TABAYUNA.com - Belakangan, ada broadcast via WA ramai tentang propaganda kelompok tertentu. Broadcast itu akhirnya sampai kepada redaksi Tabayuna.com, yang berjudul asli "*ISLAM DI INDONESIA AKAN MENJADI SUPER POWER JIKA 3 ORMAS BESAR INI BERSATU...!!!*

Baca juga: Situs Resmi NU Difitnah Miskin Pengetahuan tentang Sunnah.

Unik dan sesatnya, isinya justru memojokkan karena 3 ormas yang dimaksud (NU, Muhammadiyah, FPI) ini yang terus diadu domba untuk menghancurkan Islam dan merebut Indonesia.

Di akhir pesan WA ini, bertuliskan "(Majalah Sidogiri Media, PonPes Sidogiri Pasuruan)" sebagai sumbernya.

1. Nahdlatul Ulama (NU)
Pendirinya Hadrotusyeh *KH. Hasyim Asyari,* tokoh pejuang serta ulama ahlussunnah waljama'ah yg sangat berpengaruh di Indonesia, beliau juga pemimpin para Mujahidin yg juga ikut berjasa dalam kemerdekaan NKRI.
Jumlah jamaahnya melebihi 50 juta orang. Memiliki 3000 lebih Pondok Pesantren, sudah memasuki semua lini dalam bidang keilmuan.

2. Muhammadiyah
Pendirinya *KH. Ahmad Dahlan,* tokoh pejuang dan Ulama berpengaruh di Indonesia. KH. Hasyim dan KH. Dahlan sama-sama satu aqidah, yaitu Ahlussunnah Waljama'ah, dan fiqih madhab Imam Syafi'i.
Fokus di bidang pendidikan dan pembangunan. Memiliki puluhan juta orang pengikut.

3. Front Pembela Islam (FPI)
Pendirinya *Al Habieb Muhammad Rizieq bin Husein Syihab Lc.MA.Dppms* dan dibantu para ulama di masa rezim reformasi.
Memiliki 24 juta pendukung bahkan lebih, belum lagi simpatisannya. Fokus dalam bidang dakwah, Hisbah dan Jihad, FPI juga sudah memiliki kekuatan di semua lini bidang ilmu, pembangunan, pendidikan, politik dan ekonomi.

Ketiga organisasi Islam terbesar ini penganut ahlussunnah tulen, Asyari wa Maturidi, dengan fiqih Imam Syafii, dan akhlak tashawuf.

Makanya tidak heran para musuh Islam lebih dulu menyerang mereka di setiap lini, mulai masuknya para tokoh syi'ah, di susupi tokoh liberal, dan juga tokoh wahabi, berbagai cacian, fitnahan dan adu domba antar 3 organisasi ini terus di gencarkan.

NU adalah benteng, Muhammadiyah adalah tameng, dan FPI adalah pedang.

Makanya para musuh Islam lebih dulu menguasai Pemerintahan, karena Pemerintahan hukumnya konstitusi. Bukan seperti 3 organisasi di atas yang benar-benar menggunakan hukum ayat suci. Selagi Pemerintah di kuasai para musuh, Indonesia tidak akan aman, jika rakyatnya diantara 3 organisasi tersebut mudah di adu dombakan.


Dan jika salah satu organisasi tadi di kuasai oleh musuh, maka Indonesia bersiaplah di ambang kehancuran.


Sekarang kembali ke kita, 3 organisasi ini bukan organisasi sembarangan. Pemerintah itu satu langkah di belakang mereka. Tokoh di Pemerintahan lahir dari NU, bergelut di Muhammadiyah, dan berjuang di FPI.


Mari kita beri dukungan pada Ulama yg berjuang, jangan judge mereka. Setidaknya kalau kita tidak mampu berjuang, minimal doakanlah mereka.

Ini bukan masalah politik, tahta ataupun harta. Tapi ini masalah perjuangan. NU berjuang di bidangnya, Muhammadiyah di bidangnya dan FPI dibidangnya.
Jangan heran jika Pemerintah dhalim bisa hancur, jika 3 organisasi ini bersatu dengan seutuhnya.

Kalau ada oknum menyimpang itu perorangan, bukan salah organisasinya. Ibaratnya *kalau kuku panjang, kukunya di potong bukan tangannya,* seperti halnya kita harus memberangus para kaum liberal munafiqun Laknatullah'alaih yg kini banyak menyusup dan berkuasa di tampuk pimpinan NU dan anak cabangnya.

*NU ADALAH BENTENG BESAR!!!*
*MUHAMMADIYAH YANG JADI TAMENGNYA!!!*
*FPI ADALAH  PEDANGNYA AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DI INDONESIA.*

KEBERSAMAANYA ADALAH TANDA2 INDONESIA JUGA AKAN MENJADI KUAT TAK TERKALAHKAN OLEH NEGARA ADIDAYA SEPERTI APAPUN!!!

*MARI BERSATU PADU, SALING MEMBENAHI SATU SAMA LAIN...!!!*


Demikian isi dari WA yang beredar. Tabayun dari redaksi Tabayuna.com, NU dan Muhammadiyah jelas lahir di NKRI yang pro Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. Lalu, bagaimana dengan FPI? Anda tentu bisa menyimpulkan, bahwa FPI itu sohibnya HTI yang sudah almarhum. Jadi, jika Anda menerima pesan broadcast seperti di atas, silakan tabayun dan jangan mudah terprovokasi. (TB4).

Baca Juga: GNPF-MUI Makin Brutal, Masak Mau Demo 287 Tolak Perppu No. 2 Tahun 2017

Bagikan :

Tambahkan Komentar