Pmb Stainu Temanggung 2018-2019

Temaggung, TABAYUNA.com - Sejak bedirinya Pondok Pesantren Miftahkhurrosyidin (PPMR) Cekelan, Madureso, Temanggung, Jawa Tengah, telah terkader para wisuda putra dan putri dengan spesifikasi ilmu alat dan kitab Alfiah Ibnu Malik sebagai barometernya.

Baca: Terjemah Nadzom Alfiah Ibnu Malik Terlengkap 81 Bab dan 1000 Bait

Pada bulan ini, sukses digelar Wisuda Alfiah Dahlan Ibnu Malik yang ke 23 di PPMR Cekelan, Madureso, Temanggung itu.

Baca: Terjemah Matan Kitab Jurumiyah Terlengkap dan Download Video Bait Jurumiyah 

Dalam kajian-kajian angkatan, terdapat dua kitab utama yang menjelaskan tentang 1002 bait nadhom Alfiah Ibnu Malik, yaitu kitab ibnu aqil dan dahlan, kitab dahlan sebagai angkatan ganjil dan ibnu aqil sebagai  kajian utama.

Yang demikian ini merupakan bukti kredibilitas kitab alfiah ibnu malik sebagai instrumen yang argen terhadap kajian Bahasa Arab. Demikian penjelasan panitia wisuda dalam siaran pers yang diterima Tabayuna.com, Jumat (20/4/2018). Dalam wisuda itu, diikuti santri dari berbagai daerah. (Tb44/hms).
Temanggung, TABAYUNA.com - Untuk mendukung dan sekaligus menjaga tradisi sadranan, tim KKN STAINU Temanggung di Desa Tawangsari, Temabarak, turut mempertahankan budaya  kearifan lokal sadranan bersama masyarakat Jokopati dan ndalem pada Kamis (19/4/2018).

Baca: KKN STAINU Temanggung Sasar Penguatan Kelembagaan dan SDM

"Mereka melaksanakan kegiatan yang setiap tahunnya diadakan warga setempat. Acara ini merupakan salah stu wujud dari kecintaan dan hormat kepada para orang tua yang telah gugur mendahului," tutur ketua panitia kegiatan dalam siaran pers yang diterima TABAYUNA.com.

Tim KKN STAINU Temanggung, dalam hal ini berpartisipasi mengikuti rangkain acaranya, hal ini juga dapat disinyalir untuk mewujudkan program kerja KKN STAINU Temanggung yang salah satunya juga melaksanakan pengakatan ulama kharismatik di daerah Temanggung agar dikenal dan mengudara.

Baca: Daftar Makam Wali di Temanggung yang Wajib Kamu Ziarahi! 

"Sehinga kelak menjadi salah satu dari berbagai makam yang dipusatkan sebagai tempat wisata religi, yang dikelola dengan baik dan dishare melalui sistem informasi desa," kata Almaksirun Koordinator KKN STAINU Temanggung di Desa Tawangsari tersebut.

Baca: Penguatan SDM Kelembagaan Keagamaan Jadi Fokus KKN STAINU Temanggung 
Baca: Lewat FGD, KKN STAINU Temanggung di Tawangsari Rumuskan Program Unggulan


Kegiatan ini dibuka oleh Kadus setempat. Sementara mauhidoh khasanah dan doa bersama dipimpin KH Kholil As Ary Bolong, Selopampang, Temanggung. Dalam kegiatan ini, ratusan warga turut antusias mengikuti kegiatan rutin tiap tahunnya tersebut. (Tb44/hms).

Suasana lomba tonnis di STAINU Temanggung
Temanggung, TABAYUNA.com - Rangkaian Dies Natalis STAINU Temanggung ke 48 ini sangat meriah. Lomba tonnis yang dihelat pada Kamis (19/4/2018), menjadi lomba yang mengawali kegiatan Dies Natalis STAINU Temanggung yang pertama kali yangd iikuti antarcivitas akademika STAINU Temanggung.

Baca: Jangan Lewatkan, Ini Agenda Dies Natalis STAINU Temanggung 2018 
Baca: Hai Mahasiswa dan Mahasiswi, Ayo Daftar Duta STAINU Temanggung 2018!

