Oleh Linda Widiyana

Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Pemerhati Pendidikan

Apakah kamu pernah mengalaminya........?

Yaa bullying kamu pasti tak asing lagi dengan istilah ini. Yaitu suatu tindak intimidasi yang dilakukan kelompok ataupun individu kepada individu yang lemah. Tindakan ini sangatlah miris terjadi di semua kalangan lingkungan entah pekerjaan, pedesaan, perkotaan, pendidikan, dan masih banyak lagi di tempat lainnya.

Apakah kalian tahu..... Bahwa tindakan bullying dapat memicu psikis seseorang menjadi hilangnya rasa percaya diri. Seperti malu bergaul, menjadikan seseorang menjadi pendiam karena merasa dirinya tidak mempunyai siapa-siapa di lingkungan tersebut, maka dari itu Bullying juga dapat menurunnya minat terhadap tugas sekolah yang diberikan  guru, dan menurunnya minat  mengikuti kegiatan sekolah.

 Sedangkan dampak jangka panjang dari penindasan ini adalah sulitnya menjalin hubungan dengan sesama jenis maupun lawan jenis, karena selalu takut diperlakukan tidak menyenangkan oleh temannya .Tindakan ini  perlu kita jauhi untuk kebaikan bersama. Karena pada dasarnya tindakan merendahkan orang lain adalah merendahkan diri sendiri. Karena apa, pada dasarnya manusia diciptakan dengan sempurna mungkin dan lebih baik daripada makhluk lainnya. Karena manusia diciptakan mempunyai akal dan fikiran untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, kesempurnaan itu juga sebagai tanda kekuasaan dan kebesaran tuhan yang patut kita syukuri. Oleh karena itu merendahkan orang lain sama saja merendahkan ciptaan nya, merendahkan dirimu sendiri karena sesama makhluk yang diciptakan tuhan. Sudah sepatutya, kita dalam hidup bersosial dan berdampingan untuk saling menghormati, menghargai akan perbedaan dan paham bahwasanya setiap seseorang membawa kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kali ini saya akan memberikan sebuah contoh bullying di tingkat sekolah dasar hasil dari pengamatan narasumber kami yaitu ibu Ratnawati, S.pd mengatakan bahwasanya bullying di tingkat sekolah dasar adalah disebabkan oleh belum dewasa, terpengaruh oleh ucapan seseorang tentang korban, karena pola fikir anak yang belum mampu menyaring ucapan seseorang tentang keburukan korban, dan anak identik meniru sesuatu yang buruk sehingga timbul saling bully satu sama lain. Saran penulis bagi orang tua, untuk memberikan nasihat atau arahan terhadap anak jika didapati anak saling bertengkar atau saling membully. Agar tidak menjadi kebiasaan yang akan dibawa terus menerus hingga dewasa.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah dasar:

Jeli dan Peka

Sangat perlu disadari bahwa bullying itu dapat dilakukan dan akan terjadi kepada siapapun. Bahkan oleh siswa yang pendiam maupun yang berprestasi, oleh karena itu guru harus mengamati perkembangan murid sehingga murid dapat terarahkan dengan baik dan  tidak terjerumus pada tigkah laku bullying.

Waspada

Guru harus mengawasi siswa-siswanya dalam satu waktu merupakan tantangan tersendiri karena memang tidak memungkinkan satu guru untuk mengawasi banyak muridnya. Oleh karena itu suatu tantangan guru untuk senantiasa mengawasi siswa-siswanya untuk melakukan tindakan apapun, dan guru harus meningkatkan kewaspadaan siswa karena  masa depan siswa ada pada guru pendidik dan orang tua selaku wali murid, jadi guru sebagai orang tua di sekolah dan walid murid sebagai orang tua di rumah.

Peduli Pada Siswa

Guru harus menunjukan kepeduliaanya dan merespon kepada siswa korban bullying agar siswa tersebut merasa diperhatikan dan dipedulikan. Setelah siswa merasa di perhatikan maka psikologi siswa akan terpengaruh bahwasanya dia tidak merasa sendiri dan ada yang mendukung.

Menciptakan Ruang Kelas yang Aman

Ruang kelas aman tidak hanya digunakanan pada saat belajar saja, akan tetapi adanya saling hormat menghormati, saling mendukung satu sama lain sehingga terciptanya ruang kelas yang aman dan nyaman.

Terjadinya bullying di sekolah dasar juga dipengaruhi lemahnya pengawasan guru terhadap tindak laku murid-muridnya, maka dari itu narasumber ibu Ratnawati, S. Pd memberikan amanat kepada semua guru-guru sekolah dasar untuk lebih memperhatikan murid-muridnya, menjaga lisan yang mungkin merendahkan murid tertentu sehingga dapat memicu murid yang lain untuk merendahkan atau mengintimidasi, karena guru adalah suri tauladan yg sangat berpengaruh bagi murid untuk ditiru tindak lakunya, ucapan dan ilmunya untuk diikuti.

Dari contoh kisah tersebut dapat penulis simpulkan bahwa

“Bukan Ukuran Tubuh atau Penampilan yang Penting, Melainkan Hati yang Baik. Kita Semua Memiliki Hak untuk Merasa Aman. Bullying Hanya Membuat Kita Lemah, Berdamailah dengan Kelembutan. Berhentilah untuk merendahkan orang lain, adalah jalan untuk damai”

“Tidak ada seorang pun yang pantas di-bully, dan tidak ada seorang pun yang boleh berdiam diri dan membiarkan hal itu terjadi. Jika kamu mendengar apa yang mereka katakan, jangan pergi. Dukunglah Bullying itu salah - apa pun alasannya Jangan pernah menjatuhkan orang lain untuk membuat dirimu merasa lebih baik. Bangkitlah melawan bullying”

Mungkin sekian ulasan yang dapat penulis sampaikan semoga dapat menambah wawasan kita untuk bisa menghargai orang lain di berbagai tempat, karena jika kita mampu menghargai orang lain maka diri kita akan dihargai oleh orang lain. Semoga kita dan orang disekitar kita mampu menjaga tingkah laku, lisan tindak perbuatan yang baik. Terimakasih

 

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar