Semarang, TABAYUNA.com - Pagelaran wayang kulit Ki Dalang Ikhsanudin dari Kadilangu Demak berlangsung di kantor PWNU Jateng Jumat malam (6 Maret 2020) dalam rangka memperingati harlah NU ke-97 Hijriyah dengan lakon Wahyu Manunggaling Jati.

Dalam acara pembukaan dihadiri Plt Sekretaris Daerah Propinsi Jateng H Heru Setiadi, SH MM, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil dan jajaran pengurus PWNU, Banom dan lembaga serta ratusan pemirsa.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit ini adalah untuk "nguri-nguri budaya Jawa". Pada abad ke-15, wayang kulit juga menjadi sarana atau wasilah dalam dakwah Islam oleh para Walisongo, sehingga kita sebagai generasi penerus layak untuk meneruskannya pada era post modern dewasa ini.

"Wahyu adalah dari Alloh SWT yang diturunkan melalui Malaikat Jibril alaihi salam kepada para Nabi dan utusan-Nya, yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan bahasa Arab, yang kemudian disampaikan oleh Nabi kepada ummat manusia, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan para pengikutnya hingga hari kemudian", terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Wahyu tersebut berfungsi sebagai pedoman untuk keselamatan, kebahagiaan dan ketentraman di dunia dan akhirat.

Plt Sekdaprov Jateng H Heru Setiadi dalam amanatnya menyampaikan, "NU telah tampil di depan dalam menjaga NKRI, telah berkontribusi positif dalam masyarakat, bangsa dan negara Indonesia", tegasnya.

Kemudian Plt Sekdaprov Jateng Heru Setiadi yang hadir mewakili Guber H Ganjar Pranowo menyerahkan gunungan wayang kepada Ki Dalang Ikhsanudin yang disaksikan oleh ketua Tanfidziyah PWNU Jateng HM Muzamil, sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang hingga dini hari menjelang subuh. (TB33/hms).
Bagikan :

Tambahkan Komentar