Fahmi Zulviadi, Ketua GP Ansor Kabupaten Semarang
Semarang, TABAYUNA.com - Fahmi Zulviadi, Ketua GP Ansor Kabupaten Semarang menyatakan bahwa kegiatan PKD dan Diklatsar Banser merupakan kegiatan murni pengkaderan, bukan menjadi bagian dari kegiatan politik. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koodinasi Panitia kegiatan PKD dan Diklatsar Banser di Tuntang, Sabtu (31/03/2018).


"PKD dan Diklatsar itu rutin, terprogram dan terencana. Di Tuntang ini adalah angkatan yang ke 21 selama periode kepengurusan Cabang kali ini. Jadi kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan urusan ataupun kepentingan politik apapun, termasuk Pilkada, Pileg atau Pilpres. Maka dari itu kita juga kasih peraturan dalam training tidak boleh ada logo, simbol ataupun baju partai apapun", ungkap Fahmi kepada TABAYUNA.com.

Fahmi juga menambahkan bahwa NU harus memiliki kader-kader unggul guna meneruskan semangat pendahulu dalam menjaga Agama dan Bangsa.

"Kita perlu cetak kader yang unggul. Maka kita Pimlinan Cabang bertekad penuh untuk memaksimalkan training dan pelatihan di NU, khususnya Ansor. Tujuan kita itu sesuai dengan para pendahulu, yakni menjaga Islam dan NKRI", jelas Fahmi.

Selain itu Fahmi juga menambahkan bahwa kegiatan PKD dan Diklatsar di Kab. Semarang selalu diikuti oleh ratusan peserta. Dia mengharapkan tidak hany kuantitas saja, tapi Ansor dan Banser juga perlu menjadi kader berkualitas. (tb44/lzm).
Bagikan :

Tambahkan Komentar