Demak, TABAYUNA.com - Dalam rangka rangkaian semarak Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017,  Pondok Pesantren Al-anwar Mranggen, Demak, Jawa Tengah akan menggelar sejumlah kegiatan menarik.

Baca juga: Daftar Kegiatan Hari Santri 2017 di Ponpes Al-Anwar Mranggen Demak

Pasalnya, selain akan ada sejumlah kegiatan termasuk training jurnalistik, dalam rangka menumbuhkan penguatan literasi bagi santri, juga akan digelar bedah buku.

Panitia memilih buku "Sing Penting NUlis Terus (Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran)" karya Hamidulloh Ibda dosen Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung. Buku itu merupakan buku keempatnya setelah buku Demokrasi Setengah Hati, Stop Pacaran, Ayo Nikah! dan buku Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? yang terbit berurutan sejak tahun 2013.

Panitia menjadwalkan bedah buku itu besuk Jumat (15/9/2017) di aula Ponpes Al-anwar Suburan, Mranggen, Demak dengan ratusan peserta dari unsur pelajar MTs-MA Al-anwar, santri dan alumnus yang tergabung dalam IKASPA.

"Semoga ini menjadi bagian dari kepedulian santri dalam dunia literasi karena saat ini minimal santri memiliki kemampuan literasi untuk melek media, berita, dan semoga bisa menangkal berita hoax dan fake," ujar Lazim panitia bedah buku, Jumat (8/9/2017).

Baca juga: Dari Medsos, Alumni Santri Al-Anwar Mranggen Santuni Anak Yatim

Anggota Banser Kabupaten Semarang ini juga menjelaskan, tujuan bedah buku ini tidak hanya dalam rangka merayakan Hari Santri, namun intinya juga mengenalkan dan mengajak santri dan pelajar untuk melek bermedia sosial.

"Literasi itu setahu saya ya kemampuan melek media, berita, karena kalau tidak paham, akan sangat susah untuk mendeteksi mana media Aswaja dan mana media wahabi. Mana berita valid dan mana yang hoax. Saat ini, semua itu susah dibedakan," beber dia.

Buku ini, merupakan buku yang menarik, karena menjadikan pembaca melek literasi dan memegang teguh tradisi keilmuwan, yaitu lewat meneliti dan menulis.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara IKASPA dengen penerbit Formaci sebagai langkah strategis menanamkan bibit-bibit santri yang melek media dan tidak hanya kado konsumen internet yang pasif. (TB33).
Bagikan :

Tambahkan Komentar