TABAYUNA.com - Ada pernyataan menarik yang dilontarkan Prof Dr H Amin Rais Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-12 periode 1998-2005 dalam suatu acara di SMP Muhammadiyah Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Wajib Baca: Hukum Tahlilan dalam Pandangan Islam

Dalam forum itu yang terbesar di video Youtube itu, dipublikasikan oleh Tegal TV. Video yang dipublikasikan tanggal 19 November 2015 ini memang menarik lantaran sejak dulu Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang besar di Indonesia menolak dan membid'ahkan tahlilan. Misi mereka sejak dulu adalah menolak TBC atau dikenal Takhayul, Bid'ah dan Khurafat.

Namun menariknya, Amin Rais dalam pengajian di SMP Muhammadiyah Pangkah itu secara tegas menyuruh warga Muhamamdiyah untuk melakukan tahlilan. Sebab, selama ini warga Muhammadiyah menurut Amin kurang melakukan tahlilan. Baik itu tahlilan billisan (dengan lisan), tahlilan bilqolbi (dengan hati) maupun tahlilan bil arkan (dengan perbuatan).

Dalam cuplikan video itu, Amin Rais secara tegas mengatakan bahwa Muhammadiyah kurang melakukan tahlil.

"Nah sekarang, saya ingin memberikan kritik kepada Muhammadiyah. Muhammadiyah ini kelemahannya satu, yaitu kurang tahlilan," tegas Amin Rais di atas panggung dalam video tersebut.

Ini, lanjut Amin, saya betul-betul mengajak, kita tingkatkan tahlilan kita. "Ingat, ada tiga tingkatan tahlilan, yang pertama attahlilu bil lisan. Ya, jadi, la ilaha illallah, la ilaha illallah. Itu tahlil dengan lisan," kata Amin.

Nah, kalau suadara suka jogging, saya kasih tips, supaya jogging sehat supaya dapat ibadah, itu bacalah tahlil. Setiap hentakan kaki kiri, itu la ilaha illallah, la ilaha illallah, la ilaha illallah, terus saja. Kalau ndak bisa, itu dibatin tidak apa-apa.

Nah, jadi pertama, yang pertama kali itu attahlilu bilqolbi, yang kedua itu billisan, pakai gedek-gedek boleh, nggak juga boleh, nggak apa-apa. Itu bagus sekali. Nah yang ketiga, menurut saya, juga tidak kalah, mungkin lebih penting, attahlilu bil arkan.

Coba lihat tadi, kata dia, Sang Surya tetap bersinar, syahadat dua melingkar, warna yang hijau berseri membuatku rela hati. "Nah, kalimah tayyibah, itu, asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhamamdar rasulullah," ujar dia.

Kalimat tayyibahnya wong Islam Indonesia, kata dia, wong Islam Saudi, wong Islam Turki, Iran, Irak, Sudan, Afganistan, Nigeria, Afrika, semuanya, sampai Amerika Eropa, itu sama, kalimat tayyibahnya itu la ilaha illallah. Dan seterunya.

Amin juga menjelaskan akar la ilaha illallah bagaikan pohon yang kuat dari akar sampai batang dan daunnya. (TB4).
Bagikan :

Tambahkan Komentar