Semarang, Tabayuna.com
– Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural.

Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI.
Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi fondasi integrasi dalam P5 dan P5RA.

Nilai-nilai tersebut memperkuat kesetaraan, menolak kekerasan atas nama agama, serta meneguhkan cinta tanah air sebagai bagian dari tanggung jawab moral umat Islam.


Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai dilakukan melalui tahapan pemaknaan, perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi secara kontekstual dan adaptif.

Hasilnya, setiap satuan pendidikan melahirkan model integrasi yang berbeda sesuai karakter sosialnya. Ada model kontekstual-ideologis, rehabilitatif-religius, preventif-transformatif, hingga afirmatif-kultural . Perbedaan model ini justru menunjukkan bahwa Islam Nusantara mampu menyatu dengan keberagaman lokal tanpa kehilangan prinsip dasarnya.

Dalam kesempatan itu, Fakhruddin resmi mendapatkan gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang.

Fakhruddin Karmani dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Prodi S3 PAI FAI Unwahas dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 20 hari. Ia meraih IPK 3,81 dengan predikat cumlaude. (*)

Bagikan :

Tambahkan Komentar