Temanggung, TABAYUNA.com - Mahasiswi Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung, Khoirul Saadah, berhasil menjadi juara dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R6 tahun 2018.

"Akhirnya mahasisiwi STAINU Temanggung Khoirul Saadah berhasil meraih medali perunggu pada event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R6 di Sungai Ciwulan Tasikmalaya Jawa Barat," kata Luluk Ifadah Kaprodi PAI STAINU Temanggung, Selasa (18/12/2018) dalam siaran persnya.

Khoirul Saadah merupakan mahasiswi PAI STAINU Temanggung semester VII. "Ia berhasil mengukir sejarah pada event besar Arung Jeram untuk Kejuaraan Nasional yang diselenggarakan pada 13-16 Desember 2018 di Tasikmalaya Jawa Barat," jelas Luluk.

Pada kegiatan ini peserta yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, dalam kegiatan ini Khoirul Saadah yang tergabung dalam tim dari Jawa tengah kategori junior women berhasil meraih medali perunggu di nomor sprint dan juga mampu meraih medali perak di nomor Down river Race.

Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya ini, Provinsi Jabar mengantongi 11 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu. Sedangkan Jateng berada di peringkat kedua dengan 8 medali emas dan satu medali perak. Disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan dua medali emas. Lalu keempat ada NTB dengan satu medali emas dan sstu perunggu. Kelima ada DI Yogyakarta dengan satu medali emas.

"Khoirul Saadah mendapat medali nomor 3 sprint dan nomor 2 down river race," lanjut Luluk.

Luluk berharap, Kejurnas Arung Jeram R6 ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi sesuai bidang yang digeluti. (tb33/hi)
Banjarnegara, TABAYUNA.com - PGRI Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang Ziarah ke Makam Almarhum Dr Sulistyo M.Pd, yang juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar PGRI (18/12/2018)

Alamarhum Dr Sulistyo, M.Pd merupakan sosok pemimpin, pejuang, teladan bagi kita semua. bukan hanya guru PNS, tetapi juga guru yang masih berstatus honorer. Sampai sekarang, jasa beliau masih terkenang, sehingga makam beliau selalu ramai dikujungi peziarah untuk mendoakan beliau.

Pada kesempatan itu, PGRI Kecamatan Tegalrejo, PGRI Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang serta PGRI Kecamatan Kaliwungu, Kudus melakukan ziarah ke makam almarhum Dr. Sulistyo M.Pd. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pajabat PGRI, UPTD Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan Pegawai.

Menurut Saryadi, S.Pd, Ketua PGRI Tegalrejo, “kegiatan ini merupakan tindak lanjut program yang telah direncanakan PGRI Kecamatan Tegalrejo bekerjasama dengan UPTD Pendidikan Tegalrejo”.

Pihaknya menambahkan “kegiatan ini juga untuk mengenang, mendoakan dan meneladani perjuangan bapak Sulistyo yang telah memperjuangkan nasib guru di seluruh Indonesia,” paparnya..

Kristinah, S,Pd Kepala UPTD Pendidikan Tegalrejo mengungkapkan “Almarhum merupakan teladan, menginspirasi seluruh guru di Indonesia, beliau juga sangat gigih untuk memperjuangkan hak-hak guru”. Pihaknya berharap seluruh kepada kepala sekolah dan guru mampu melanjutkan cita-cita dan perjuangan beliau, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan prosefesionalisme kerja di instansi masing-masing.” (agw)


Ungaran, TABAYUNA.com - Dosen STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda menyebarkan virus jurnalisme di Gedung M lantai 4 Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Kabupaten Semarang, Ahad (16/12/2018). Kegiatan itu dalam rangkaian Workshop Inovasi Pembelajaran bertajuk "Menuju Guru yang Kreatif" yang digelar Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNW.

Dalam pemaparannya, Ibda menjelaskan menjadi mahasiswa calon guru atau guru dalam melalukan inovasi merupakan keniscayaan. "Tugas guru sesuai Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen atau UUGD, guru hanya dituntut memiliki empat kompetensi. Mulai dari kompetensi pedagogie, kepribadian, sosial, dan profesional dan minimal menguasai delapan keterampilan mengajar. Nah, profesional ini tidak hanya yang mendapat sertifikat pendidik profesional, tapi yang melakukan inovasi dan berkarya ini juga bagian dari profesional," ujar pengurus bidang Diklat dan Litbang LP Ma'arif NU Jawa Tengah tersebut.

