KH. Agus Rojih Ubab Maimoen
Pati, TABAYUNA.com - Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) Ngagel kini mendatangkan KH. Agus Rojih Ubab Maimoen dari Sarang, Rembang, Jawa Tengah untuk mengisi mauidzoh hasanah dalam acara haflah akhirussanah, Sabtu (12/05/2018). Haflah akhirussanah ini dipusatkan di depan halaman masjid Baiturrahman Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Baca: LPS Cendekia MAHIDA Pelopori Gerakan Literasi Media
Baca: LPS Cendekia Mahida Sebar Virus Jurnalistik 

Dalam mauidzoh hasanahnya, KH. Agus Rojih Ubab Maimoen menyampaikan salah satunya syarat masuk surga adalah menuntut ilmu. " Menuntut ilmu itu mendengarkan dari guru. Setelah mendengarkan maka memahami suatu ilmu tersebut," ungkapnya.

Kemudian dalam pemaparannya, beliau juga menyebutkan bahwa orang yang menekuni ilmu agama, maka ia akan mendapatkan rahmat Allah. Karena lafadz rahmat dalam al-Qur’an selalu diikuti dengan lafadz ilmu. Maka, menurutnya seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu pasti mendapatkan rahmat Allah.

Selain itu, sesepuh dari Sarang juga mengisahkan perjuangan Imam Syafi'i ketika mempunyai seorang murid yang bodoh bernama Robi'.

Baca: Lestarikan Tradisi, Pelajar MA Mahida Ngagel Pati Istighosah Jelang UN 
Baca: LPS Cendekia MAHIDA Ngagel Pati Pelopori Gerakan Literasi Media 
Baca: Lewat Reuni, Alumnus MA Manahijul Huda 2008 Sambung Balung Pisah
Baca: Buku Karya Dosen STAINU Temanggung Dibedah di MA MAHIDA Pati 


"Imam Syafi'i mengajari Robi' sudah berulang-ulang, tapi masih bodoh juga. Sampai Imam Syafi'i merasa jengkel dan berkata jika ilmu adalah makanan maka akan kumasukkan kemulutmu," tambahnya.

"Tapi Imam Syafi'i tetap berusaha mengajari Robi'. Akhirnya Robi' yang asalnya bodoh menjadi pintar atas kehendak Allah Swt," lanjutnya.

Wasiat dari KH. Agus Rojih Ubab Maimoen adalah junjunglah setingginya ilmu, perluas wawasan, dan pengalaman. Untuk kehidupan yang baik dimata Allah dan dimata manusia. (Tb44/Reporter : Finaul Hikmah/Forografer : Muh Nurul Huda).
Bagikan :

Tambahkan Komentar