Semarang, TABAYUNA.com – Pada Senin (21/1/2019), panitia Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Tengah memantabkan persiapan dengan menggelar rapat di kantor PWNU Jawa Tengah. Sesuai rencana, Muskerwil PWNU Jateng akan digelar pada Sabtu 26 Januari 2019 di Temanggung.

Panitia akan memusatkan kegiatan di kampus STAINU Temanggung dan KBIH Babussalam NU Temanggung. Dalam rapat itu, hadir sejumlah pengurus PWNU Jateng dan beberapa perwakilan dari lembaga di bawah PWNU Jateng dengan agenda persiapan Muskerwil PWNU Jateng di Temanggung.

“ Acara Muskerwil akan dihadiri semua pengurus PWNU Jateng periode 2018-2023, dan pengurus PCNU se Jawa Tengah,” kata R. Andi Irawan Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng.

Menurut panitia, acara muskerwil insyaallah akan dibuka oleh jajaran PBNU dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo. “Rapat ini membahas program kerja lembaga-lembaga dan sinkronisasi program antarlembaga agar tidak terjadi tubrukan atau kesamaan program. Persamaan persepsi tentang format program kerja juga dibahas,” lanjut dia.

Pihaknya juga menambahkan, banyak sekali agenda urgen yang akan dihabas dalam forum se Jateng tersebut. “Semoga lancar dan menghasilkan sesuatu yang maslahah bagi kemajuan NU. Amin,” kata

Rapat ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Tanfidziyah dan Syuriah serta lembaga-lembaga. Panitia, menyepakati tema Muskerwil adalah “Meneguhkan Kemandirian Jamiyah dan Jamaah Menuju Satu Abad NU." (tb55/Ibda).
Temanggung, TABAYUNA.com - Selain mendidik dan mengajar, tugas dosen juga meneliti atau meriset dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua STAINU Temanggung Dr. H. Muh. Baehaqi, MM., Senin (21/1/2019) saat merillis buku barunya berjudul Seni Rebana Perempuan di Temanggung: Studi Komunitas Rebana Salaf Khoirun-Nisa yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara.

Buku tersebut merupakan hasil riset transformatif di Temanggung yang didanai Diktis Kemenag RI pada tahun 2018 berjudul "Peningkatan Kualitas Seni Rebana dalam Komunitas Rebana Salaf Khairun-Nisa di Kecamatan Tembarak Temanggung". Riset yang menjadi buku tersebut ditulis bersama Eko Sariyekti, M.S.I dosen STAINU Temanggung.

Menurut Dr. H. Baehaqi, seni rebana perempuan di Temanggung memiliki tipe menarik dan memuat kearifan lokal dibandingkan dengan seni rebana di daerah lain. "Seni rebana dalam penelitian yang kami lakukan memiliki tipe berbeda dengan seni yang lain. Salah satunya kearifan lokal dan digabungkan dengan nilai-nilai Islam," beber doktor jebolan UII Yogyakarta.

Dalam penelitian itu, peneliti merangkul komunitas masyarakat dan komunitas rebana dengan diberi tindakan melalui workshop, dilanjutkan dengan gebyar rebana. "Hasilnya, ada peningkatan ilmu dalam ketukan dan vokal dalam rebana," katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya buku itu menjadikan kiprah STAINU Temanggung makin nyata dan benar-benar mewujudkan kampus berbasis riset. (tb44/Ibda).
Sidoarjo, TABAYUNA.com - Pimpinan anak cabang IPNU - IPPNU Tulangan menyelenggarakan Majelis sholawat yg berada di PR. IPNU-IPPNU desa Medalem.

Majelis sholawat ini merupakan program untuk meningkatkan rasa mahabbah terhadap nabi Muhammad SAW., meningkatkan kedekatan kader melalui silaturahmi dan sebagai keistiqomaan pelajar NU dalam bersholawat. Kegiatan ini di di ikuti hampir 350 peserta dari seluruh ranting IPNU IPPNU se kecamatan Tulangan.

