Semarang, TABAYUNA.com
- Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023 memberikan penghargaan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten/Kota dalam kegiatan Ma'arif NU Jateng Awards pada Sabtu (9/3/2024). Hadir Ketua dan jajaran pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah dan pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan di akhir masa khidmah kepengurusan tersebut merupakan kegiatan terakhir yang dilaksanakan kepengurusan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023. Selain pemberian penghargaan, penyampaian capaian kinerja, Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023 R. Andi Irawan menyampaikan rekomendasi berupa program-program yang belum selesai atau masih menjadi pekerjaan rumah untuk kepengurusan berikutnya.

Pihaknya berharap, ke depan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah meningkatkan pelayanan bukan mengejar kegiatan yang mengarah kepada hal-hal profit saja. Sebab, katanya, pelayanan kepada madrasah dan sekolah Ma'arif sangat penting untuk peningkatan mutu.

"Selama satu periode, kami jika banyak kesalahan dan kekurangan memohon maaf kepada Bapak dan Ibu semua," katanya.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh dalam tausiyahnya menceritakan bahwa beliau menjadi masuk struktur kepengurusan PWNU Jawa Tengah sejak 2000. "Tentu banyak mengalami berbagai dinamika, intrik, dan berbagai kejadian yang menjadi pelajaran," kata beliau.

Mbah Ubaid juga menjelaskan bahwa setelah terpilih lagi menjadi Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 dalam Konferwil ke-XVI di Pekalongan kemarin, maka beliau menjadi Rais Syariah PWNU Jawa Tengah periode ketiga.

Selain itu, beliau menjelaskan perjalanan dan kemajuan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah. "Awalnya saya kira, NU itu mengurusi lembaga pendidikan ya begini-begini saja. Yang penting masuk koran itu sudah luar biasa. Saat itu termasuk dikembangkan oleh Almarhum Almaghfurlah Habib Thoha, dan sampai sekarang perkembangannya luar biasa," tegasnya.

Mbah Ubaid berpesan, bahwa Ma'arif jangan berkutat pada proyek jual buku dan seragam. "Tentunya yang sekarang ini sudah selesai, banyak perubahan yang luar biasa. Apalagi ditambah dengan adanya PD PKP NU pada guru dan tendik NU, ini banyak perubahan yang luar biasa," lanjutnya.

Alhamdulillah setelah proses, katanya, setelah melalui proses PD PKP NU, mereka berkhidmah, bukan berkhidmah kepada Rais, Ketua, Sekretaris, tapi berkhidmah kepada Allah Swt melalui jamiyah Nahdlatul Ulama. Maka fokus kita kepada madrasah sekolah, dan murid-murid. "Jangan khawatir, jika program-program ini sudah teruji, kami akan kawal dan awasi. Kami lanjutkan, insyaallah. Terima kasih atas kinerjanya, kami tidak bisa membalas apa-apa," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ma'arif NU Jateng Awards diberikan kepada beberapa cabang sesuai kategorinya. Pertama, kategori pengelolaan manajemen dan BHP NU terbanyak diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Kendal.

Kedua, kategori pembelian buku dan batik terbanyak diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Kudus.

Ketiga, kategori pengelolaan program inklusif terbaik diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Banyumas.

Keempat, kategori peserta Diklat Ke-NU-an terbanyak diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Magelang.

Kelima, kategori Sakoma NU terbaik diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Jepara.

Keenam, kategori literasi terproduktif diberikan kepada Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PCNU Kabupaten Brebes. (*)

Bagikan :

Tambahkan Komentar