Pemberian sertifikat dari penyelenggara kepada narasumber
Kranggan, TABAYUNA.com - Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, mengadakan kegiatan seminar pembelajaran kreatif dalam masa pandemic Covid-19. Kegiatan tersebut diadakan di MI Salafiyah Prapak, Kranggan, Temanggung pada Sabtu, (11/07/2020).

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan protokol kesehatan diantaranya, dengan mengukur suhu tubuh menggunakan thermogun, ruang kelas disemprot disinfektan, peserta mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer yang telah disediakan, peserta selalu menggunakan masker, serta menjaga jarak dengan merenggangkan kursi duduk.

Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd didapuk sebagai pembicara utama. Gandi menjelaskan Sekolah/Madrasah perlu mempersiapkan diri sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Sekolah/Madrasah saatnya bertranformasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Pertama, dalam perencanaan sekolah/madrsasah perlu berkoordinasi dan kerjasama Pemerintah. Merencanakan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakasanakan, membuat skema pelaksanaannya, mereduksi pelbagai identifikasi permasalahan yang ditemukan dengan menerapkan inovasi dan strategi.

Kedua, perlu identifikasi SDM dan fasilitas yang dimiliki Sekolah/Madrasah tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring, masih ditemukan beberapa hambatan khususnya berkaitan dengan literasi digital dari guru dan siswa, maka SDM yang memiliki kecakapan dalam bidang teknologi tersebut dapat memberikan bimbingan kepada rekan sejawat yang masih memerlukan bimbingan serta selalu sinergi dalam berkoordinasi dengan tripusat pendidikan.

Ketiga, transformasi pembelajaran dan layanan yang diberikan. Dalam memberikan pembelajaran guru dapat melakukan kombinasi dalam melakukan skema interaksi secara asynchronous dan synchronous menggunakan platform yang kita kuasai. Tentu saja dalam implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi dan lokasi tempat tersebut.

Saat memberikan penugasan, guru perlu mendesain ulang tugas yang diberikan agar tidak tumpang tindih, alternatif yang paling sederhana yaitu dengan menggunakan konsep integrated curriculum dalam penugasannya, impelementasinya guru memetakan KD yang memiliki kesamaan dengan KD disiplin ilmu yang lain, kemudian tugas yang diberikan disinergikan. Konsep ini mampu mereduksi beban tugas yang diberikan jika guru mau mengimplementasikan. Konsep itu, akan lebih baik lagi jika dikorelasikan juga dengan pembangunan karakter siswa.

Keempat, menurut Gandi, target utama pendidikan yang dalam waktu dekat ini harus kita upayakan yaitu, kita harus bangkit dan bersatu, melaksanakan keberlangsungan pendidikan dengan senantiasa mau belajar, serta meningkatkan kualitas, kompetensi serta literasi digital kita. “Mungkin menurut Anda ini akan susah, tapi jika semuanya mudah, kita akan autopilot, bahkan loss stang, hehe. Pendidikan kita memerlukan pembaharuan, karena itu saatnya kita bangkit bersama”. Ujar Gandi.

Pada kesempatan itu, Gandi juga memberikan strategi pembelajaran yang menyenangkan yang dapat diimplementasikan. Diantaranya dengan menerapakan Office 365 khususnya SWAY dan Quiz. Pada kesempatan itu, Gandi menampilkan desain SWAY dan Quiz yang telah ia desain kepada peserta. Selain itu, Gandi juga mengajarkan peserta dalam membuat akun dan mendesain pembelajaran menggunakan aplikasi online Explee dilanjutkan tutorial penggunaan aplikasi perekam layar Bandicam.

Bapak Sahal S.Pd.I mengucapkan terimakasih kepada narasumber utama, dia berharap guru KKM Kecamatan Kranggan bekerjasama dengan guru lain, sehingga mampu memberikan bimbingan dan palatihan bagi rekan sejawat yang memerlukan bantuan. Pada akhirnya, seluruh guru KKM Kecamatan Kranggan mampu bangkit, mampu mendesain dan melaksanakan pembelajaran secara menyenangkan, serta mendampingi siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. (TB44).
Bagikan :

Tambahkan Komentar