Oleh Widyaningrum
Mahasiswi Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung

Ontologi
Asal Usul=
Kue ini merupakan makanan khas dari Banyumas, namun di Banyumas kue ini dinamakan “kue Mino” atau biasa disebut dengan “kue Nopia”.
Kenapa dinamakan Mino? Karena Mino merupakan singkatan dari Mini Nopia, yang berarti kue nopia dengan dengan ukuran yang lebih kecil.
Menurut sumber yang ada kue Mino ini pertama kali diproduksi oleh etnik Tionghoa pada tahun 1880 yang tinggal di Banyumas.
Sedangkan di daerah kita yaitu Temanggung, kue ini sering disebut dengan nama “Ndog Bulus”, dinamai Ndog Bulus yang dalam bahasa Indonesia berarti Telur Kura-Kura, karena bentuk dan ukurannya menyerupai telur kura-kura.



Epistemologi
Ndog Bulus ini dapat didapatkan di pasar/ warung/ toko roti di daerah sekitar Anda. Karena sekarang Ndog Bulus ini sudah mulai banyak yang memproduksi, dikarenakan bahan yang digunakan cukup terjangkau dan mudah didapatkan. Atau jika ada yang menginginkan untuk membuat sendiri, berikut merupakan bahan-bahan dan proses dalam pembuatan kue Ndog Bulus:
Bahan Isian
800gr Tepung Terigu Protein Rendah
1kg Gula Merah/ Gula Jawa
100 gram Coklat Bubuk
33 gram Margarin
150 gram Air
Minyak secukupnya
Bahan untuk Kulit
1 ½ kg Terigu Protein Sedang
375 gram Gula Pasir
Air secukupnya
Vanili secukupnya
Minyak secukupnya
Langkah-Langkah membuat kue “Ndog Bulus”
Buat isian dengan cara menghaluskan gula merah (ditumbuk) sampai halus dan tidak terdapat butir-butirnya.
Campur gula yang sudah halus dengan terigu dan bahan-bahan isian lainnya. Aduk merata, agar semua rasanya bisa tercampur merata pula. Lalu diamkan beberapa saat sampai agak keras.
Olesi minyak di permukaan adonan isi, kemudian diamkan. Lalu sisihkan
Untuk membuat kulit, mixer semua bahan kulitatau bisa juga diuleni sampai kalis dan rata. Diamkan selama 15 menit.
Kemudian timbang menjadi 10 gram tiap adonannya. Diamkan selama 10 menit.
Pipihkan bahan untuk kulit, lalu isi dengan adonan isian tadi. Setelah itu, bentuk menjadi bulat. Rekatkan sampai matang agar tidak merekah sat di oven.
Siapkan loyang dan tata adonan di atasnya. Panaskan oven dengan api bawah dan oven selama 20-25 menit.
Angkat kemudian sajikan di piring saji.
Hidangan siap untuk dinikmati.

Aksiologi
Agar supaya makanan-makanan tradisional dari masing-masing daerah tetap dilestarikan atau tetap diproduksi, karena pada zaman sekarang ini/ zaman now banyak terdapat restoran yang menyajikan hidangan cepat saji? Fastfood. Selain itu makanan tradisional khas Indonesia lebih menyehatkan badan apabila kita konsumsi. Diantaranya, makanan Indonesia termasuk Ndog Bulus ini rendah lemak, lebih alami mulai dari proses pengawetan, pewarnaan, maupun penyedap rasa lebih ditekankan memakai bahan alamiah yang secara medis resikonya lebih kecil terhadap munculnya masalah kesehatan. Dengan demikian, usia produktifitas menjadi lebih lama dan berkualitas. Harga makanan tradisional/ kue Ngog Bulus ini pun juga lebih terjangkau.







Bagikan :

Tambahkan Komentar