Semarang, Tabayuna.com — Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Balai Diklat Keagamaan Semarang menggelar Pelatihan Kepala Madrasah, Perpustakaan dan Laboratorium di lingkungan Madrasah Ma’arif se-Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Semarang ini diikuti 140 peserta dari berbagai daerah.
Diklat terbagi dalam empat kelas, yakni diklat kepala madrasah dibagi menjadi dua kelas, kepala perpustakaan, dan kepala laboratorium, dengan fokus pada penguatan kompetensi kepemimpinan, pengembangan literasi, serta percepatan transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat pendidikan, di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo, Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang Suyatno, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah, Gufron Hamzah, Ketua LP Ma’arif Jateng, Fakhrudin Karmani, serta Kasubbag TU BDK, Siti Nur Nur Maunah.
Ketua LP Ma’arif Jawa Tengah menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan dunia pendidikan.
“Penguatan literasi, peningkatan minat baca, serta adaptasi terhadap transformasi digital merupakan kunci agar madrasah Ma’arif terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan Balai Diklat Keagamaan sebagai upaya strategis memperkuat kualitas SDM pendidikan Ma’arif di Jawa Tengah.
Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah, Gufron Hamzah, menyoroti pentingnya daya saing global bagi SDM Ma’arif.
“SDM Ma’arif harus percaya diri dan siap bersaing di tingkat internasional. Peluang beasiswa luar negeri semakin terbuka, termasuk ke China, sehingga peningkatan kapasitas, penguasaan teknologi, dan digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan utama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir kepemimpinan pendidikan agar lebih inovatif, adaptif, dan kolaboratif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, menyampaikan apresiasi terhadap semangat peserta diklat yang didominasi generasi muda.
“Kepala madrasah di lingkungan Ma’arif banyak diisi generasi muda yang energik dan kreatif. Ini menjadi modal besar untuk kemajuan pendidikan. Kami berharap peserta meningkatkan disiplin, profesionalitas, dan kompetensi agar mampu bersaing secara nasional maupun global,” ungkapnya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga mendorong kepala madrasah dan tenaga kependidikan Ma’arif untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan dan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif Jawa Tengah dan Balai Diklat Keagamaan Semarang berharap lahir pemimpin pendidikan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memperkuat budaya literasi dan inovasi pembelajaran di lingkungan Madrasah Ma’arif.


Tambahkan Komentar