Temanggung, TABAYUNA.com
- Melalui platform Zoom Meeting, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Studium Generale yang masih dalam rangkaian Dies Natalis 54 INISNU Temanggung dengan tema "Berkolaborasi Membangun Sinergritas dan Kualitas".

 

INISNU Temanggung menyelenggarakan kegiatan Studium Generale Tahun Akademik 2023/2024 dengan tema “Pendidikan Karakter di Era AI: Belajar dari Indonesia dan Rusia” secara virtual pada Selasa, 26 Maret 2024 dengan narasumber dosen Pendidikan Pancasila INISNU Dr. Rhindra Puspitasari, M.Pd., dan Ph.D., Candidate National Research Tomsk Polytechnic University Rusia Mohamad Ardin Suwandi, M.Pd., dengan moderator Kepala MI ELPIST Muhammad Ulfi Fadli, M.Pd.

 

Dalam sambutannya, Rektor INISNU Dr. H. Muh. Baehaqi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian Dies Natalis INISNU Ke-54 yang sudah digelar sejak Februari 2024. “Kita membutuhkan banyak pengembangan, termasuk karakter. Maka kita undangan Ananda Mas Ardin ini sebagai salah satu alumni INISNU yang sukses untuk menguatkan INISNU ke depan,” katanya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Hamidulloh Ibda dalam sesi pemaparan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi INISNU mengatakan bahwa INISNU Temanggung telah mengembangkan model paradigma keilmuan Integrasi-kolaborasi dengan skema anyaman ilmu, collaboration of science, takatuful ulum. “Melalalui paradigma ini, kita menguatkan karakter melalui karakter Aswaja Annahdliyah, ukhuwah Nahdliyah, Mabadi Khaira Ummah, ditambah karakter Pancasila,” katanya.

 

Dalam paparannya, Dr. Rhindra mengatakan bahw pengembangan AI dimulai sejak tahun 1950-an, ketika John McCarthu, Marvin Minsky, dan para ilmuwan lainnya di Massachuassets Institute of Technology (MIT) membentuk kelompok penelitian untuk mempelajari tentang kecerdasan buatan. Menurutnya, AI memiliki tantangan dan peluang dalam pendidikan utamanya dalam membangun karakter bangsa.

 

Doktor jebolan Universitas Pendidikan Indonesia ini menilai, bahwa karakter kebangsaan Indonesia sudah dibangun melalui beragam program dan kurikulum termasuk Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.

 

Sementara itu, Mohamad Ardin Suwandi mengatakan bahwa di Rusia, pendidikan karakter diintegrasikan melalui pendekatan yang lebih luas, termasuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Selain memahami materi akademis, siswa juga diajarkan untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis. Pendekatan ini mempersiapkan generasi muda Rusia untuk sukses tidak hanya dalam karier, tetapi juga dalam kehidupan pribadi dan sosial. Dalam menghadapi era AI, Rusia menekankan pentingnya keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan, seperti kreativitas, kepemimpinan, dan kerjasama tim. Teknologi digunakan sebagai alat untuk memperkuat nilai-nilai ini, bukan menggantikannya.

 

Melalui pendekatan ini, Rusia berupaya untuk menghasilkan individu yang berdaya saing tinggi secara global namun tetap memiliki integritas moral yang tinggi. Pendidikan karakter di Rusia sering kali menekankan nilai-nilai seperti patriotisme, kerja keras, kesetiaan kepada negara, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap otoritas. Selain itu, pendidikan agama dan moral juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah-sekolah Rusia.

 

“Di sini memang banyak melawan. Misal AI, atau Google Play, jadi di Rusia tidak memakainya, karena membuat sendiri. Termasuk seluler, kebanyakan ya buatan Rusia sendiri, saya awal kali di Rusia agak kesusahan menyesuaikan,” beber dia.

 

Kegiatan tersebut berlangsung secara aktif dengan diikuti ratusan peserta mahasiswa S1 dan S2 INISNU Temanggung dan disiarkan juga melalui Youtube Inisnu TV. (*)

 

Bagikan :

Tambahkan Komentar