Ilustrasi: Vokalis Linkin Park. (Foto: Depok Pos).
Oleh Afi Nihaya Faradisa

Aku membaca berita tragisnya tadi pagi. Aku hampir tak percaya bahwa sang legenda rock dunia memutuskan gantung diri.

Masa lalu yang kelam, pernah jadi korban pemerkosaan dan bully membuatnya depresi.

APA ITU DEPRESI?
1. Depresi berbeda dengan kesedihan biasa. Depresi adalah perasaan sedih yang intens, putus asa, dan kadang-kadang disertai perasaan "hampa". Bagi penderita depresi, mereka tidak bisa melihat cara untuk menarik dirinya keluar dari itu semua.

2. Untuk mendiagnosis seseorang menderita depresi, ia harus melalui serangkaian prosedur pemeriksaan psikiatri dari psikolog atau psikiater.

3. Depresi kadang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimiawi di otak. Maka, depresi tak ada kaitannya dengan status sosial, penampilan, atau kekayaan seseorang. Kaya atau miskin, pintar atau bodoh, ganteng atau jelek, depresi tak ada hubungannya dengan hal-hal itu. Kau bisa saja memiliki kehidupan yang 'sempurna' dan masih terserang depresi.
Michael Jackson pernah berkata, "Saya kira semua orang perlu untuk jadi kaya raya dan terkenal, agar mereka benar-benar paham bahwa kaya raya dan terkenal itu bukan jawabannya."

4. Mengatakan pada orang yang menderita depresi dengan: "Bagaimana bisa kau punya depresi? Lihatlah betapa baiknya kehidupanmu!" adalah sama dengan mengatakan pada penderita asma: "Bagaimana bisa kau punya asma? Lihatlah betapa banyaknya oksigen di sekeliling kita!"

5. Depresi mengganggu kehidupan, pekerjaan, hubungan, makan, tidur, serta membuatmu tidak bisa menikmati aktivitas yang biasanya kau sukai.

6. Orang yang depresi tidak selalu terlihat bahwa ia depresi.

7. Depresi itu BUKAN dirimu. Seorang manusia selalu lebih TINGGI dari segala perasaan yang dimilikinya.

8. Depresi bukan hal yang harus membuatmu malu.
Depresi adalah hal lumrah yang pernah dialami seseorang, minimal sekali dalam hidupnya. Ada puluhan juta orang yang juga pernah mengalami depresi di dunia ini. Bahkan, artis-artis Hollywood yang kehidupannya terlihat luar biasa pun juga banyak yang menderita depresi.

9. Depresi bukanlah tanda dari kelemahan diri atau karakter seseorang. Depresi adalah respon normal tubuh atas kejadian berat yang menimpa.

10. Depresi membuatmu merasa bersalah. Itu normal. Tapi perasaan bersalah, menyesal, dan sebagainya hanya berguna saat itu mengubahmu jadi lebih baik. Selebihnya, buang saja.

11. Depresi membuatmu merasa sendirian, padahal kau tidak sendirian. Carilah dukungan dan kasih sayang dari orang lain, kemudian terima itu semua. Di dunia ini banyak sekali yang mencintaimu walaupun tidak kelihatan, walau mereka tidak selalu bisa mengekspresikannya dengan cara yang tepat. Buktinya, kalau kau mati mereka juga akan merasa kehilangan. Biarkan orang lain membantumu sebisa mereka. Dengan dibantu, kau akan baik-baik saja.

Baca juga: No Strings Attached Artikel Afii Nihaya Faradisa

DENGAN MEMILIKI MASALAH YANG SAMA, MENGAPA ADA ORANG YANG DEPRESI DAN MENGAPA ADA YANG TIDAK?
Sebab, kemampuan tiap orang untuk survive (bertahan, berjuang) di kehidupan ini berbeda-beda, ketahanan mental tiap orang tidaklah sama.
Dan, tiap orang selalu diuji di TITIK KELEMAHANNYA.
Ada yang titik kelemahannya adalah masalah ekonomi, maka dia tahan ditinggal pasangan, tapi dia tidak tahan jika dirinya miskin.
Ada yang titik kelemahannya adalah masalah percintaan, maka biarpun kaya, dia akan merasa menderita jika kehidupan percintaannya buruk.
Ada jutaan individu di dunia ini, maka ada jutaan pula titik kelemahan manusia yang tentunya berbeda-beda.
Jadi jangan dibanding-bandingkan.
"Aku nih jauh lebih miskin, tapi aku gak bunuh diri!"
"Keluargaku berantakan, aku buktinya kuat tuh."
"Orangtuaku sudah meninggal, hidupku menderita, aku gak punya siapa-siapa. Kok aku gak lebay kayak dia?"
Plis deh.
Jangan gunakan ukuran sepatumu untuk menghakimi kaki orang lain.
Fokuslah pada perasaannya, bukan penyebabnya. Bagaimanapun, perasaannya memang nyata.
.
BAGAIMANA CARA MENYIKAPI ORANG YANG TERINDIKASI MEMILIKI DEPRESI?
Pertama-tama, jika kau tidak punya solusi, minimal jangan bikin polusi. Jangan nambah-nambahi bebannya lagi. Jangan berkomentar yang melukai hati.

