Oleh TSABITA NUR AZIZAH

 
Sosiologi pendidikan adalah bidang studi yang mempelajari hubungan antara pendidikan dan masyarakat. Dalam konteks pendidikan Islam, sosiologi pendidikan menjadi penting karena pengembangan pendidikan Islam tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial kemasyarakatan Islam itu sendiri. Sosiologi pendidikan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peranan pendidikan Islam dalam membentuk dan membina masyarakat Islam.
Pendidikan Islam merupakan instrumen penting dalam membangun masyarakat yang berakhlakul karimah dan mendaraskan masyarakat dengan al Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Konsep pendidikan Islam berbeda dengan pendidikan konvensional, karena didasarkan pada sistem nilai-nilai Islam, seperti moralitas, etika, solat, dan ibadah lainnya. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam perlu mencakup aspek-aspek sosial dalam pembangunan pendidikan, seperti peranan keluarga, masyarakat, dan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk santri dan pesantren.
a. Peranan Keluarga dalam Pendidikan Islam
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang paling awal dalam pembentukan karakter seseorang. Dalam pendidikan Islam, keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk akhlak anak-anak. Keluarga harus memberikan pendidikan berbasis Islam dan moral untuk anak-anak agar meraka tumbuh menjadi individu yang sesuai dengan ketentuan Islam. Keluarga juga harus membimbing anak-anak dalam melaksanakan ibadah wajib seperti sholat, puasa, dan lain-lain.
b. Pendidikan Islam dalam Masyarakat
Meskipun keluarga memiliki peranan penting dalam pendidikan Islam, masyarakat juga memegang peranan penting dalam pembangunan pendidikan Islam. Dalam masyarakat Islam, pendidikan bersifat kolektif dimana semua anggota masyarakat memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter anak-anak. Masyarakat harus memberikan pendidikan tentang Islam secara utuh agar tercipta masyarakat yang berakhlakul karimah.
Selain itu, lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren juga memegang peranan penting dalam membangun masyarakat Islam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang secara khusus mengajarkan agama Islam. Lembaga pendidikan ini harus turut mengintegrasikan aspek sosial dalam metode pembelajaran agar para santri tidak hanya menghafal tetapi juga memahami tentang bagaimana membentuk karakter yang islami, serta menimbulkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi para santri.
c. Pendidikan Islam dalam Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi pendidikan Islam. Teknologi dapat menjadi sarana untuk mempermudah proses pembelajaran Islam, misalnya melalui media pembelajaran seperti video tutorial, animasi yang menarik dan bahan-bahan pembelajaran lainnya. Dalam hal ini para pendidik harus mampu mengembangkan teknologi dalam metodologi pembelajaran islam yang responsif dan efektif.
      Berikut ini merupakan Penerapan sosiologi pendidikan dalam islam dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:
1. Memahami Konteks Sosial Masyarakat Islam
Sebelum merancang program pendidikan islam, sebaiknya memahami konteks sosial masyarakat Islam terlebih dahulu. Pengertian mengenai konteks ini sangat penting, karena akan berpengaruh pada bagaimana inovasi-inovasi pendidikan islam akan dirancang dan dilembagakan.
2. Mendorong Partisipasi Siswa
Semangat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat dibutuhkan dalam pendidikan islam. Karena partisipasi ini dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara siswa serta memperoleh kesadaran dari para siswa untuk menjadi sebagian dari proses pembelajaran.
3. Memperkenalkan Teknologi sebagai Sarana Pembelajaran
Semakin berkembangnya teknologi informasi, maka akan semakin mudah untuk menemukan suatu informasi terutama untuk ilmu pengetahuan, termasuk pendidikan islam yang selalu memperkenalkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Dengan memperkenalkan teknologi pada siswa, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan menumbuhkan budaya ilmu pengetahuan pada anak-anak.
4. Membentuk Karakter Islami dalam Pembelajaran
Pendidikan islam yang baik harus mampu membentuk karakter islami pada para siswa. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika Islam dalam proses belajar dan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum.
Dalam penerapan sosiologi pendidikan islam, hal yang perlu diingat juga adalah tetap mengacu pada sumber ajaran Islam. Islam menawarkan banyak konsep tentang pendidikan, moral, etika, dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam menyusun sistem pendidikan, diperlukan kebijakan yang dapat ditilik pada konteks Islami. Kebijakan itu bisa didasarkan pada visi pendidikan Islam yang memiliki tujuan memupuk kemampuan menumbuhkan spritualitas, etika dan moral yang tinggi.
Dalam perkembangan pendidikan islam saat ini, sosiologi pendidikan berperan sebagai salah satu instrumen yang memfasilitasi pembentukan nilai dan karakter siswa yang Islami. Oleh karena itu, pengintegrasian sosiologi pendidikan dalam pendidikan islam sangat penting agar dapat melakukan optimalisasi dalam tugas membentuk individu yang mampu mencapai tujuan hidupnya dan melayani masyarakat serta Tuhan Yang Maha Esa.

Kesimpulan
Pendidikan Islam merupakan instrumen penting dalam pembangunan karakter dan moral individu Islam serta memainkan peran penting dalam membangun masyarakat Islam. Dalam proses ini, peranan sosiologi pendidikan menjadi sangat penting dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peranan pendidikan Islam dalam membentuk dan membina masyarakat Islam. Oleh karena itu, para pendidik islam harus menyeimbangkan antara pembinaan karakter individu dan faktor sosial yang mengelilingi masyarakat Islam.

Bagikan :

Tambahkan Komentar