Ketua Pelaksana Deklarasi Partai Syariah 212, Maruf Hamiluddin, (Foto: Tribun).
Jakarta, TABAYUNA.com - Berdirinya Partai 212 Syariah harus diwaspadai pemerintah, umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia. Waspada piye? Sebab, Partai 212 Syariah atau Partai Syariah 212 ini tidak berasaskan Pancasila. Uniknya lagi, mereka justru ingin jadi pendekar seperti Wiro Sableng.

Baca juga: Mengenal Partai 212 Syariah yang Tidak Berasaskan Pancasila yang Mirip Wiro Sableng

Seperti diberitakan di berbagai media massa, Partai Syariah 212 atau Partai Syariah adalah sebuah partai politik Indonesia yang dibentuk pada 17 Juli 2017. Partai tersebut dibentuk oleh tujuh anggota aksi 212 dengan penggagas utamanya adalah Siti Asmah Ratu Agung. 

Dari sumber yang ditemukan timteng Tabayuna.com, Presidium Alumni 212 dan FPI mengaku tak ada hubungannya dengan partai tersebut. Bahkan, Partai tersebut siap maju dalam Pemilihan umum Indonesia 2019. Waw, tidak mengguanakan dan menganut Pancasila, masak mau ikut Pemilu 2019 mendatang? La kok nggak ikut Pemilu di negara khilafah saja?

Partainya HTI?
Alhamdulillah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi bubar dan menyandang gelar almarhum, ada juga yang mengatakan almarhumah, seperti yang tersebar di berbagai medsos. Namun masalahnya, HTI itu yang bubar ormasnya, bukan orangnya, faham ajarannya. Sekali lagi, yang bubar ormasnya, bukan orang dan ajarannya.

Rakyat Indonesia harus tetap waspada. Sebab, Partai 212 Syariah ini didirikan oleh para mereka jebolan aksi 212 yang mayoritas adalah kader militan almarhum HTI. Kalau mereka tidak menggunakan wadah partai, memang susah untuk menguasai dan merebut kekuasaan politik di Indonesia ini. Makanya, sejak dini mereka pun cerdas, karena tahu HTI akan dibubarkan, makanya mereka membuat partai terlebih dahulu.

Ini, jelas-jelas pemerintah kita "kecolongan". Sekali lagi, "kecolongan". Sebab, Partai 212 Syariah ini berbeda dengan partai Islam yang lain di Indonesia seperti PPP, PKB, Partai Idaman, dan lainnya.

Partai Syariah 212 yang telah dideklarasikan di Gedung Juang 45, Jl Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017) ini memang jelas-jelas tidak berasaskan Pancasila. Jika tidak percaya, silakan cari sendiri di Google agar semakin ceto welo-welo kalau Partai 212 Syariah ini memang menolak Pancasila.
Masak hidup di negara yang berlandaskan Pancasila tidak mau patuh pada Pancasila? Ini partai cap opo cuk?
Ketua Pelaksana Deklarasi Partai Syariah 212, Maruf Hamiluddin, saat deklarasi mengatakan pada wartawan bahwa jika partai Syariah 212 sangat erat dengan kemandirian. Ya, menurut redaksi Tabayuna.com, itu hanya "bungkus" saja lah. Namanya juga pengasong khilafah, pasti ia berbagai macam cara dilakukan.
Apalagi, HTI juga sudah dikubur di pemakaman. Makanya, mereka pasti pusing dengan kondisi NKRI yang tetap tegak teguh dengan Pancasila yang di dalamnya sudah memuat berbagai unsur dan sudah sangat syariah sekali.
Terus begini juga, kalau nanti Partai 212 Syariah ini bisa ikut pemilu, pemerintah harus tetap waspada. Sebab, mereka itu pasti rasis dan menolak berbagai bentuk ajaran asli Nusantara ini. Tapi jelasnya, Anda sebagai warga negara yang bijak, harus tetap mengawal dan memantau perkembangan partai ini. Sebab, mereka menganut faham Wiro Sableng yang memiliki kapak hebat. (TB4).
Bagikan :

Tambahkan Komentar