Jepara, TABAYUNA.com - Keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan nikmat Tuhan yang maha Esa yang harus dirawat dan disyukuri oleh semua elemen bangsa.

Indonesia sebagai  bangsa yang besar dan heterogen  terdiri lebih dari 1.340 suku bangsa, enam agama besar dan aliran kepercayaan, 250 bahasa daerah, Indonesia sangat rentan terjadi konflik dan perpecahan.

Saat ini bangsa Indonesia bertubi-tubi  diuji  oleh berbagai permasalahan, seperti  intoleransi, radikalisme, terorisme, hoax, narkoba, sikap apatis, hedonis dan materialistik.

Masyarakat juga dengan mudah memberikan ujaran kebencian, mengeluarkan kata-kata kotor dan bullying,  melalui medsos. Selain itu ada upaya mengganti pancasila sebagai dasar negara, yang dapat mengakibatkan gesekan dan disintegrasi bangsa.

Ahmad Sahil, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Jepara menjelaskan berdasar beberapa persoalan di atas melalui Program Peduli Lakpesdam NU Jepara bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Kembang dan Pemdes Desa Dermolo menyelenggarakan Doa Bersama Lintas Agama untuk keselamatan bangsa dan perdamaian dunia, yang dilaksanakan di lapangan Desa Dermolo, Sabtu (13/01/2018) malam.

Tujuan  dari kegiatan ini lanjutnya sebagai ikhtiar batiniah agar bangsa Indonesia  diberikan keselamatan dan dijauhkan dari perpecahan.

Selain itu sebagai media silaturrahim komunikasi  antara para tokoh lintas agama, para tokoh lintas agama dengan masyarakat. Serta membangun sikap saling memahami dan menghormati di antara pemeluk agama yang berasal dari lintas agama.

Hadi Patemak, Petinggi Dermolo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena Dermolo dipilih sebagai tempat diselenggarakannya Doa Lintas Agama.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut toleransi dan kerukunan diantara pemeluk agama terjaga dan semakin kuat,” harap Hadi.

Imam Ihwandi Kabag Kesra Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang berhalangan hadir mengapresiasi kegiatan Doa Bersama Lintas Agama.
Imam Ihwandi yang membacakan sambutan Ganjar Pranowo  menyatakan Doa Bersama Lintas Agama  merupakan sebagai upaya untuk mengenang, merefleksi, lebih peduli dan meningkatkan semangat nasionalisme serta kebangsaan.

Kegiatan itu urainya juga menjadi momentum yang tepat untuk kembali mengikrarkan persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kebinekaan.

“Kerukunan antar umat beragama merupakan unsur utama terwujudnya kerukunan nasional. Kerukunan umat beragama juga menjadi landasan utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Disampaikan Imam Indonesia memiliki dasar negara yang diterima di seluruh masyarakat, yakni Pancasila. Dengan pancasila tambahnya Indonesia menjadi bangsa yang majemuk, bangsa yang memiliki suku dan adat serta agama yang beragama di bawah bhinneka tunggal Ika.

“Agama memberi kita standar moral yang menjadi acuan maka merawat toleransi dalam keberagaman merupakan sikap moral orang yang  beragama,” paparnya.

Doa lintas agama harus menjadi momentum bagi semuanya untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya penyadaran, penanaman dan implementasi sikap dan perilaku kebangsaan, tak cuma dibibir semata tapi harus menjadi perilaku keseharian.

Lewat momen itu Imam mengajak kepada tokoh lintas agama dan pemeluk agama  untuk  memperkuat jalinan persaudaraan di antara keluarga besar bangsa dalam rumah besar Indonesia,  yang ditopang pilar-pilar kerukunan, persatuan, penghargaan, toleransi dan harmonisasi. Dengan kebersamaan, kerukuanan dan kekompakan, Indonesia senantiasa berada dalam suasana kehidupan yang adem, ayem dan tentrem.

Dalam Doa lintas Agama, doa dari agama Islam dipimpin KH. Ahmad Mustain, Ketua MUI kecamatan Kembang. Doa dari agama Kristen dipimpin oleh pendeta David Sriyanto, wakil Ketua FKUB kabupaten Jepara. Dan doa dari agama Buddha dipimpin oleh Sundhoko, Ketua MBI Jepara.

Peserta kegiatan Doa lintas Agama berasal dari tokoh lintas agama dan umat lintas agama se kecamatan kemabang, turut hadir KH Khayatun Abdullah Nufus, KH Ubaidillah Noor Umar (PCNU) M. Syafi’i Camat Kembang, Budi Y Kapolsek Kembang, FKUB kembang dan perwakilan FKUB Kabupaten Kepara. (tb44/Kunjariyanto).
Bagikan :

Tambahkan Komentar