TABAYUNA.com - Santri putri Pondok Pesantren  Darul Muttaqien komplek Assiyatul Karimah melaksanakan kegiatan Adziba’  dalam rangka memperingati lahirnya baginda nabi agung Muhammad SAW pada tanggal 20 november/ 12 robiul awal 1440. Warga Desa Bolong, Ngaditirto, Selopampang, Temanggung  juga ikut berpartisipasi kegiatan ini yang dilaksanakan di rumah kyai ponpes Darul Muttaqien yaitu KH.Cholil Asyari.


Beliau adalah kyai tersepuh di temanggung yang masih mengasuh pondok pesantren hingga saat ini. Pelaksanaan kegiatan  ini diikuti sekitar kurang lebih 350 santri putri.  Dengan rasa kecintaan mereka dengan kanjeng nabi Muhammad mereka berduyun-duyun hingga berdesak-desakan  mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan sakral dan sangat dimuliakan.

“Momen ini adalah momen yang berharga bagi kita karena menurut saya kegiatan ini adalah cara menunjukkan bahwa kecintaan kita terhadap nabi muhammad sangat besar, kita sangat berharap semoga mendapat syafaatnya, tutur salah satu santri putri, Selasa (20/11/2018).

Saya sendiri sangat bangga  melihat apresiasi santri yang sangat antusias dari kemarin malam sampai tadi siang, rangkaian acara yang tersusun rapi dari kemarin malam Adziba’ di komplek assiyatul karimah, dilanjutkan  keesokan harinya adat “ambengan” atau shodaqoh makanan dari warga desa bolong sendiri, adat ini dilakukan setiap tahun karena memang desa bolong bisa disebut desa santri. (tb44/Laeli.z).

Temanggung, TABAYUNA.com - Warga desa di wilayah daerah Tembarak Temanggung pasti tak kaget dengan budaya memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad Saw. Moment inilah yang bahkan ditunggu oleh masyarakat karena kebanyakan pasti tidak hanya memperingati maulid ini dengan seremonial belaka melainkan menggunakan  adat jawa yaitu ingkungan, ini yang menjadi penarik masyarakat dalam memperingati maulid kalau bahasa jawanya mongso mangan iwak pitek. 

Kenapa kendati demikian memakai budaya dengan ingkung karena event seperti ini kalau dalam masyarakat sekitar sini sama dengan budaya sadranan dan budaya nuansa NU dll dan kalau secara logika saja kita memperingati hari ulang tahun kita atau kekasih kita saja dengan hidangan-hidangan yang special masa baginda nabi kita tidak.


Dalam Desa Krajan Tembarak misalnya moment ini di kemas dengan euforia yang bernuansa islami misal saja biasanya menggelar pengajian kemudian dan berbagai aktifitas seperti barjanji dzibaan dan juga pada acara puncaknya yaitu dengan makan bersama atau kepungan seluruh warga desa dengan ingkungan tersebut.

Tujuanya jelas yang pertama bukti cinta kita kepada Rosul dengan memperingati maulid nabi, kedua mengharapkan mengharapakan syafaatnya dalam hadist pun tertera "barang siapa memuliakan hari kelahiranku maka aku akan memberikan syafaatnya di hari qiamat" jadi jelas event begini tidak bid'ah.

Dalam kitab Fathul bari karangan al-hafidz ibnu hajar al aqsolani juz 11, hal 431 pun diterangkan, Seorang Abu lahab saja yang nyata musuh nabi mendapatkan pertolongan keringanan siksa setiap hari senin karena bergembira dengan kelahiran nabi, itu bukti bahwa rosul memberikan kemanfaatan yang sangat besar sampai orang kafir sdkalipun. Apalagi kita yang umatnya harus bergembira dengan kelahiran nabi besar Muhammad SAW dan semoga kita semua tegolong umat yang mendapatkan syafaatnya nanti Amien. (tb33/Robin).

Pati, TABAYUNA.com - Untuk kali kedua, Komunitas Kawan Ngopi (KKN) Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti menggelar Festival Nyete Terbesar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Nyete merupakan tradisi arau budaya melukis dengan ampas kopi yang biasanya menggunakan alas batang rokok. Di wilayah Pantura timur seperti Pati, Rembang, Tuban, Lamongan dan sekitarnya, nyete sudah menjadi tradisi unik di kalangan pemuda khususnya pecinta seni.

Hal itu diungkapkan Miftahul Huda penanggungjawab kegiatan kepada wartawan pada Selasa (20/11/2018). "Ini merupakan Festival Nyethe Terbesar di Kabupaten Pati," katanya kepada Tabayuna.com.

Panitia mengusung tema "corat-coret bergembira." "Untuk visi misinya, nguri-nguri seni budaya dan alam. Juga guna memberi wadah bagi anak nongkrong yang kreatif di bidang corat-coret dan genjrang-genjreng," tukas dia.

Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan acara art on cigarette festival edisi (tahun) ke-2. "Pendaftaran dibuka untuk umum seluruh Indonesia. Yang pastinya akan lebih meriah dari tahun sebelumnya," harap dia.
Kegiatan itu direncanakan akan digelar Minggu 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB di Algent Coffee Oro-oro Tengah Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Acara itu juga akan diramaikan The Anggermuni, Yin Yang Band, Azeka Galih Adicandra dan Algent Jamming.

Mif menambahkan, bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri dan mengontak panitia di nomor yang sudah tertera di pamflet atau langsung japri 082327048329. (tb22).
Pati, TABAYUNA.com - Tanggal 12 Rabiul Awal yang jatuh pada Selasa (20/11/2019) ini merupakan momentum yang sangat bersejarah khususnya umat Islam. Allah SWT menakdirkan dilahirkannya seorang nabi akhiruzzaman  yaitu Muhammad Saw, nabi sekaligus Rasul penyelamat alam.



Oleh karena itu setiap memasuki awal bulan Rabiul awal dengan istilah lain bulan Maulud di penjuru pojok-pojok desa, baik di musholla, masjid, bahkan di rumah-rumah penduduk, alunan dan lantunan sholawat hampir bisa dipastikan menghiasi telinga kita. Hal ini sebagai salah satu bukti mahabah kita kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Tidak kalah semangatnya siswa-siswi SMK Jamaah Pasrah Dukuhseti Pati yang berada di bawah naungan Yayasan Jamaah Pasrah juga andil  mengumandangkan alunan sholawat, sebagai salah satu wujud mahabah ke kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Ahmad Abror Waka Kesiswaan SMK Jamaah membeberkan bahwa peringatan maulid nabi Muhammad Saw ini bertujuan agar siswa-siswi dihatinya selalu tertanam kecintaan kepada Baginda Rasulullah Muhammad Saw.

"Serta bisa meneladani akhlak beliau sesuai dengan tema yang diusung Menggapai Ridho Illahi mendapatkan syafaat nabi," kata dia di sela-sela perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di SMK JAPA.

Minanur Rohman Kepala SMK JAPA di sela-sela perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di SMK JAPA juga menambahkan SMK JAPA menjadi salah satu SMK yang turut menjaga tradisi warisan Walisongo dan ulama-ulama terdahulu salah satunya adalah mauludan dan burdahan yang selama ini masih berjalan.

"Semoga pada perayaan Maulid Nabi Muhammad kali ini membawa berkah bagi kita semua khususnya bagi SMK JAPA yang kini sedang berkembang," tukas dia. (tb22)