Ahmad Nuzul Selaku Ketua PR. IPNU - IPPNU Medalem menyampaikan ia terharu. "Saya merasa terharu dan bangga atas kehadiran peserta yg luar biasa banyaknya,tetaplah  bersemngat agar pengurus dan anggota PR. IPNU IPPNU medalem tidak bosan - bosan dalam berkegiatan ke hal yg positif karena melihat ero globalisasi yg kuat maka semakin banyak masalah, tetapi saat seseorang mampu mnyelesaikan masalah itu disitulah letak kebijaksaan," ujar ketua PR. IPNU Medalem

PAC IPNU IPPNU tulangan  M. ANDREE PRAKOSO juga memberikan apresiasi yg bnyak atas acara pada malam ini. Selain memberikan wawasan dan info organisasi, rekan andre juga meyampaikan jika kader ipnu ippnu harus terus semangt dalam berkegiatan.

Lalu di tutup oleh sambutan sekaligus wawasan dari ketua Nahdlatul Ulama desa medalem bapak Suratman yang menghimbau jika pemuda NU harus terus istiqomah dalam sholawat apapun keadaannya dan suasananya. Beliau menyampaikan rasa bangga pada pemuda yg malam minggu masih mampu untuk kumpul bersholawat bersama. (tb33).

Semarang, TABAYUNA.com - Berawal dari banyaknya gambar atau meme yang tersebar di media sosial soal keteledoran perempuan dalam berkendara, Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah bekerjasama dengan Polda Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan safety riding bagi perempuan bertajuk “perempuan sebagai pionir ketertiban dan keselamatan berkendara”, Sabtu (19/01/2019) di Hotel Siliwangi, Semarang, Jawa Tengah.

Ketua PW Fatayat Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah optimis bahwa perempuan bisa menjadi garda terdepan dalam cerdas berlalu-lintas. Hal ini menurutnya karena mengedukasi perempuan mempunyai efek domino, tidak hanya berimbas pada dirinya sendiri.

“Tidak hanya untuk Fatayat NU dan anggotanya sampai Ranting, tapi perempuan ini kan punya anak sehingga bisa mendidik anak-anak mereka bagaimana menjadi pengguna jalan yang baik,” jelas I’in panggilan akrab Tazkiyatul Muthmainnah.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah dengan harapan mereka juga melakukan hal sama ketika usai pelatihan.

“Alhamdulillah ini sudah diawali, kemarin beberapa Satlantas sudah berkoordinasi. Jadi pulang dari sini PR mereka melakukan kegiatan yang sama yaitu pelatihan safety riding bagi anggota Fatayat dan satu lagi pembuatan sim kolektif bagi yang belum memiliki SIM,” ungkap I’in.

Menurutnya I’in, pelatihan ini sangat penting, apalagi Fatayat NU diisi oleh aktifis-aktifis perempuan yang mobilitasnya tinggi baik di tingkat wilayah maupun di grassroot. “Mereka kan sering melakukan kegiatan pengajian yang dalam perjalanannya menggunakan motor, sehingga hal ini mendorong kami, ayo mulai dari Fatayat kita melakukan edukasi minimal warga kita, anggota fatayat, sukur-sukur masyarakat luas,” kata I’in.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksa. Ia mengatakan, pihak kepolisian memang memiliki program pelatihan safety riding khusunya untuk generasi milenial. 

“Kebetulan dari NU meminta ya kita masukkan,” ungkapnya.

Rudi menjelasan, pihaknya menyasar ke semua pihak baik laki-laki maupun perempuan harus sadar berlalu lintas, khusus bagi perempuan menurutnya sangat penting karena bisa untuk anaknya juga.

“Contohnya misalnya bagaimana mengenakan helm agar tidak mengganggu rambut, dan lain-lain. Adapun pelanggaran yang sering ditemui semisal pelanggaran melawan arus, tidak mengenakan helem, dan sebagainya,” tambahnya. (Gigih)