Pria kelahiran Pati itu mengatakan, salah satu usaha menjadi guru kreatif adalah melalui kegiatan literasi. “Anda bisa memilih, mau fokus di karya jurnalistik, karya sastra, atau karya ilmiah,” tukas dia.

Penulis buku Media Literasi Sekolah tersebut mengatakan, menulis bagi mahasiswa tidak sekadar kegiatan mengisi waktu kosong, melainkan menjadi keharusan. “Selain makalah, syarat teman-teman lulus adalah skripsi, kalau magister ya wajib menulis tesis, kalau doktor ya disertasi. Nah, untuk menjadi mahasiswa calon guru atau guru, tentu wajib menulis karya ilmiah, juga karya jurnalistik di media massa,” kata dia.

Menulis di media massa, kata dia, tidak berorientasi mendapatkan materi. “Namun juga investasi ide, melestarikan tradisi ilmiah, meriset, dan juga mengabadi. Sebab, tidak ada orang besar tanpa tulisan,” tegas penulis buku Sing Penting NUlis Terus di hadapan puluhan mahasiswa dan mahasiswa PGSD UNW tersebut.

Kunci menulis di media massa, kata dia, harus memahami bahasa populer, mengenal karakter tulisan, dan mengenal karakter media massa tujuan. “Kompas, Media Indonesia, Republika, dengan Suara Merdeka dan Tribun Jateng tentu berbeda karakter. Maka ya jika tahapannya mulai dari menggali ide, menulis, mengedit, dan mengirim, Anda harus mengenali isu terkini dan mengenal tipe dan karakter tujuan media yang akan dikirimi tulisan,” beber dia.

Selain Ibda, hadir Rustantiningsih guru berprestasi nasional dan Galih Suci Pratama guru yang menjuarai beberapa lomba. Usai presentasi, Ibda mengajak mahasiswa simulasi menulis dan mengomentari, dan memberi masukan. Ia berharap, usai pelatihan, mahasiswa dapat menindaklanjuti kegiatan itu dengan praktik menulis di media massa. (hms).
Ilustrasi Youtube
TABAYUNA.com - Bagaimana hukum mengucapkan natal? Berikut ulasan hukum mengucapkan natal dalam Islam.

Syekh Said Ramadhan Al-Buthi dalam kitab Istifta' an-Nas mengemukakan:
السؤال:هل يجوز تهنئة غير المسلمين بأعيادهم وخاصة النصارى ؟ وماذا اذا إضطر لذلك هل من صيغة مفضلة ؟ وهل تجوز تعزيتهم أو القول "رحمه الله" ؟
الجواب: يجوز تهنئة الكتابيين : النصارى واليهودي بأفراحهم ويجوز تعزيتهم بمصائبهم بل يسن ذلك كما نص عليه الفقهاء ويجوز الدخول لمعابدهم لمناسبة ما بشرط ان لا يشترك معهم في عبادتهم

Bolehkah mengucapkan kata 'selamat' pada non-muslim saat hari raya agama mereka, terlebih umat Nasrani (Kristen)? Dan bagaimana saat hal tersebut sudah tidak bisa dihindari, apakah malah lebih baik untuk disampaikan? Lebih jauh, bolehkah takziyah kepada mereka, atau sekedar mengucapkan kata "semoga Allah mengasihi kalian" kepada mereka?
.
Jawab: Boleh mengucapkan kata 'selamat' pada ahlul kitab saat hari raya mereka, baik itu umat Yahudi ataupun Nasrani. Juga boleh takziyah kepada mereka saat terkena musibah. Bahkan hal tersebut disunnahkan, seperti halnya yg dijelaskan oleh ulama' Ahli fiqh.
Bahkan, boleh masuk ke dalam tempat peribadatan mereka dalam rangka bermasyarakat, dengan syarat tidak mengikuti ritual peribadatan mereka.