Oleh: Tsabita Nur Azizah

Prodi Pendidikan Agama Islam Institut Islam Nahdhatul Ulama (INISNU) Temanggung

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saat ini begitu pesat sehingga mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Pengembangan iptek tidak keluar dari situasi yang mendampinginya, artinya iptek berkembang melalui  suatu ruang budaya. Perkembangan iptek pada masanya berkesinambungan dengan nilai-nilai agama dan budaya sehingga di salah satu pihak membutuhkan semangat objektivitas, sehingga di pihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai agama dan budaya dalam pengembangannya agar tidak merugikan kehidupan manusia.

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan eksalasi nilai-nilai agama dan budaya dari bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila sebagai ideologi negara mengatur seluruh jalannya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maka dari itu, Pancasila dirumuskan menjadi pengembangan ilmu bagi negara Indonesia yang bersifat absolute. jika pengembangan ilmu keluar dari nilai ideologi negara, maka dapat mengakibatkan   munculnya pergerakan menuju pemisah antara agama dan pemerintahan atau sukularisme , seperti yang pernah terjadi di negara Eropa pada zaman Renaissance.

Bangsa Indonesia sendiri berakar religi dan budaya yang sangat kuat karena sejak dahulu bertumbuh dikalangan masyarakatnya, jika pengembangan ilmu tidak didasari pada ideologi bangsa, maka tidak ada gunanya ilmu berkembang karena tidak memiliki arah dan tujuan yang benar. Para Ilmuwan tetap memiliki peluang untuk mengembangkan profesionalitasnya tanpa mengabaikan nilai ideologis yang bersumber dari masyarakat itu sendiri.

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu memiliki pengertian yang dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman. Pertama ; bahwa di Indonesia setiap ilmu pengetahuan dan teknologi  yang dikembangkan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Kedua; bahwa setiap di Indonesia  ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan   harus memasukkan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Ketiga; Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai penanda normatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia, yang berarti mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sedemikian rupa sehingga tidak menyimpang dari cara berpikir dan bertindak bangsa Indonesia. Keempat; bahwa setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia, atau lebih dikenal dengan degenerasi pengetahuan (degeneration of knowledge).

Dalam perkembangan ilmu dan teknologi apakah anda menyadari , jika dapat memberikan kemudahan, tetapi  juga dapat memberikan musibah yang akan memusnahkan peradaban umat manusia. Seperti sekarang kita banyak menemukan jual beli online pada aplikasi shoope, Lazada dan juga tokopedia, dan masih banyak lagi yang tidak di ketahui.

Pentingnya pancasila sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dapat dikaitkan dengan hal-hal berikut ini. Pertama; keragaman yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perubahan sikap hidup masyarakat. Hal ini memerlukan pemikiran dan perenungan yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak dipaksa mengambil keputusan nilai yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Kedua ; Dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berada pada titik terendahnya, yaitu membahayakan keberadaan kehidupan manusia di masa depan. Oleh karena itu, bimbingan moral sangat diperlukan bagi para peneliti dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Ketiga ; Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didominasi oleh negara-negara barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas kehidupan bangsa Indonesia seperti kerohanian, gotong royong, solidaritas, diskresi dan keadilan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kecenderungan yang jelas untuk menyaring dan memerangi pengaruh nilai-nilai global yang bertentangan dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pernahkan anda berfikir bahwa tidak ada manusia dimuka bumi ini yang tidak menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi ,mungkin ada negara yang masih ketinggalan tapi sesuai dengan kadarnya. Tidak lain dengan negara Indonesia pada suku pedalaman yang masih asli ,  masih memakai pakaian adat, yang hidup memanfatkan sumber daya di lingkungannya,dan tentu saja belum terkontaminasi degan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didominasi oleh negara-negara barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas kehidupan bangsa Indonesia seperti kerohanian, gotong royong, solidaritas, diskresi dan keadilan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kecenderungan yang jelas untuk menyaring dan memerangi pengaruh nilai-nilai global yang bertentangan dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

 Beberapa alasan mengapa pancasila diperlukan sebagai landasan nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut ini, pertama; Kerusakan lingkungan akibat ilmu pengetahuan dan teknologi, baik dengan dalih mempercepat pembangunan daerah tertinggal maupun meningkatkan kesejahteraan rakyat, memerlukan perhatian serius. Penambangan batu bara, minyak, bijih besi, emas, dan tambang berteknologi tinggi lainnya di Kalimantan, Sumatera, Papua, dan wilayah pertambangan lainnya mempercepat degradasi lingkungan. Apabila hal ini di lupakan maka dampak buruk sekarang akan terwarisi oleh generasi-generasi penerus bangsa, karena akan memicu terjadinya bencana. Kedua; Penyusunan pedoman Pancasila sebagai landasan nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi sarana pengawasan dan pengendalian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempengaruhi cara berpikir dan tindakan masyarakat secara umum yang pragmatis. Ketiga; Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah lambat laun tergantikan oleh cara hidup global, seperti: budaya gotong royong digantikan oleh individualis yang menolak membayar pajak dan hanya menjadi penumpang bebas di negeri ini, sikap rendah hati digantikan gaya hidup mewah, konsumerisme; solidaritas sosial digantikan oleh semangat individualistis; Negosiasi konsensus diganti dengan pemungutan suara dan seterusnya.

Menurut Kaelan (2000), pancasila merupakan bagian integral yang sila-silanya, menjadi sumber nilai, ekspresi pemikiran, dan prinsip moral bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, ketentuan Pancasila mengacu pada sistem etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu:

1.ketuhanan yang maha Esa, melakukan sains, mencipta, menyeimbangkan antara rasional dan irasional, akal, emosi dan kehendak. Berdasarkan perintah pertama ini, iptek berpikir tidak hanya tentang apa yang ditemukan, dibuktikan dan dibuat, tetapi juga tentang tujuan dan konsekuensinya, apakah itu merugikan manusia dan lingkungannya. Penanganan diimbangi dengan penyimpanan. Ajaran pertama tidak menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta, tetapi sebagai bagian yang sistematis dari alam, yang diusahakannya.

2.kemanusiaan yang adil dan beradap, memberikan landasan moral bahwa manusia harus berbudaya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pengembangan iptek harus berangkat dari hakikat tujuan kesejahteraan manusia, iptek harus didedikasikan untuk memperkuat harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia makhluk yang sombong dan sombong. ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.persatuan Indonesia, menyadarkan bangsa Indonesia bahwa nasionalisme bangsa Indonesia merupakan akibat dari sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan bantuan iptek, persatuan dan kesatuan bangsa, persaudaraan dan persahabatan antar berbagai daerah dapat terwujud dan terpelihara. Oleh karena itu, iptek harus dapat berkembang untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan dapat dikembangkan lebih lanjut dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan masyarakat internasional.

4.kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dasar demokrasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap ilmuwan harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta bersikap terbuka, yaitu. terbuka untuk kritik, verifikasi dan perbandingan dengan hasil teori lain.

5.keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia , perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan diri sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, dan lingkungan alam mereka.

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar