Ilustrasi: Suasana pembelajaran di kelas. (Foto: Dian/Tabayuna.com).
Tabayuna.com - Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD, intelektual muslim dan juga dosen tetap di fakultas hukum di universitas di Australia, merespon atas polemik Full Day School (FDS) di Indonesia yang belum tuntas juga.

Saking alotnya, banyak kalangan yang mendukung pemerintah untuk mengganti Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut sebagai pelaku utama yang mengeluarkan dan meneken kebijakan FDS itu.

Baca juga: Desakan Reshuffle Mendikbud Muhadjir Effendy Makin Kuat

Melalui akun medsosnya, Nadirsyah Hosen yang juga pengajar di Monash University Faculty of Law ini, mengatakan uneg-unegnya terkait polemik Full Day School (FDS) yang telah digedok keputusannya oleh Mendikbu Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.

Berikut kutipan yang ditulis Nadirsyah Hosen;

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

1. Saya mau komen soal FDS yg rame belakangan ini. Saya tdk komen aspek pendidikannya krn saya bukan ahli pendidikan. Saya komen hal lain.

2. Masalah FDS ini jangan sampai jadi pintu masuk mengacak-acak relasi PP Muhammadiyah dan PBNU. Ini jgn digiring pada pertarungan keduanya

3. Kita semua berkepentingan agar PP Muhammadiyah dan PBNU kompak dan rukun menjaga NKRI. Kalau dibiarkan saja, ini jadi bola liar

4. PBNU bereaksi soal FDS tentu wajar saja karena dikhawatirkan ini mengganggu keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) di lingkungan NU

5. Kebjjakan Mendikbud ttg FDS layak dikritik. Tapi ingat ini kebijakan pemerintah. Jangan dilihat ini kebijakan Menteri yg org Muhammadiyah

6. Jadi semua kritikan FDS itu diarahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, bukan diarahkan kepada Muhammadiyah. NU merasa dirugikan lalu kritik Mendikbud wajar saja.  Tapi reaksi PP Muhammadiyah yg secara terbuka membela Mendikbud mengundang tanya.

7. Apa kerugian PP Muhammadiyah kalau FDS dibatalkan, dan apa keuntungannya kalau diteruskan? Kenapa Muhammadiyah total mendukung FDS?

8. Di saat NU merasa dirugikan oleh FDS, kenapa Muhammadiyah malah mendukung FDS? Ini pertanyaan para Kiai NU

9. NU dan Muhammadiyah tidak boleh melihat Mendikbud sbg org Muhammadiyah. Mendikbud itu representasi pemerintah. Ini harus dipilah

10. Jadi mohon isu FDS ini jgn disikapi sbg pertarungan Muhammadiyah dan NU. Ini protes NU kepada Mendikbud sbg representasi Pemerintah

11. Kengototan Mendikbud disaat Presiden Jokowi sdg menyiapkan Perpres tentu mengagetkan. Knp FDS jalan terus? Knp tdk menunggu Perpres?

12. Reaksi keras NU mengindikasikan bhw Kemendikbud belum tuntas menyosialisasikan konsep FDS. Konsultasi dg masyarakat diabaikan

13. Saat ini PBNU sudah mengeluarkan instruksi ke jajarannya utk menentang pemberlakuan FDS. PWNU Jatim lgs bereaksi meresponnya

14. Sejumlah kiai yang kalem dan adem mulai bersuara tegas akan kebjjakan Mendikbud soal FDS ini. Mendikbud sudah memancing kegaduhan

15. Saran saya Presiden Jokowi membuat pertemuan dg PBNU dan PP Muhammadiyah serta Mendikbud dan Menag utk cari jakan keluar bersama

16. Semoga ada kompromi dan jalan keluar bersama agar isu FDS ini tdk disamber pihak lain yg ingin mengacak2 relasi Muhammadiyah dan NU

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Penjelasan itu, ditulis Nadirsyah pada 9 Agustus 2017 yang telah viral di jagad maya. Oleh karena itu, pemerintah perlu dan segera menuntaskan polemik FDS yang juga perlu memperhatikan Saran Nadirsyah yang juga pernah mengajar di Fakultas Hukum, Universitas Wollongong (2007-2015) tersebut. (TB4).

Bagikan :

Tambahkan Komentar