Contoh asma arto. (Foto: alif).
TABAYUNA.com - Bagi sebagian orang Islam, pasti masih bingung dengan hukum asma arto menurut pandangan Islam, hadist, atau jima' atau qiyas para ulama di Indonesia tentang asma' arto yang dilakukan oleh sebagian umat Islam.

Baca juga: Situs NU Online Dilecehkan Miskin Pengetahuan Tentang Sunnah

Sebagai hal yang tidak terlalu dilakukan banyak orang, selama ini banyak orang menggali informasi seputar cara membuat uang asma sendiri, amalan uang asma barokah, doa taskhir, uang asmak asli, amalan uang asmak, juga sholawat al barokah, uang asmak kang masrukhan bahkan tentang testimoni uang asmak.

Bukan Pesugihan Islami
Asma arto merupakan uang yang diberi "asma" atau rajah, jimat, atau doa untuk kepentingan tertentu. Uang asma atau asma arto sering juga disebut dengan azimat uang. Secara umum, asma arto dipahami uang yang berguna untuk pesugihan islami yang bisa menjadi penyedot sumber rezeki halal.

Pengertian ini sebenarnya kurang tepat bahkan "sesat". Tim Litbang Tabayuna.com telah membaca berbagai kitab yang mengkaji hal ini. Sebab, selama ini banyak umat Islam meyakini asma arto, dompet dan rekening seseorang akan selalu penuh dengan uang.

Uang yang di dompet belum habis buat belanja sudah dapat rezeki uang lagi karena kelancaran usaha/bisnis anda dan dapat uang lagi dan lagi, sehingga uang anda jadi berkah tidak habis-habis, tapi selalu bertambah, dan terus bertambah, dengan perantaraan. Ini harus diluruskan.

Asma arto biasanya uang diberi tulisan arab, atau arab pegon yang berupa kode, kunci, dan pasword tertentu. Tidak semua orang mengetahui makna kode itu, karena dibuat untuk kepentingan tertentu, yaitu menjaga harta dan uang agar tidak dicolong maling, tuyul, dan sejenisnya.

Jawabannya adalah, uang asma arto sebenarnya bukan untuk "Pesugihan", sekali lagi bukan untuk "Pesugihan". Melainkan untuk "menjaga uang" kita agar terhindar dari maling, tuyul, copet dan lainnya. Biasanya ditaruh di dompet, laci, atau pun di tempat yang sering kita kasih atau taruh uang.

Hal ini biasanya juga dilakukan para jamaah pengamal Manaqir Jawahirul Ma'ani dan berbagai jamaah lain di Indonesia.

Namun intinya, jangan jadikan asma arto sebagai pesugihan, melainkan hanya sebagai jimat, rajah, untuk jaga-jaga agar uang kita tidak dicolong tuyul, maling, copet, babi ngepet dan lainnya.

Asma arto sama seperti rajah, atau jimat yang kita kenakan di sabuk, peci, dompet, atau lainnya. Fungsinya hanya sebatas pembuat mantab, sebab, rezeki dan semua kekuatan hanya Allah yang punya. (TB9).
Bagikan :

Tambahkan Komentar