Semarang, TABAYUNA.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif (LPM) PWNU Jawa Tengah membahas Pekan Olahraga Dan Seni (Porsema) LP Ma’arif NU Jawa Tengah yang direncanakan besuk pada Juni 2019 mendatang di Kabupaten Temanggung.


Hal itu terungkap dalam Rapat Koordonasi dan Persiapan Pergamanas II tahun 2019 di Hotel Muria Semarang, Kamis (13/12/2018) yang dihadiri puluhan penguru LPM PCNU se Jawa Tengah, dan sejumlah pengurus LPM PWNU Jateng.

“Kami merencanakan Porsema di Temanggung besuk bulan Juni. Karena kalau April itu bulan politik, Mei itu bulan puasa, dan yang paling pas adalah Juni,” kata Zaedun Koordinator Porsema LPM PWNU Jateng tahun 2019.

Pada prinsipnya, kata dia, untuk lomba cabang apapun, karena ini untuk kita semua maka saya tekankan adalah kesepkatan bersama.

Sementara itu, Ketua LP Ma'arif NU Temanggung Miftahul Hadi menambahkan, pemilihan waktu Juni dinilai paling cocok melihat April dan Mei yang kurang pas.

Pihaknya juga memberi masukan, untuk LPM PWNU Jateng untuk mengkaji lagi masalah cabang lomba. “Di Temanggung ini lagi senang-senangnya pencak silat sesuai instruksi dari Ketua Pagar Nusa, maka kami mohon nanti untuk pencak silat dikaji ulang,” beber Zaedun yang juga Wakil Sekretaris LPM PWNU Jateng.

Ditambahkannya, bahwa acara Porsema di Temanggung sudah diback up oleh Pemkab Temanggung. “Nanti sudah diback up Pemkab Temanggung. Tapi dari daerah harus jelas pesertanya

Untuk kesiapan tempat, lanjut dia, dan lainnya, kami nanti koordinasi lebih lanjut, kami usahakan maksimal. “Kami akan koordinasi dengan Pemda, Kemenag, dan SMK/SMA yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah,” ujar dia.

Usai penyampaian konsep dari LPM PWNU Jateng  dan LPM PCNU Temanggung, dilanjutkan masukan dari peserta lain. (tb44/hi).

Semarang, TABAYUNA.com – Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) Wilayah Jawa Tengah menyiapkan agenda Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) II Tahun 2019 yang direncanakan akan digelar Selasa – Sabtu, 19 - 23 Februari 2019 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta.

Agenda tersebut dipandu langsung H. Shobirin, M.Pd.I Pengurus LPM Jateng Bidang Pramuka yang juga diamani menjadi Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng yang menyampaikan Kesiapan Sakoma Jateng dalam Kontingen Pergamanas II Tahun 2019 di Hotel Muria Semarang, Kamis (13/12/2018).

Kegiatan itu disampaikan Kakak Shobirin, sesuai dengan Surat Edaran Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Pusat, No. 20/NAS/SU/SAKO-MA’ARIF NU/XI/2018 Tentang Permohonan Peserta PERGAMANAS II, kemudian Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan PERGAMANAS II tahun 2019 dan Petunjuk Teknis Kegiatan PERGAMANAS II tahun 2019.

“Tujuan kegiatan ini, agar Kontingen Sakoma NU Jawa Tengah terorganisir, sistematis, efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama,” ujar dia di hadapan puluhan perwakilan LP Ma’arif NU se Jawa Tengah tersebut.

Selain membahas jumlah peserta, agenda itu juga membahas persiapan teknis sampai dengan aspek pendataan kontingen Jateng. (tb44/hms). 

Semarang, TABAYUNA.com - Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) Wilayah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordonasi dan Persiapan Pergamanas II tahun 2019 di Hotel Muria Semarang, Kamis (13/12/2018).

Hadir Ketua PWNU Jateng Drs. KH. Muzammil, Sekretaris PWNU Jateng KH. Hudalloh Ridwan, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan, M.Ag, jajarangan pengurus LP Ma'arif PWNU Jateng periode 2018-2023 dan perwakilan LP Ma'arif PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng R. Andi Irawan, M.Ag mengatakan, bahwa kepengurusan LP Ma'arif NU Jawa Tengah periode 2018-2023 adalah murni dari amanah Rais Syuriah dan Tanfidiyah PWNU Jawa Tengah untuk memajukan pendidikan di bawah Ma'arif NU se Jawa Tengah.

