TEMANGGUNG, Tabayuna.com – Program Studi (Prodi) S2/Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung sukses menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan penjaminan mutu eksternal ini berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2026.
Acara penutupan yang khidmat ini dihadiri langsung oleh Tim Asesor BAN-PT, jajaran pimpinan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) INISNU, Rektorat, dosen, serta segenap civitas akademika institusi setempat. Dalam momen penutupan tersebut, Tim Asesor memberikan sejumlah catatan strategis dan rekomendasi penting untuk arah pengembangan prodi ke depan.
Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua asesor yang mengawal dan membimbing selama proses AL. “Kami akan terus berkomitmen meningkatkan mutu, utamanya menindaklanjuti rekomendasi selama proses AL Prodi Magister HKI ini,” kata Ibda.
Asesor I, Prof. Dr. H. Wahyu Ramdani, M.Si., menekankan bahwa prinsip utama dari akreditasi saat ini bergeser dari sekadar administratif menjadi pembuktian riil di lapangan.
"Prinsip akreditasi itu dari ada menjadi terbukti. Terbukti itu tidak hanya sekadar dokumen di atas kertas, tetapi harus berdampak secara terukur bagi institusi dan masyarakat," tegasnya.
Terdapat empat poin besar yang menjadi sorotan Rekomendasi Asesor I untuk peningkatan mutu Prodi S2 HKI.
Pertama, Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS): VMTS S2 HKI dinilai sudah memenuhi unsur scientific vision, selaras dengan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Perguruan Tinggi (PT), terukur, relevan, serta memiliki keunikan. Namun, asesor merekomendasikan agar scientific vision tersebut diperjelas implementasinya sehingga benar-benar menjadi kompas pengembangan ilmu yang diturunkan ke dalam program Tridharma Perguruan Tinggi.
Kedua, tata kelola (governance). Asesor mengingatkan pentingnya penguatan evidence-based government. Di samping structural leader (Rektor, Dekan, Kaprodi) yang bertugas mendukung sistem, prodi harus melahirkan scientific leader yang diakui kepakarannya. Selain itu, setiap kemitraan harus berdampak nyata. Sebagai contoh, kerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) harus diwujudkan dalam bentuk joint research dan kegiatan lain yang terukur.
Ketiga, kemahasiswaan. Strategi Promosi Mahasiswa Baru (PMB) perlu dikembangkan secara segmentatif, baik dari segi proposal hingga model perkuliahannya. Asesor menyarankan digitalisasi marketing, mengingat calon mahasiswa saat ini lebih memercayai konten digital dibanding brosur fisik. Di samping itu, penajaman branding keilmuan prodi mutlak diperlukan.
Keempat, Sumber Daya Manusia (SDM). Jumlah dosen saat ini dinilai sudah cukup. Asesor merekomendasikan untuk mempertahankan 7 dosen yang terdata di PDDIKTI, kecuali jika kelak ada minimal 5 dosen yang sudah mencapai jabatan fungsional Lektor Kepala dan Profesor.
Senada dengan hal tersebut, Asesor II Prof. Dr. H. M. Nurul Irfan, M.Ag., memberikan tamsil bahwa Prodi S2 HKI INISNU Temanggung saat ini berada pada fase awal pertumbuhan yang menjanjikan.
"Prodi ini ibarat bayi yang baru lahir, tentu tidak bisa langsung dipaksa berlari. Butuh proses dan tahapan yang matang," ujarnya.
Sebagai langkah strategis ke depan, Asesor II menekankan bahwa aspek SDM harus terus dikuatkan secara internal. Rekomendasi utama yang diberikan adalah mendorong para dosen untuk aktif mengurus kenaikan Jabatan Akademik Dosen (JAD) demi mendongkrak status dan mutu akademik program studi secara berkelanjutan.
Dengan berakhirnya Asesmen Lapangan ini, seluruh civitas akademika INISNU Temanggung berkomitmen untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tim asesor demi mewujudkan prodi magister yang unggul, kompetitif, dan berbasis pada nilai-nilai lokal serta kemanfaatan yang luas. (*)


Tambahkan Komentar