Semarang, TABAYUNA.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang Kecamatan Mijen dan PCNU Kota Semarang menyelenggarakan webinar dengan tema “Masjid dan Transmisi Nasionalisme; Merawat Kemajemukan Menuju Kemandirian Umat” pada Selasa 28 Juli 2020 pukul 13.00 WIB – 16.00 WIB.

Selain secara online, kegiatan tersebut juga diselenggarakan secara offline di aula kecamatan Mijen. 47 orang peserta perwakilan dari RW masing-masing kelurahan dan tokoh masyarakat kecamatan Mijen mengikuti kegiatan hingga akhir.

KH. Anasom sebagai narasumber menyampaikan bahwa dalam kajian sejarah, masjid pada era awal Islam hingga era sebelum kemerdekaan di Indonesia selalu menjadi pusat peradaban.

“Masjid menjadi pusat peradaban umat Islam. Tidak hanya sekadar tempat ritual ibadah. Bahkan kalau diperhatikan lokasi masjid-masjid bersejarah ditingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional, desainnya terintegrasi dengan lokasi alun-alun atau tempat berkumpulnya banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa masjid menjadi sarana transmisi nilai-nilai agama termasuk juga wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada umat,” kata Ketua NU Kota Semarang.

Hal inilah yang menggugah Camat Mijen Agus Junaidi supaya masyarakat tidak hanya memfungsikan masjid sebagai tempat ibadah ritual semata namun juga sebagai ibadah sosial khususnya yang berkenaan dengan kebutuhan masyarakat Mijen.

“Masjid tidak hanya sebagai tempat ritual peribadatan, tetapi juga sebagai media transmisi nilai-nilai keislaman. Harapan kami semua masjid khususnya di Kecamatan Mijen bisa bersinergi untuk sengkuyung membantu kebutuhan masyarakat, sehingga masjid tidak berjarak dengan masyarakat,” kata Agus Junaidi Camat Mijen saat menyampaikan keynotespeaker.

Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Maarif mengharap masyarakat Jawa Tengah dapat saling menjaga keharmonisan ditengah kemajemukan karena perbedaan sesungguhnya adalah anugerah Tuhan. “FKPT sebagai kepanjangan tangan dari BNPT di daerah mengajak masyarakat supaya ikut mendamaikan saudaranya yang tengah konflik. Merawat kebhinekaan adalah tugas berat yang harus dikerjakan bersama-sama. Perbedaan itu hal wajar yang harus diterima sebagai kehendak Tuhan,” tutur Syamsul yang juga Ketua ISNU Kota Semarang.

Dra. Atiek Surniati dari Kesbangpol Jawa Tengah menyampaikan bahwa untuk kemandirian bangsa perlu kebersamaan dalam cita-cita. “Setiap warga negara Indonesia harus memiliki rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan itu berupa menyatunya rasa kebangsaan dan paham kebangsaan yang akhirya menimbulkan tekad untuk membela dan berkorban untuk kepentingan bangsa,” tuturnya. (Tb55/Rouf).
Bagikan :

Tambahkan Komentar