharap, kegiatan sosial itu akan menjadi bagian dari dakwah sosial untuk mengajak masyarakat peduli terhadap sesama ketika dalam kondisi apa saja termasuk saat ada banjir. (Tb33/hms).
Blora, TABAYUNA.com - Ada berbagai cara untuk mengajak pelajar SMA melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Salah satunya, yang telah dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora (IMPARA) UNWAHAS Goes to School ke 20 SMA/SMK/MA di kabupaten Blora.

Mereka, melakukan hal itu dengan merangkul IMPARA se-Semarang. Mereka menggelar sosialisasi kampus ke 20 SMA/SMK/MA di kabupaten Blora, Senin (12/01/2018).

Sosialisasi ini merupakan kegiatan rutinan setiap tahun yang diagendakan oleh IMPARA UNWAHAS, yang pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 sudah melaksanakan sosialisasi di 13 SMA/SMK/MA.

Tahun ini sosialisasi di mulai pada tanggal 25 Januari 2018 yaitu di SMK NU Kunduran. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kampus kepada calon penerus bangsa. Dalam sosialisasi ini juga diperkenalkan tentang IMPARA, dimana ini merupakan wadah bagi mereka untuk menggali informasi.  slogan IMPARA yaitu seduluran selawase untuk meningkatkan Blora yang lebih maju.

“Kami juga mengajak teman-teman mahasiswa dari kampus lain yang berasal dari Blora untuk berpartisipasi mengikuti acara IMPARA UNWAHAS Goes to School” ujar Dian Jati Wahyuni sebagai ketua umum dan Abdul Hafidz sebagai ketua panitia.

Siswa sangat berantusias dalam mengikuti acara tersebut dibuktikan dengan keseriusan mereka mendengarkan dari awal sampai akhir dan mereka aktif bertanya tentang apa yang belum mereka ketahui.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada kakak-kakak mahasiswa yang sudah merelakan waktunya untuk bersosialisasi di sekolah kami, dengan diadakan sosialisasi ini kami sebagai siswa senang karena sudah memiliki wawasan yang luas tentang dunia kampus berkat kakak-kakak” ujar salah satu murid di SMK NU Kunduran.

Ada daftar SMA/SMK/MA yang sudah di kunjungi oleh IMPARA UNWAHAS Goes to School. Mulai dari SMK NU Kunduran, SMA Muhammadiyah Todanan, SMK Khozinatul Ulum Todanan, SMK An-Nur Banjarejo, MA As-Syakur Mojowetan, MA Khozinatul Ulum Blora, MA Mambaul Huda Talok, SMK Nurul Huda Pudak, SMA Sultan Agung, SMK Sultan Agung.

Kemudian juga SMK Muhammadiyah Ngawen, SMK N 1 Kunduran, SMK Al-Alif Tunjungan, SMK Muhammadiyah Doplang, SMA Muhammadiyah Doplang, MA Ma’arif Randublatung, SMA NU 1 Kradenan, SMA Muhammadiah Randublatung, SMK NU Kedungtuban dan MA Kartayudha Kedungtuban.

Dalam sosialisasi ini berakhir tanggal 10 Januari 2018 di MA Kartayudha Kedungtuban. Dari 20 kepala sekolah yang kami kunjungi dalam sosialisasi mengucapkan terimakasih banyak atas pencerahannya kepada murid-murid didikan nya. Sehingga pandangan tentang dunia kampus tak lagi menyeramkan.(tb33/hi)..
Suasana Wisuda Program Sarjana ke XXIII STAINU Temanggung
Temanggung, TABAYUNA.com - Dr. H. Mohamad Arja Imroni, M.Ag Sekretaris PWNU Jateng menegaskan ada perbedaan mendasar antara sarjana STAINU Temanggung dengan sarjana lain. \

Baca: Cerita Kholilur Rokhman, Wisudawan Terbaik STAINU Temanggung

"Sarjana muslim tidak perlu takut dan pesimis. Kalau ada sarjana STAINU kok takut yakin dengan kehidupan ke depan, maka Anda tidak yakin dengan Allah Swt," beber yang mewakili KH. Abu Hapsin Umar, Ph.D Ketua PWNU Jateng, Selasa (13/2/2018).

Janganlah dengan rezeki, kata dia, di NU sudah diajarkan tidak perlu resah. "Yang perlu Anda resah adalah besuk di akhirat membawa apa," ujar dia di hadapan ratusan hadirin tersebut di gedung pemuda Temanggung.

Sarjana di mana-mana, kata dia, itu sama. "Standardisasi kurikulumnya sama yaitu KKNI tadi. Yang membedakan adalah distingsi lebih daripada sarjana lain. Sarjana STAINU pasti memiliki nilai lebih dari sarjana lain. Kalau Al-akhwal Al-syaksiyah, saya yakin kitabnya nglotok," beber dia.

Sekali lagi, kata dia, kami atas nama PWNU Jateng mengucapkan selamat wisuda ini semoga ilmu Anda bermanfaat bagi semua.


Dalam wisuda itu, hadir perwakilan LPTNU, PWNU Jawa Tengah, PCNU Temangggung,  BPPPTNU Temanggung, Prof Dr H Muhibbin Noor, MA, Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang mewakili Bupati Temanggung, Bank Jateng dan Bank Syariah, tamu undangan dari Kodim, Polres, SKPD dan pejabat Temanggung yang hadir. Hadir pula para anggota Senat, kiai, alim ulama, orang tua dan wisudawan, civitas akademika STAINU Temanggung. (*)