BEM STANU Temanggung yang menjadi panitia dalam rangkaian acara Dies Natalis STAINU Temanggung itu, melangsungkan kegiatan yang pertama yaitu perlombaan tonnis.

Ana Sofiyatul Azizah Pembantu Ketua STAINU Temanggugn, dalam kesempatan itu membuka acara tersebut dan berharap agar pertandingan berjalan dengan fair dan sportif.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM STAINU Temanggung, Ulfi, menjelaskan bahwa lomba tonnis diadakan selain menjadi salah satu rangkaian acara Harlah STAINU Temanggung ke 48, tonnis merupakan olahraga yang belum mashur khusunya kalangan temanggung sendiri. "Karena meruapakan olahraga yang notabene baru diusung oleh dosen UNNES dan diharap bisa menjadi ikon olahraga yang diangkat di Temanggung sendiri," beber dia, Jumat (20/4/2018).

Sementara M. Fadholi AH perintis olahraga tersebut menjelaskan bahwa olahraga ini bukan termasuk kategori lomba yang sulit seperti sepakbola atau basket. "Olahraga ini bisa dilakukan oleh kalangan civitas akademika STAINU yang masih awam akan tonnis itu sendiri jadi akan tetap berjalan ramai," beber dosen Prodi PGMI STAINU Temanggung itu.

Selain tonnis, ada sejumlah rangkaian Dies Natalis STAINU Temanggung. Panitia berharap agar kegiatan tahunan ini menjadi wahana memajukan kampus. (Tb44/Robin).
Menteri Agama (tengah) di sela-sela Ngaji Kebangsaan di UIN Walisongo, Jumat (20/4).
Semarang, TABAYUNA.com  - Dalam rangka ulang tahun (Dies Natalis) ke UIN Walisongo  Semarang ke 48, BEM dan Ketua STAINU Temanggung turut menghadiri  Ngaji Kebangsaan bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (20/4/2018) di kampus tersebut.

UIN Walisogno menyelenggarakan acara bersama Kementerian Agama yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan. Mahasiswa STAINU yang diwakili BEM  turut mensukseskan acara Ngaji Kebangsaan bersama Menteri Agama dengan tema "Mengasah Jatidiri Indonesia" yang diawali dengan bacaan ayat suci Alqur an beserta lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Syubbanul Wathan dan serangkaian acara lainnya.

Baca: Surat Terbuka Dosen UIN Walisongo untuk Mendikbud

Menag menyampaikan sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena negeri ini memiliki keistimewaan yang melimpah. "Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh negara Indonesia, berbagai suku yang beragam, berbagai kekayaan flora dan fauna dengan keberagaman tersebut kita patut bangga kepada negara ini," kata dia.

Pihaknya menambahkan, berbagai keragaman yang ada di Indonesia ini tidak menghalangi bagi bangsa Indonesia untuk hidup tentram dan damai yang dilandasi dengan ideologi pancasila dan UUD 1945.

Baca: Inilah 27 Pondok Pesantren di Dekat UIN Walisongo Semarang yang Bernafaskan Aswaja 

"Ideologi bangsa, UUD 1945, dan semua bidang kenegaraan tidak terlepas dari unsur religiusitas dan agama, karena Indonesia mengatur bidang keagamaan, walaupun mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim tetapi Indonesia bukan negara Islam, dan Indonesia juga bukan negara sekuler bersyukurlah kita dapat menjalankan Ibadah dengan tenang walaupun saat ini ada hal-hal yang mengatasnamakan agama," tambahnya.

Sebagai penutup, Lukman menyampaikan agama dan bangsa itu seperti uang logam yang mempunyai dua sisi yang berbeda tetapi keduannya tidak dapat dipisahkan, saat menjaga keutuhan negara secara tidak langsung juga menjalankan keagamaan begitulah sebaliknya.

Baca: Ulama yang Mengafirkan Umat Islam itu Ulama Bathuk Ireng

Dalam kesempatan itu, Ketua STAINU Temanggung, Moh. Baehaqi beserta BEM STAINU Temanggung turut mendukung keragaman Indonesia. Tentunya, hal itu sudah sesuai dengan cita-cita NU yang selama ini komitmen menjaga NKRI. (Tb44/Sri Astuti).