Ilustrasi http://wingamers.com
Oleh Ahmad Fauzi

Manusia hanyalah serpihan debu bintang. Yang terjebak dalam sejarah panjang perjalanan alam. Entah kemana tujuan, karena kita terlahir dengan penuh kebetulan, dan nasib kita pun tak pernah tertuliskan. Manusia boleh kerdil di hadapan hamparan alam semesta yang tak terbatas. 

Namun, manusialah yang membuat alam raya bisa menceritakan dirinya dengan puas. Tanpa manusia, alam semesta tak mampu mengungkapkan dirinya yang maha luas. Pikiran sadar manusia memang bertapal batas, tapi ada kawasan alam bawah sadar yang sangat dalam dan tak terbatas. 

Keluasan alam raya dimampatkan dalam pikiran manusia yang terbalut lemahnya daging dan tulang. Kita adalah miniatur alam raya yang tak terhingga. Ada jasad besar dalam pikiran kita. Semesta di dalam semesta. 

Kalau alam raya pernah mengalami ledakan besar purba, maka manusia pun mampu meledakkan pikirannya sehingga mengembang melampaui batasan segala yang ada. Itulah, potensi “kemahakuasaan pikiran.” Kekuatan yang masih gelap dan remang-remang.
Bagikan :

Tambahkan Komentar