"Kita harus bersinergi, menjaga ukhuwah nahdliyah agar memajukan pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU se Jawa Tengah," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan ada program yang secara global menjadi garapan pengurus baru dalam rangka memajukan pendidikan di bawah LP Ma’arif Nu se Jateng. "Pertama adalah peningkatan mutu satuan pendidikan di bawah Ma'arif NU. Kami akan membuat tim pendamping satuan pendidikan di bawah yang bekerjasama dengan LP Ma'arif di tingkat PCNU. Nanti tidak kerja sendiri, ke depan akan kita ambil para tim perumus dari tingkat PWNU dari unsur akademisi, peneliti, praktisi. Sedangkan yang di tingkat PCNU adalah tim pengembang yang mendampingi peningkatan mutu dari aspek kurikulum, metode pembelajaran, manajemen, dan lainnya," kata pria asal Pati tersebut.

Kedua, kita dihadapkan dengan krisis ideologi. "Salah satunya ideologi radikalisme. Maka penguatan ideologi Aswaja Annahdliyah urgen di tengah perang ideologi global," kata dia.

Sebab, kata dia, selama ini mata pelajaran Aswaja dan Ke-NU-an hanya dianggap muatan lokal. "Kami berencana, ke depan kami siapkan pendidikan khusus untuk guru yang menguatkan pemahaman tentang Aswaja dan Ke-NU-an," ujar Andi.

Ketiga, problem moralitas. "Salah satu program di sini adalah penguatan wali murid, komite, selain menguatkan evaluasi namun juga menguatkan ideologi Aswaja Annahdliyah," kata dia.

Kami sudah berkoordinasi dengan meminta saran kiai sepuh, kata dia, untuk meminta arahan agar metode khusus dengan tujuan menguatkan moral. "Karena kalau problem moral ini tidak cukup dengan ceramah agama, namun metodenya harus di atas ESQ namun metode ini tidak cocok di Ma'arif NU," lanjut dia.

Keempat, problem literasi. "Literasi ini menjadi problem nasional, karena negara kita tingkat literasinya nomor dua di dunia. Budaya kita masih verbal, jarang yang berdiskusi, membaca, meriset, menulis, sehingga nanti akan lahir hadir anak-anak dari Ma'arif yang luar biasa kemampuan literasinya," beber dia.

Kelima, problem satuan pendidikan Ma'arif belum merata. "Daerah yang NU lemah di sana, ini menjadi garapan kami agar ke depan banyak sekolah berlabel Ma'arif yang manajemennya bagus, pengelolaannya baik," beber dia.

Keenam, manajemen yang masih konvensional. "Ke depan, manajemen berbasis digital, IT, agar manajemen di madrasah atau sekolah Ma'arif modern dan mampu menjawab tantangan zaman," tukas dia.

Ke depan, kata dia, PWNU Jateng telah menginstruksikan lembaga-lembaga di bawah NU untuk bersinergi baik itu Laziznu, Pergunu, dan lainnya.

Dalam kegiatan Rapat Koordinasi tersebut, Ketua PWNU Jateng Drs. KH. Muzammil menyampaikan, bahwa pendidikan Ma'arif NU Jawa Tengah selama ini sudah berjalan baik. "Kalau ada masalah, problem, berarti itu menunjukkan kita masih manusia. Kalau ada masalah, kita pasti ada ikhtiar lahir yang penting, namun ikhtiar batin juga sangat penting," beber dia.

Karena kita di bawah NU, kata dia, maka tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional dan kita punya tujuan sendiri yang mengacu pada konsep dan ajaran dari ulama salafussalih yang terdahulu. "Harusnya kita mendidik anak tidak hanya sejahtera secara materi namun juga sejahtera imateri," katanya.

Dalam sistem pendidikan nasional, katanya, manajemennya ada input, proses, kemudian proses. "Kita boleh bekerjasama dengan lembaga pendonor, namun
harus berorientasi pada output yang bagus," beber dia.

Ke depan harus ada kerjasama, kata dia, semua itu tidak dapat dicapai jika hanya LP Ma'arif NU saja. "Namun harus bersinergi dengan LBM NU, LTN NU, Pergunu," beber dia.

