Tabayuna.com - Sampah merupakan hal krusial di masyarakat. Mayoritas kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Hal ini dapat ditemui di sungai, kebun, dan lahan kosong yang tidak digunakan.  Sampah tersebut merupakan sampah campuran yang berasal dari rumah tangga.

Berawal dari hal itu, memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Tidak hanya di Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan tetapi dapat berakibat ke desa lainnya. Seperti halnya menyumbat selokan, banjir, dan mencemari lingkungan. Pada dasarnya masyarakat hanya tahu membuang sampah namun tidak dengan pengolahannya.

Maka dari itu KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, angkatan 102 yang di bimbing oleh Bp. Farid Hidayat, S.H., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan bekerja sama dengan Forum Persampahan Desa (FPD) dan Penggerak Sampah Rukun Tetangga (PSRT) mengedukasi masyarakat untuk membedakan jenis-jenis sampah, diantaranya sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu yang mana dari ketiga jenis sampah tersebut memiliki penyelesaiaan yang berbeda. Misalnya sampah organik dapat digunakan sebagai pupuk; sampah anorganik dapat digunakan sebagai pengembangan ekonomi kreatif seperti botol atau gelas plastik yang bisa di daur ulang dan mempunyai nilai jual; solusi darurat sampah residu saat ini, seperti pembalut dan pampers dilakukan dengan cara dicuci bersih, diambil gel atau kapas kemudian dikeringkan dan dibakar. 


Tepatnya hari Jum’at, 14 Agustus 2020 KKN Kelompok 123 yang berlokasi di Desa Watukumpul, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, membagikan tempat sampah kepada masyarkat Dusun Sorodanan sebanyak 96 unit. Pembagian tempat sampah dilakukan secara door to door dibantu oleh pemuda, PSRT, dan FPD dusun. Setiap jenis sampah diperlukan tempat pembuangannya sendiri. Oleh karena itu, KKN Kelompok 123 membantu masyarakat dengan memberikan satu tempat sampah di setiap rumah.

Dengan adanya bantuan tempat sampah masyarakat hanya perlu menyediakan satu tempat sampah lainnya. Masyarakat sangat antusias dengan pembagian tersebut. 

“Saya mewakili masyarakat Dusun Sorodanan mengucapkan terimakasih banyak kepada adik-adik KKN UIN Sunan Kalijaga yang telah membantu memberikan tempat sampah di dusun kami, semoga bantuan ini dapat bermanfaat ”, Ujar Bapak Sujari, selaku Kepala Dusun Sorodanan.

 “Adanya pembagian tempat sampah, diharapkan masyarakat agar lebih selektif dalam membuang sampah berdasarkan jenisnya serta mengubah mindset dan kepedulian terhadap lingkungan.” tutur Zimam, selaku ketua KKN kelompok 123. 

Setelah pembagian tempat sampah, KKN Kelompok 123 masih memiliki tanggung jawab dalam hal pemantauan di Dusun Sorodanan hingga akhir bulan Agustus 2020, yang setelahnya akan ditinjau oleh FPD dan PSRT setempat.  (Tb55/Anjani Nafa’atul Dzikroh & Arfi Rahayu/YWA/lpmgrip/FN).

Bagikan :

Tambahkan Komentar