Sebanyak 700 peserta dari berbagai daerah menampilkan ragam seni budaya lokal, mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga teatrikal bertema lingkungan dan perdamaian. Pentas seni ini menjadi ajang ekspresi kreativitas sekaligus sarana memperkuat persaudaraan antarpeserta.
Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menegaskan bahwa pentas s
eni bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari pendidikan karakter. “Melalui seni dan budaya, para peserta belajar mencintai jati diri bangsa sekaligus merawat harmoni dengan alam dan sesama,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan tema besar kemah, yakni Merawat Jagat Mencintai Lingkungan Untuk Masa Depan. Nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian lingkungan disampaikan secara kreatif dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Pentas seni ini ditutup dengan penampilan kolaboratif seluruh peserta, yang menampilkan pesan persatuan dan perdamaian. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keanekaragaman budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.


Tambahkan Komentar