Semarang, TABAYUNA.com - Dalam rangka memajukan dunia pariwisata, Kementerian Pariwisata bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pencanangan Gerakan Jurnalisme Ramah Pariwisata", Sabtu (24/11/2018) bertempat di Aston Semarang Hotel and Convention Center.

Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah media online seperti Suaramerdeka.com, Harianjateng.com, Hariansemarang.com, Wartanasional.com, Suarabaru.id, Kampusnesia.com, Beritaekspres.com, dan pelaku pariwisata serta perwakilan organisasi kepemudaan tersebut dihadiri oleh Ketua SMSI, Bapak Auri Jaya, Gubernur Jawa Tengah, H. Banjar Pranowo dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Guntur Sakti serta Don Kardono, Staf Khusus Kementerian Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi.

Hadir juga sebagai narasumber, Bapak Bapak Abdul Fikri Fakih Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Urip Sihapudin, SH., MH., Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Bapak Amir Mahmud dan Ketua DPD Asita Jawa Tengah, Bapak Joko Suratno, S.E.

Guntur, dari Kemenpar dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini baru pertama kali dilakukan di Semarang Jawa Tengah, dan nantinya untuk yang kedua akan dilakukan di Lombok pada 1 Desember 2018.

Ia menambahkan, tahun 2019 akan duet lagi bersama SMSI untuk keliling di daerah daerah yang ada di Indonesia, dalam tanda petiknya adalah daerah daerah rawan bencana. Saya bersama teman teman biro komunikasi publik tahun ini merampungkan satu produk buku yang tentang Standar Operasional Prosedur Penanganan Managemen Proyektif dan SMSI melahirkan satu produk buku pedoman Ramah Bencana. Dua produk ini akan menjadi amonisi kami di tahun 2019, dari sisi saya nanti akan menginisiasi terbentuknya forum diskusi yang akan merangkul teman teman jurnalis di daerah untuk mensosialisasikan tentang jurnalisme yang ramah pariwisata.

Ketua SMSI Pusat, Auri Jaya dalam sambutannya  menyampaikan, "diskusi ini berawal dari keprihatinan kita, karena selama ini pemberitaan bencana di ekspos negatif dan bisa sampai berminggu minggu, karena memang produk jurnalis kita masih mengedepankan sebuah persoalan, kalau kita bilang masih suka menjual kesengsaraan orang. Inilah yang menjadi keprihatinan kita bersama, dan diskusi ini diharapkan dapat memperbaiki model pemberitaan. Sepeti tadi yang sudah disinggung pak Guntur tentang pariwisata di negara Jepang dimana negara tersebut juga ramah bencana, tetapi saat industri pariwisatanya sedang bergejolak selama berminggu minggu mereka tidak terganggu dan kunjungan para turismenya tetap berjalan. Hal inilah mungkin yang harus kita perbaiki.

Lanjut Auri Jaya, tadi Pak Guntur menyampaikan FGD di Semarang ini adalah yang pertama, kita akan melakukan penjaringan pendapat dari para peserta, kemudian akan melakukan FGD yang kedua di Lombok pada 1 Desember 2018, dan semoga ramai seperti di semarang. Rencananya masukan - masukan melalui FGD ini akan ditulis dan dibuat buku yang akan diluncurkan pada Hari Pers tahun depan di Surabaya.

"Semoga niat baik yang sudah digagas Kementrian Pariwisata dan SMSI  bisa berjalan dengan baik," harapnya.

Gubernur Jateng melalui menyampaikan bahwa Pemprov tak segan-segan untuk berbenah. Sarana dan prasarana ditambah, hotel, restoran ditambah biar semakin lengkap. Ada juga bandara dan pelabuhan.

Pihaknya menargetkan jumlah wisatawan ke Jateng makin meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2018 ini kami menargetkan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 34.825.055. sedang untuk widataean mancanegara targetkan sebanyak 435.000 dan th 2019 diharapkan makin meningkat.

"Karena awak media mempunyai kapasiras dan kapabilitas yg menunjang kinerjanya. kami minta awak media terus menjadi awak media yang ramah pariwisata. lak6kan terus promosi pariwisata Jateng termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang mungkin belum dikenal masyarakat," beber dia.

Promosi adalah ujung tombak keberhasilan penjualan produk wisata kita.Kalu beritanya keren, nendang tentu bisa mendorong masyarakat untuk tergelitik tau lebih lanjut. (TB19/HS).
Bagikan :

Tambahkan Komentar