Orang yang depresi butuh untuk dipahami, bukan diceramahi.
Apalagi terhadap orang yang berniat bunuh diri, tidak akan mempan jika ditakut-takuti dengan neraka, sebab dunia ini pun sudah terasa seperti neraka baginya.
Karena tanpa kau ceramahi apalagi kau hakimi panjang lebar pun, orang yang depresi sudah menderita dengan apa yang dialaminya.

Orang depresi sebenarnya tak ingin mati, mereka hanya ingin masalahnya pergi.
Dan masalah itu terjadi karena mereka masih hidup, jadi solusinya ya mati.
Jadi, bersyukurlah jika kau tidak pernah merasakan itu semua, tapi jangan meremehkan penderitaan orang.

Butuh berapa kematian lagi agar kita mau mengakui bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang tuna empati?

Kita seperti hidup di dunia yang sakit, di mana kutipan beragam ayat suci bisa kita temukan dengan mudahnya di linimasa, ibadah ritual silih berganti dipamerkan layaknya iklan, dan ajakan untuk berbuat kebaikan selalu dilike ratusan bahkan ribuan orang.

Tapi di saat saudaranya membutuhkan pertolongan atau sekadar telinga untuk mendengarkan, mereka ada di mana?
.
BAGI MEREKA YANG DEPRESI DAN INGIN BUNUH DIRI, BACALAH INI:
Aku memahami perasaanmu. Aku juga akan menuturkan sebagian kisahku.
Menurut data WHO, setidaknya ada 800 ribu orang yang melakukan bunuh diri tiap tahun. Dan untuk setiap orang dewasa yang berhasil melakukannya, ada 20 orang yang pernah melakukan percobaan.
Depresi adalah suatu keadaan di mana kau tidak mampu melihat hal-hal baik dan membahagiakan dalam hidup ini.

Dibutakan oleh penderitaan, kau tidak mampu melihat jalan saat hujan.
Padahal, kau tahu, ada begitu banyak hal baik di dunia ini. Kalau mau diakui, dari lahir sampai hari ini, kita lebih banyak menerima kebaikan daripada kesialan, ya kan? Tapi gejala depresi membuat kita tidak bisa melihat TUHAN kita, uang kita, gadget kita, rumah kita, teman-teman kita, keluarga kita, aktivitas-aktivitas yang menyenangkan di luar sana, atau momen-momen saat diri kita pernah bahagia.

Baca juga: Surat Terbuka untuk Afi Nihaya Faradisa

Hal itu SANGAT BERBAHAYA.
Seorang perenang tidak putus asa karena kelelahan, tapi yang membuatnya menyerah tenggelam di lautan adalah karena ia tak mampu melihat daratan, karena ia tak melihat adanya HARAPAN.

Sebagaimana ilustrasi tadi, begitu pula yang menyebabkan depresi mendorong orang untuk bunuh diri.
Seakan "meninggalkan dunia ini" adalah sebuah opsi, padahal TIDAK SAMA SEKALI.

Kau tahu, kau boleh bersedih, hancur, meledak, merasa tidak karuan, depresi, kau boleh dan itu wajar, itu respon tubuh yang normal ketika kau menghadapi peristiwa yang begitu berat.
Hanya saja, JANGAN MENYERAH. Jangan pernah memutuskan untuk BERHENTI dan MENGAKHIRI HIDUPMU SENDIRI.

Kematian adalah keputusan permanen atas suasana hati yang berubah-ubah.
Rugi sekali.

Cobalah segala terapi sampai tak ada lagi terapi yang tersisa untuk menangani depresimu di dunia ini. Cobalah segala macam cara untuk membuat perasaan, keadaan, dan segala sesuatunya lebih baik sampai tak ada cara yang lain yang tersisa untuk kau coba.
Carilah bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau terapis.
Sulit? Ya, pasti! Tapi kau harus melakukannya. Ada ungkapan bahwa, "Kau tidak pernah tahu sekuat apa dirimu sampai satu-satunya pilihan yang tersisa hanyalah MENJADI KUAT".
Aku memang bukan konselor, psikolog, psikiater atau terapis emosi, tapi aku bersumpah bahwa aku tahu rasanya ada di posisimu saat ini.
Aku memang tak selalu bisa menjanjikan solusi, tapi jika dengan curhat padaku bisa membuatmu lega, maka lakukan saja.
Aku tahu rasanya tidak punya siapa-siapa.
Aku tahu rasanya ketika kau harus memendam semua sendirian karena kau takut orang tidak akan menganggap masalahmu penting, atau kau takut jadi beban, atau kau merasa kau harus jadi orang yang kuat.
.
Tapi, menurutmu kenapa aku menulis ini? SATU-SATUNYA ALASAN ADALAH KARENA AKU PEDULI, PADAMU!
Kau tahu, selama ini banyak orang yang menguatkanku saat aku dibully, saat aku depresi, saat aku rasanya ingin mati. Mereka yang sayang tidak pernah membiarkanku sendirian.
.
Tapi aku sadar bahwa tak semua orang diberkahi Tuhan dengan hal yang sama.
Maka, aku harap aku juga bisa mengambil bagian untuk sedikit berkontribusi pada hidup seseorang melalui tulisan.
Mari kita lalui ini bersama-sama. Jika aku bisa, kau pasti juga.
A Suicide Attempt Survivor

- Afi Nihaya Paradisa, pelajar SMA Gambiran, Banyuwangi

Sumber: Facebook Afi Nihaya Faradisa

Bagikan :

Tambahkan Komentar