TEMANGGUNG, Tabayuna.com – Asesmen Lapangan (AL) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung berlangsung di Aula Lantai 2 Kampus INISNU Temanggung pada 29–30 Mei 2026 dan asesor melaksanakan asesmen secara daring via Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penilaian akreditasi untuk mengukur mutu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Prodi S1 HKI.
Hadir dalam kegiatan tersebut
Rektor Dr. Hamidulloh Ibda, Dekan FSHEI Dr. Sumarjoko, Kaprodi S1 HKI H. Nashih
Muhammad, M.H., para dosen, mitra, alumni, dan mahasiswa. Tim asesor BAN-PT
yang melakukan asesmen terdiri atas Sri Lumatus Sa'adah dan Maimun.
Dalam sesi penutupan, Rektor
INISNU Temanggung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim asesor
atas berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan selama proses asesmen.
Menurutnya, rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pijakan strategis
untuk meningkatkan kualitas Prodi S1 HKI di masa mendatang.
Dalam sambutan dan arahannya,
Prof. Sri Lumatus Sa’adah menyampaikan sejumlah rekomendasi penting. Ia
menekankan perlunya penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan
bahasa asing yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional. Selain
itu, ia mendorong perluasan lokasi praktik mahasiswa, tidak hanya di lembaga
peradilan tingkat daerah, tetapi juga hingga ke lembaga-lembaga strategis
seperti Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.
Ia juga menyarankan agar
kurikulum terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Misalnya, jika banyak
alumni yang berkarier sebagai aparatur sipil negara di Kantor Urusan Agama
(KUA), maka mata kuliah yang mendukung administrasi dan pelayanan di KUA perlu
diperkuat. Selain itu, mahasiswa juga perlu mendapatkan pelatihan persiapan CAT
CPNS, pendidikan kewirausahaan, serta penguatan sistem peradilan semu sebagai
sarana praktik akademik.
Rekomendasi lainnya adalah
perluasan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi tingkat nasional
maupun internasional guna meningkatkan daya saing lulusan. Di bidang sarana dan
prasarana, Prof. Sri Lumatus Sa’adah mengapresiasi fasilitas kampus yang dinilai
sudah baik. Ia juga mencatat testimoni mahasiswa yang menyampaikan bahwa
layanan akademik di INISNU Temanggung sudah berjalan cepat karena didukung
sistem digital.
Meski demikian, ia mengusulkan
adanya fasilitas lift pada gedung bertingkat sebagai bentuk kesiapan kampus
dalam memberikan layanan yang lebih inklusif, terutama apabila terdapat
mahasiswa penyandang disabilitas. Untuk dosen tetap program studi (DTPS), ia
menilai banyak dosen telah mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan
kompetensi. Namun demikian, perguruan tinggi perlu terus mendorong percepatan
kenaikan jabatan akademik dosen menuju lektor kepala dan guru besar.
Sementara itu, Prof. Maimun
menyampaikan bahwa proses asesmen berjalan lancar dan responsif. Namun, ia
mengingatkan pentingnya melengkapi berbagai dokumen pendukung dan lampiran pada
Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) agar seluruh data yang disajikan memiliki
bukti yang memadai.
“Mari terus bersama-sama
mengembangkan program studi di INISNU. Saat ini sudah ada sekitar 18 dosen
bergelar doktor atau hampir 50 persen dari total dosen. Ke depan perlu
dipercepat peningkatan jabatan akademik menuju lektor kepala dan guru besar,”
ujarnya.
Melalui asesmen lapangan ini,
Prodi S1 HKI INISNU Temanggung memperoleh berbagai masukan konstruktif yang
diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik, tata kelola, serta daya saing
lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan pendidikan
tinggi di masa depan. (*)

Tambahkan Komentar