Ada beberapa rekomendasi PWNU Jateng untuk Rapat Koordinasi LP Ma’arif NU Jawa Tengah tersebut. Pertama, mendirikan madrasah unggulan. Kedua, mendirikan labschool unggulan. Ketiga, mendirikan penjamin mutu pendidikan.

Keempat, memperkuat jaringan pendidikan dengan stakeholder dengan birokrasi. Kelima, memperkuat kelembagaan organisasi guru NU. Keenam, mendorong cabang mendirikan madrasah Ma’arif. Keenam, memperkuat tenaga pendidikan yang memiliki kompetensi Aswaja Annahdliyah.

Sambutan selanjutnya, disampaikan Sekretaris PWNU Jateng KH. Hudalloh Ridwan yang mewakili KH Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah yang memantik spirit berideologi Aswaja Annadliyah. “Ber-NU adalah memberi pelayanan, pengkhidmatan, kepada umat Rasulullah Saw,” tegas dia.


Maka di NU, katanya, ada lembaga pendidikan, ekonomi, dan lainnya yang tidak bisa berjalan sendiri. “Namun harus secara jam’iyah, kelembagaan, dalam rangka mewujudkan visi besar NU, yaitu membentengi faham radikal, dengan menegakkan Islam Aswaja Annahdliyah dan menegakkan nasionalisme sebagai benteng NKRI,” kata dia.

Kita harus aktif dan yakin, katanya, karena besuk-besuk kita nggak tahu jadi NU atau tidak. “Saya yakin NU akan tetap ada sampai kiamat. Kita boleh mati, tapi NU tidak,” bebernya. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan agenda inti . (tb44/hi).
TABAYUNA.com - Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi terkait layanan Lion Air penerbangan JT-264 rute Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN), bahwa operasional dijalankan sesuai dengan prosedur.

Penerbangan JT-264 telah dipersiapkan dengan baik dan akan diberangkatkan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHW dengan total membawa 195 penumpang serta tujuh kru.

Pesawat PK-LHW sudah menjalani prosedur pemeriksaan sebelum dioperasikan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Penerbangan JT-264 memiliki jadwal berangkat pukul 08.30 WIB. Pada 08.33 WIB seluruh penumpang sudah berada di kabin (finish boarding) serta pintu pesawat sudah ditutup.

Ketika pesawat menuju landas pacu (runway), sekitar pukul 09.20 WIB pesawat tidak bisa bergerak (stuck) di landas hubung atau tempat dimana pesawat menunggu antrian (taxiway). Dalam kondisi ini, kinerja pesawat dan indikator masih menunjukkan normal. Oleh karena itu, guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot memutuskan menunda keberangkatan JT-264 dan segera menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) serta teknisi guna melakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pengecekan, stuck terjadi pada roda bagian belakang (mainwheel) yang mengalami kendala amblas di aspal area taxi out.

Dengan kerjasama yang baik antara petugas Lion Air, pengelola bandar udara, perusahaan layanan darat dan berbagai pihak, pesawat PK-LHW berhasil dilakukan penarikan (towing) menggunakan kendaraan penarik pesawat (pushback car) pukul 09.53 WIB. Pesawat kembali menuju landas parkir (apron).

Pada saat posisi pesawat sudah berada sempurna di landas parkir, kru serta penumpang diturunkan dan diarahkan menuju ruang tunggu keberangkatan. Lion Air telah menginformasikan penundaan keberangkatan JT-264. Sebagai bagian upaya pelayanan terbaik, Lion Air memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) sesuai ketentuan.

Lion Air juga memfasilitasi apabila penumpang JT-264 akan melakukan pengembalian dana (refund) atau perubahan jadwal berangkat (reschedule) menurut aturan yang berlaku.

Saat ini, teknisi masih melakukan pengecekan kembali pada pesawat PK-LHW. Hal ini sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) guna memastikan kondisi pesawat laik terbang.

Dalam tujuan lebih menjaga kenyamanan. Penerbangan JT-264 diberangkatkan kembali menggunakan armada Lion Air yang lain, yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJG yang membawa tujuh kru serta 195 penumpang. Pesawat lepas landas pukul 11.37 WIB dan diperkirakan tiba di Balikpapan pada 14.00 WITA.

Lion Air akan meminimalisir akibat yang timbul dari keadaan tersebut, supaya operasional rute Lion Air lainnya tidak terganggu. (tb44/Danang).