Oleh Siti Maryati
Mahasiswa IPMAFA Pati Prodi Pengembangan Masyarakat Islam semester IV

Kemajuan teknologi sekarang ini kian pesat dan semakin canggih telah membuat perubahan yang begitu signifikan dalam kehidupan manusia di berbagai bidang.

Seperti halnya gawai yang dapat memberikan dampak yang begitu besar pada pola pikir manusia, terhadap apapun. Sekarang ini setiap orang di seluruh Indonesia bahkan dunia pasti sudah memiliki gadget. Tak jarang kalau sekarang ini banyak orang yang memiliki lebih dari satu gadget. Mungkin ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Aktifitas pemakai gawai tak kenal usia, berbagai kalangan, pekerja, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga bahkan balitapun sama, dan penggunaan gadget kini dilakukan masif, tiap hari dan tak kenal waktu.

Dewasa ini sering kali kita temukan pemanfaatan gadget menjadi salah satu jalan mudah orang tua menenangkan anaknya. Apalagi bagi orang tua yang memiliki aktifitas yang sangat padat, gawai pun menjadi salah satu alasan kuat, agar anak tanpa orang tua pun serasa cukup senang menikmati dunianya.

Dengan berbagai macam fitur dan aplikasi yang menarik, mereka memanfaatkannya untuk menemani anak agar orang tua dapat menjalankan aktifitas dengan tenang, tanpa khawatir si anak keluyuran, bermain kotor, berantakin rumah, yang pada akhirnya, membuat kebanyakan orang tua berpandangan, bila tak menggunakan gawai akn membuat rewel dan mengganggu aktifitasnya.

Dengan hal itu, anak akan dengan lihai, mengoperasikan gadget dan fokus pada game atau aplikasi lainnya, secara bebas tanpa kontrol.

Orang tua belakang ini, tidak sedikit yang beranggapan bahwa gadget mampu menjadi teman bermain yang aman dan mudah dalam pengawasan. Sehingga peran orang tua sekarang ini sudah terbantu bahkan sudah tegantikan oleh gadget yang seharusnya orang tua adalah teman bagi anaknya.
Padahal kita ketahui saat anak usia 1-6 tahun adalah fase dimana perkembangan anak sangat sensitif. Pada fase ini seluruh aspek perkembangan kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual mengalami perkembangan yang luar biasa sehingga yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan selanjutnya, dan masa hingga enam tahun itu yang disebut dengan masa golden age, masa emas anak mengeksplorasikan diri dalam berbagai sub kegiatan.

Dengan keadaan yang seperti ini seringkali orang tua tidak sadar bahwa dengan cara memberikan gadget terus menerus kepada anak akan menimbulkan dampak negatif, seperti halnya kurangnya komunikasi dan interaksi anak kepada orang tua bahkan dengan sekeliling mereka, selain itu juga kurang terkontrolnya waktu sang anak dalam melakukan aktifitas lainnya karena sudah terlalu nyaman dengan gadget.
 
Dus, hal apa yang harus dilakukan orang tua untuk meminimalisir keadaan yang seperti itu ?

Salah satunya dengan cara membatasi waktu dalam pemakaian gadget, meluangkan waktu untuk anak, menonton tayangan yang bersifat edukatif bersama anak, mengarahkan anak untuk menjadi smart user terhadap fasilitas yang orang tua berikan, mengadakan tukar pikiran tentang kegiatan mereka diluar rumah, mengajarkan peran sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat dan sempatkan diri anda para orang tua untuk memantau kegiatan anak diluar rumah.

Diantara beberap cara tersebut, orang tua harus kooperatif dan komparatif, bekerja sama dengan anak, menjadwalkan kegiatan yang bersifat dimana ia harus tepat dengan jam bermain, membuat pertanyaan kepada mereka dengan kegiatan yang dilakukanya.

Dari berbagai dampak yang sudah terjadi kini, dan dirasakan pengaruhnya kepada anak pada masa sekarang ini, peran orang tua dituntut untuk bisa lebih memperhatikan anak, reaktif terhadap segala aktifitas mereka.

Tanpa perhatian orang tua, anak akan merasa dirinya bebas, merasa tidak diperhatikan orang tua, dan pada akhirnya membuat mental anak menjadi pribadi cenderung emosial dalam tumbuh kembangnya, karena dia merasa tidak mendapatkan perhatian orang tua dan merasa dirinya diabaikan.

Kadang hal-hal kecil yang tak terpikir dalam benak orang tua, adalah berdiskusi kecil dengan anak, menanggapi celotehanya, dimana hal-hal itu begitu penting dalam pandangan mereka, bermanfaat bagi tumbuh kembang di usia emasnya. Apakah kita mau melewatkan begitu saja masa emas dari generasi penerus bangsa, hanya karena keegoisan kita sebagai orang tua?
Bagikan :

Tambahkan Komentar